Resep Lontong Balap Rumahan yang Sedap | IDN Times

Makan di Tengah Kota, Tapi Rasanya Kaya Cerita

Di tengah macetnya jalanan Surabaya https://wisatatpikota.id/ dan suara klakson yang gak ada habisnya, ada satu hal yang bikin hati adem: lontong balap surabaya. Makanan kaki lima ini udah jadi bagian dari napas kota, khususnya buat warga asli Surabaya atau siapa aja yang pernah nyicipin.

Lontong ini bukan cuma soal rasa, tapi juga soal kenangan dan sejarah panjang dari kota Pahlawan. Yuk kita bahas lebih dalam!


Asal-Usul Nama yang Bikin Penasaran

Namanya unik banget, ya? “Balap” itu bukan karena lontongnya balapan, tapi katanya sih berasal dari kebiasaan para penjual zaman dulu yang saling adu cepat dorong gerobak ke lokasi jualan. Jadi bayangin aja, puluhan penjual lontong dorong gerobak sambil berlomba, kayak sirkuit makanan.

Nama ini nempel terus sampai sekarang, bikin lontong balap jadi kuliner yang gak cuma enak, tapi juga punya cerita lucu khas rakyat.


Apa Sih Isi Lontong Balap Itu?

Buat yang belum pernah nyobain, lontong balap surabaya itu isinya simpel tapi nendang banget:

  • Lontong (potongan nasi padat)

  • Toge (tauge yang masih segar dan krenyes)

  • Lentho (gorengan kacang tolo, teksturnya mirip perkedel)

  • Siram kuah bawang yang gurih banget

  • Sambal dan kecap, kalau suka pedes-manis

Biasanya juga ditambah sate kerang sebagai pelengkap. Rasanya? Gak usah ditanya. Perpaduan gurih, manis, dan sedikit pedas yang nyatu di mulut. Makin nikmat lagi kalau dimakan pas hujan atau sore hari.


Tempat Legendaris yang Masih Bertahan

Kalau kamu ke Surabaya, wajib mampir ke beberapa tempat yang udah jadi legenda buat lontong balap:

  1. Lontong Pak Gendut – Ada sejak 1958, rasanya masih konsisten enak dari dulu.

  2. Lontong Garuda – Di kawasan Kranggan, selalu rame dan punya kuah khas.

  3. Lontong Pak Mar – Di daerah Tanjung Anom, terkenal karena lenthonya yang lembut.

Walau sudah banyak versi modern dan variasi rasa, tapi lontong balap klasik tetep punya tempat di hati pecinta kuliner.


Cocok Buat Sarapan atau Makan Sore

Uniknya, makanan ini fleksibel banget. Mau dimakan pagi hari? Masuk. Buat makan siang ringan? Cocok. Bahkan malam hari juga banyak yang jual.

Harganya juga ramah di kantong. Di Surabaya, kamu masih bisa nemu lontong balap enak dengan harga mulai dari Rp10.000 – Rp20.000, tergantung lokasi dan porsi.


Lontong Balap dan Identitas Surabaya

Mungkin gak semua orang tahu, tapi lontong balap ini udah jadi ikon kuliner kota Surabaya. Sama kayak rawon, rujak cingur, dan semanggi, lontong balap adalah perwakilan rasa dan budaya.

Buat warga lokal, makan lontong balap itu kayak pulang ke rumah. Buat wisatawan, ini adalah pengalaman yang gak boleh dilewatkan.


Cara Bikin Sendiri di Rumah? Bisa Banget!

Kalau kamu gak sempat ke Surabaya, coba aja bikin sendiri. Bahannya gampang didapetin dan resepnya sederhana.

Bahan utama:

  • Lontong matang

  • Tauge segar

  • Lentho (bisa beli atau bikin sendiri dari kacang tolo)

  • Kuah kaldu bawang putih

  • Sambal dan kecap sesuai selera

Rebus tauge sebentar biar masih crunchy. Kuahnya tinggal tumis bawang putih, lalu rebus dengan air dan sedikit kaldu. Campur semua bahan, siram kuah, tambahin sate kerang kalau mau. Jadi deh, lontong balap rumahan!


Kesimpulan: Sepiring Rasa, Sejuta Cerita

Lontong balap bukan sekadar kuliner kaki lima. Di balik sepiring sederhana itu, ada cerita tentang tradisi, sejarah, dan semangat kota Surabaya yang terus hidup. Di tengah hiruk-pikuk kota besar, sepiring lontong balap bisa jadi pengingat bahwa hal-hal sederhana pun bisa memberi rasa yang dalam.

Kalau kamu lagi di Surabaya, jangan cuma foto-foto gedung tinggi atau mal. Coba deh turun ke jalan, cari gerobak lontong balap, duduk di bangku plastik, dan nikmati kehangatan khas Jawa Timur. Siapa tahu, dari situ kamu nemu cinta—entah pada makanannya, kotanya, atau orang yang duduk di sebelahmu.