Arsip Kategori: Gunung Indonesia

Gunung Mbeliling: Surga Tersembunyi di Barat Flores

Mbeliling Mount Trek

Flores Bukan Cuma Labuan Bajo

Selama ini, kalau ngomongin wisata di Flores, kebanyakan orang langsung mikirnya Labuan Bajo https://wisatatpikota.id/ atau Pulau Komodo. Padahal, di bagian barat Pulau Flores, ada satu tempat yang belum banyak orang tahu, tapi pemandangannya luar biasa. Namanya Gunung Mbeliling.

Gunung ini jadi surga buat para pencinta alam, pendaki pemula sampai yang udah sering naik gunung. Selain punya hutan yang masih alami, Mbeliling juga kaya akan keanekaragaman hayati yang gak kalah sama tempat-tempat wisata populer lainnya.


Lokasi Gunung Mbeliling: Di Mana Sih Tepatnya?

Gunung Mbeliling terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Jaraknya sekitar 30-40 menit dari pusat kota Labuan Bajo. Jadi, buat kamu yang liburan ke Labuan Bajo, bisa banget sekalian mampir ke sini.

Dari kota, kamu bisa naik motor atau mobil sampai ke Desa Roe atau Desa Werang, yang jadi dua jalur utama pendakian Gunung Mbeliling.


Jalur Pendakian: Gak Terlalu Susah, Tapi Menantang

Pendakian Gunung Mbeliling bisa dibilang cocok buat kamu yang masih pemula tapi pengen ngerasain sensasi naik gunung beneran. Ketinggiannya sekitar 1.325 meter di atas permukaan laut. Meski gak setinggi gunung lain di Indonesia, tapi jalurnya cukup menantang dan bikin adrenalin naik.

Biasanya butuh waktu sekitar 4–5 jam untuk sampai puncak, tergantung kondisi fisik. Selama perjalanan, kamu bakal disuguhi hutan tropis yang sejuk, suara burung berkicau, dan udara yang bersih banget.


Keindahan Alam yang Masih Alami

Hal paling keren dari Gunung Mbeliling adalah alamnya yang masih perawan. Di sepanjang jalur pendakian, kamu bakal nemu berbagai jenis tanaman endemik, dan kadang-kadang juga bisa ketemu satwa liar seperti burung elang Flores, burung serindit, atau bahkan rusa.

Sesampainya di puncak, kamu bisa lihat pemandangan 360 derajat yang luar biasa. Dari atas, kamu bisa lihat Danau Sano Nggoang, hamparan hutan lebat, dan bahkan lautan lepas di kejauhan. Kalau cuaca cerah, sunset di sini juga gak kalah indah sama di spot-spot terkenal.


Cocok Buat Healing dan Refreshing

Capek sama rutinitas kerja atau pengen “detox” dari dunia digital? Gunung Mbeliling tempat yang pas buat itu. Di sini sinyal HP lemah atau bahkan gak ada, jadi kamu bener-bener bisa “disconnect” sejenak dan nikmatin waktu bareng alam.

Camping di tengah hutan, ngobrol bareng temen di bawah bintang, dan bangun pagi dengan suara alam — semua itu bikin pikiran tenang dan hati jadi lebih adem.


Tips Sebelum Mendaki Gunung Mbeliling

Sebelum kamu memutuskan buat mendaki Gunung Mbeliling, ada beberapa hal yang perlu diperhatiin:

  1. Cek Cuaca: Musim hujan bisa bikin jalur licin dan berbahaya.

  2. Bawa Perlengkapan Lengkap: Termasuk jas hujan, senter, dan logistik yang cukup.

  3. Gunakan Jasa Guide Lokal: Selain aman, kamu juga bisa belajar soal budaya dan flora-fauna setempat.

  4. Jangan Buang Sampah Sembarangan: Jaga alam, jangan tinggalkan jejak kotor.


Potensi Ekowisata dan Kearifan Lokal

Gunung Mbeliling juga punya nilai penting buat masyarakat lokal. Di sekitar gunung, banyak desa yang masih mempertahankan tradisi adat mereka. Jadi, selain wisata alam, kamu juga bisa dapet pengalaman budaya yang otentik.

Pemerintah daerah dan komunitas lokal juga mulai mengembangkan ekowisata berbasis masyarakat di sekitar Mbeliling. Artinya, wisata yang gak cuma mikirin profit, tapi juga pelestarian alam dan kesejahteraan warga.


Penutup: Yuk, Jelajahi Surga yang Belum Tersentuh!

Gunung Mbeliling bukan cuma tempat buat mendaki, tapi juga tempat buat belajar, refleksi diri, dan menikmati indahnya ciptaan Tuhan. Gak heran kalau banyak yang bilang ini adalah surga tersembunyi di barat Flores.

Kalau kamu lagi cari destinasi baru yang masih alami, penuh petualangan, dan punya nilai budaya tinggi, Gunung Mbeliling wajib masuk daftar kunjungan kamu berikutnya.

Gunung Besar: Gunung Tertinggi di Aceh Selatan

Aceh untuk Petualang: Menaklukkan Gunung Leuser dan Hutan Tropisnya

1. Gunung Tertinggi yang Jarang Terdengar

Waktu ngomongin gunung di Aceh, kebanyakan orang bakal nyebut Gunung Leuser. Padahal, di Aceh Selatan https://wisatatpikota.id/ ada juga tempat keren bernama Gunung Besar. Sesuai namanya, gunung ini adalah yang paling tinggi di Aceh Selatan, dengan ketinggian sekitar 2.885 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tapi sayangnya, namanya masih kalah populer dibanding tempat lain di Sumatera.

2. Lokasinya di Tengah Hutan yang Masih Perawan

Gunung ini lokasinya ada di kawasan Pegunungan Bukit Barisan, tepatnya di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Jalur menuju ke sana masih dikelilingi hutan tropis yang lebat dan alami banget. Saking alaminya, kamu bakal jarang ketemu sinyal HP di jalur ini. Tapi justru di situlah nikmatnya: bisa bener-bener “putus” dari dunia luar dan fokus sama alam.

3. Gunung yang Masih Sepi Pendaki

Berbeda dari tempat populer yang kadang kayak pasar karena ramai, Gunung ini justru masih sepi pendaki. Nggak banyak yang tahu jalurnya, dan belum ada basecamp permanen seperti gunung komersial. Jadi buat kamu yang pengen suasana pendakian yang tenang dan nggak rame, ini tempat yang cocok banget.

4. Trek yang Menantang Tapi Menyegarkan

Jalur pendakiannya memang belum “matang”. Pendaki harus siap menghadapi medan yang cukup ekstrem. Mulai dari menyeberangi sungai, masuk hutan lebat, hingga mendaki bukit yang cukup curam. Tapi di sepanjang jalan, kamu bakal dimanjakan dengan suara alam, udara yang sejuk, dan pemandangan yang belum banyak tersentuh manusia.

5. Puncaknya Menyuguhkan Pemandangan Luar Biasa

Begitu sampai di puncak, semua rasa capek langsung terbayar lunas. Dari atas, kamu bisa lihat hamparan hutan yang luas, bukit-bukit di sekelilingnya, dan kalau cuaca lagi cerah, bisa juga lihat garis pantai Samudera Hindia di kejauhan. Sunrise dan sunset di puncak Gunung ini juga nggak kalah cantik dari gunung terkenal lainnya.

6. Cocok Buat Pendaki Berpengalaman

Karena jalurnya belum sepenuhnya terbuka dan belum banyak petunjuk, tempat ini lebih cocok buat pendaki yang udah punya pengalaman naik gunung. Disarankan juga untuk bawa guide lokal yang ngerti medan. Selain lebih aman, kamu juga bisa dapet cerita-cerita menarik soal sejarah dan keunikan hutan di sekitar tempat ini.

7. Flora dan Fauna yang Masih Terjaga

Gunung ini masih termasuk wilayah Ekosistem Leuser, jadi jangan kaget kalau kamu ketemu jejak-jejak satwa liar kayak siamang, rusa, atau bahkan gajah. Tapi tenang, selama kamu nggak ganggu, mereka juga nggak bakal ganggu. Hutan di sekitar tempat ini juga jadi rumah buat banyak tanaman endemik yang cuma ada di Sumatera.

8. Akses Menuju Lokasi

Untuk sampai ke kaki Gunung ini, kamu bisa mulai dari Kota Tapaktuan, ibu kota Aceh Selatan. Dari sana, perjalanan darat bisa dilanjutkan ke Kecamatan Trumon Tengah. Setelah itu, kamu harus jalan kaki atau naik ojek lokal untuk sampai ke titik awal pendakian. Jangan lupa koordinasi dulu sama warga sekitar atau perangkat desa, ya.

9. Jaga Alam, Jangan Tinggalkan Sampah

Karena tempat ini masih alami dan belum banyak dijamah, yuk kita sama-sama jaga kelestariannya. Bawa turun semua sampah, jangan merusak pohon atau tanaman, dan hindari bikin api unggun besar. Pendakian yang bertanggung jawab bukan cuma soal fisik, tapi juga soal etika terhadap alam.


Kesimpulan

Gunung Besar di Aceh Selatan adalah salah satu gunung tersembunyi yang menyimpan potensi luar biasa, baik dari sisi keindahan maupun tantangannya. Buat kamu yang udah bosan dengan pendakian mainstream dan pengen merasakan pengalaman mendaki yang lebih “liar” dan alami, tempat ini wajib banget kamu masukin ke daftar tujuan berikutnya. Tapi ingat, pendakian ke tempat ini butuh persiapan ekstra dan tanggung jawab penuh. Yuk, eksplorasi Indonesia lebih dalam, mulai dari yang tersembunyi!

Gunung Kunyit: Gunung Belerang yang Jarang Dijamah

Gunung Kunyit, Bandar Lampung . Photo by @komarudin.qom

1. Gunung Kunyit, Permata Tersembunyi di Jambi

Kalau kamu suka naik gunung tapi bosan dengan destinasi yang itu-itu aja, coba deh arahkan langkah ke https://wisatatpikota.id/ Gunung Kunyit. Gunung ini ada di Kabupaten Kerinci, Jambi. Meski punya potensi keindahan alam yang luar biasa, gunung ini masih jarang dijamah oleh para pendaki. Mungkin karena belum banyak yang tahu, atau memang aksesnya yang nggak semudah gunung-gunung populer lainnya.

2. Kenapa Disebut Gunung Kunyit?

Nama “Gunung Kunyit” bukan karena banyak tanaman kunyit tumbuh di sana, ya. Nama ini kemungkinan besar berasal dari warna tanah dan belerangnya yang kekuningan, mirip kunyit. Gunung ini juga dikenal sebagai gunung berapi aktif yang punya kawah belerang di puncaknya. Makanya, jangan heran kalau saat naik ke atas kamu bakal mencium aroma belerang yang cukup menyengat.

3. Jalur Pendakian yang Masih Alami

Pendakian ke Gunung Kunyit nggak seperti naik gunung komersial lainnya yang jalurnya sudah jelas dan ramai. Jalurnya masih sangat alami, bahkan cenderung liar. Pendaki harus siap melewati hutan lebat, tanah yang licin, dan trek yang cukup menantang. Tapi justru di situ letak serunya. Kamu benar-benar akan merasakan suasana hutan yang masih “perawan”.

4. Cocok Buat Pendaki yang Cari Tantangan Baru

Buat kamu yang udah sering naik gunung dan pengen cari tantangan baru, Gunung Kunyit bisa jadi pilihan. Tingginya sekitar 2.151 mdpl, nggak terlalu tinggi memang, tapi medannya cukup bikin ngos-ngosan. Apalagi karena masih jarang pendaki, kamu bisa merasakan ketenangan yang jarang bisa didapat di gunung-gunung mainstream.

5. Pemandangan dari Puncaknya Bikin Lupa Lelah

Setelah perjuangan panjang, kamu akan disambut pemandangan luar biasa dari atas puncak. Kawah belerang yang berwarna kekuningan terlihat jelas, kadang juga ada asap putih tipis keluar dari dalam kawah. Selain itu, dari atas kamu bisa melihat hamparan hutan Kerinci yang hijau dan luas. Suasana tenang dan angin sejuk bikin semua capek langsung hilang.

6. Tips Aman Mendaki Gunung Kunyit

Karena gunung ini masih belum banyak fasilitasnya, kamu harus benar-benar siap secara fisik dan logistik. Ini beberapa tips yang bisa kamu catat:

  • Gunakan guide lokal yang paham medan.

  • Bawa peralatan lengkap, termasuk masker (karena bau belerang).

  • Persiapkan makanan dan air yang cukup.

  • Jangan buang sampah sembarangan, tetap jaga kebersihan.

7. Wisata Edukasi dan Alam Sekaligus

Selain untuk petualangan, Gunung Kunyit juga cocok untuk kamu yang tertarik dengan geologi atau vulkanologi. Kamu bisa lihat langsung aktivitas gunung berapi aktif dalam skala kecil. Hal ini tentu jadi pengalaman unik yang nggak bisa didapat di sembarang tempat.

8. Akses Menuju Gunung Kunyit

Untuk mencapai Gunung Kunyit, kamu bisa naik kendaraan ke Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kerinci. Dari desa ini, biasanya pendakian dimulai. Jalan menuju desa ini cukup mulus, tapi tetap disarankan pakai kendaraan pribadi atau sewaan yang kuat di tanjakan. Jangan lupa koordinasi dulu dengan warga atau basecamp lokal sebelum mulai pendakian.

9. Waktunya Eksplorasi Tempat Baru

Kalau kamu udah bosan ke tempat-tempat yang terlalu ramai, Gunung Kunyit bisa jadi pilihan yang pas. Selain sepi dan alami, gunung ini juga menyimpan keindahan yang belum banyak terekspose. Tapi ingat, dengan menjamah tempat baru, kita juga punya tanggung jawab buat tetap menjaganya.


Kesimpulan

Gunung Kunyit bukan cuma gunung biasa. Dia adalah simbol dari petualangan alam yang masih murni, belum banyak tercemar oleh keramaian dan sampah wisata. Untuk kamu yang cinta alam dan mau coba tantangan baru, tempat ini layak banget masuk wishlist pendakian kamu selanjutnya. Yuk, mulai jelajah Indonesia yang lebih dalam lagi!