RRI.co.id - Pecel Semanggi, Kuliner Kebanggaan Arek Suroboyo

Pecel Semanggi: Kuliner Segar yang Mulai Jarang Ditemui

Kalau ngomongin kuliner tradisional Jawa Timur, pasti sebagian besar orang langsung kepikiran pecel, rawon, atau rujak cingur. Tapi ada satu makanan yang mulai terlupakan, yaitu pecel semanggi https://wisatatpikota.id/ . Makanan ini unik banget karena bahan utamanya adalah daun semanggi yang segar dan renyah, beda dari pecel biasa yang biasanya pakai sayur rebus.

Pecel ini punya rasa yang segar dan sedikit getir, tapi tetap gurih berkat bumbu kacang yang khas. Sayangnya, karena bahan dasarnya yang cukup sulit didapat dan proses pembuatannya agak ribet, pecel ini jadi makin jarang ditemui.


Daun Semanggi: Si Kecil yang Penuh Nutrisi dan Rasa

Daun semanggi sebenarnya tumbuh liar di banyak tempat, terutama di area persawahan dan lapangan hijau. Daun ini kecil-kecil, berbentuk seperti tiga daun yang menyatu. Meski ukurannya mungil, daun semanggi punya rasa yang khas, segar dan sedikit pahit yang bikin pecel semanggi jadi beda.

Selain rasa, daun semanggi juga kaya manfaat buat kesehatan, seperti meningkatkan imun dan mengandung antioksidan. Jadi, makan pecel nggak cuma nikmat tapi juga menyehatkan.


Bumbu Kacang yang Bikin Pecel Makin Mantap

Yang bikin pecel semanggi berbeda dari pecel biasa adalah bumbu kacangnya. Bumbu ini dibuat dari kacang tanah yang dihaluskan, dicampur gula merah, cabai, kencur, dan sedikit asam jawa. Rasanya perpaduan antara manis, pedas, dan asam yang pas banget dengan rasa segar daun semanggi.

Biasanya, bumbu kacang ini diulek langsung saat mau disantap supaya rasanya tetap segar dan aroma rempahnya keluar maksimal.


Pecel Semanggi di Surabaya: Warisan Kuliner yang Perlu Dilestarikan

Surabaya, sebagai kota besar di Jawa Timur, sebenarnya punya beberapa penjual pecel semanggi yang masih eksis, tapi jumlahnya sudah sangat sedikit. Dulu, pecel sering ditemukan di pasar tradisional atau acara lokal, tapi sekarang mulai kalah saing dengan makanan cepat saji dan kuliner modern.

Padahal, pecel itu bagian dari identitas kuliner Surabaya yang unik dan sayang kalau sampai hilang begitu saja. Kalau kamu penasaran, coba deh cari penjual pecel di daerah Genteng atau Tambaksari.


Cara Membuat Pecel Semanggi yang Praktis di Rumah

Kalau kamu pengen coba bikin sendiri di rumah, ini resep sederhana buat pecel semanggi:

Bahan:

  • 200 gram daun semanggi segar, cuci bersih

  • 100 gram kacang tanah, goreng dan haluskan

  • 2 siung bawang putih

  • 3 buah cabai rawit (atau sesuai selera)

  • 1 sendok makan gula merah

  • 1 sendok makan asam jawa

  • Garam secukupnya

  • Air hangat secukupnya

Cara buat bumbu kacang:

  1. Haluskan bawang putih dan cabai rawit.

  2. Campur kacang tanah halus, gula merah, asam jawa, garam, dan sedikit air hangat.

  3. Aduk sampai bumbu kacang kental dan rata.

Penyajian:

  1. Campur daun semanggi dengan bumbu kacang.

  2. Aduk rata dan sajikan dengan kerupuk atau lontong.

Mudah, kan? Selain sehat, makanan ini juga menyegarkan buat disantap kapan saja.


Pecel Semanggi dan Tren Kuliner Sehat Masa Kini

Seiring tren hidup sehat yang makin berkembang, pecel semanggi bisa jadi alternatif makanan tradisional yang patut dicoba. Bahan alami, kaya sayur, dan bumbu kacang yang tidak terlalu berat bikin makanan ini cocok buat kamu yang ingin makan enak tapi tetap sehat.

Bahkan beberapa restoran modern mulai memasukkan pecel dalam menu mereka sebagai bentuk pelestarian kuliner asli.


Yuk, Kita Lestarikan Pecel Semanggi!

Melihat kondisi sekarang, penting banget buat kita semua menjaga dan melestarikan pecel semanggi. Kamu bisa mulai dari hal kecil seperti:

  • Mencari dan membeli pecel di pasar tradisional

  • Mencoba resep pecel di rumah dan berbagi dengan keluarga

  • Membagikan cerita atau foto pecel di media sosial

Dengan begitu, kita turut menjaga agar kuliner tradisional seperti pecel nggak hilang dari peredaran zaman.


Penutup: Jejak Daun Semanggi di Lidah dan Hati

Pecel memang kuliner yang sederhana, tapi punya makna yang dalam. Setiap suapan membawa rasa segar daun semanggi dan manis-pedas bumbu kacang yang khas, mengingatkan kita akan warisan kuliner Indonesia yang kaya.