Arsip Bulanan: September 2025

Gulai Pisang: Manis dan Gurih yang Hanya Ada di Bengkulu

Gulai Pisang Khas Bengkulu dan Cara Membuatnya, Dijamin Nagih!

1. Gulai Pisang, Bukan Sekadar Nama Unik

Kalau dengar kata “gulai”, yang langsung kepikiran pasti daging atau ayam, ya kan? Tapi beda cerita kalau kamu lagi jalan-jalan ke Bengkulu. Di sini, ada yang namanya gulai pisang https://wisatatpikota.id/ . Iya, pisang! Tapi bukan pisang matang buat camilan, melainkan pisang muda yang dimasak pakai bumbu gulai yang khas banget.

Unik? Sudah pasti. Tapi lebih dari itu, gulai ini adalah bagian dari budaya kuliner masyarakat Bengkulu yang wajib banget kamu coba. Rasanya? Perpaduan manis dari pisangnya dan gurih dari bumbu rempah-rempah. Dijamin bikin nagih.


2. Asal-Usul Gulai Pisang Khas Bengkulu

Bicara soal kuliner daerah, pasti nggak lepas dari cerita turun-temurun. Begitu juga dengan gulai pisang. Makanan ini udah ada sejak lama di rumah-rumah warga Bengkulu, terutama saat acara adat atau kumpul keluarga.

Konon katanya, dulu gulai ini dibuat sebagai alternatif lauk saat daging sulit didapat atau terlalu mahal. Masyarakat setempat lalu mencoba bereksperimen dengan pisang muda, dan ternyata hasilnya malah jadi makanan yang disukai banyak orang sampai sekarang.


3. Rasa Unik yang Bikin Kaget (Tapi Enak Banget!)

Jangan salah sangka dulu ya. Walau pakai pisang, gulai ini bukan gulai manis seperti kolak. Justru rasanya lebih dominan gurih karena pakai santan dan bumbu lengkap seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, lengkuas, ketumbar, dan cabai.

Pisang muda yang dimasak punya tekstur mirip kentang, agak renyah tapi tetap empuk. Ditambah kuah santan yang kental dan kaya rasa, kamu bakal lupa kalau ini sebenarnya sayur pisang.


4. Cara Masaknya Ternyata Gampang Banget

Kalau kamu tertarik nyobain sendiri di rumah, bahan-bahannya nggak ribet kok. Cukup cari pisang kepok muda (yang masih keras dan belum manis), santan, dan bumbu dasar gulai.

Setelah semua bahan siap, tumis bumbu sampai harum, masukkan santan, lalu pisang muda yang sudah dipotong-potong. Masak sampai pisang empuk dan bumbu meresap. Gampang, kan? Cocok buat menu makan siang bareng nasi hangat dan sambal terasi.


5. Cocok Buat Vegetarian, Lho!

Buat kamu yang vegetarian atau lagi coba kurangi makan daging, gulai ini bisa jadi pilihan menu yang sehat dan lezat. Nggak pakai daging sama sekali, tapi rasa umaminya tetap terasa karena rempah-rempahnya kuat banget.

Bahkan banyak juga restoran atau warung makan di Bengkulu yang sekarang mulai menambahkan gulai ini sebagai salah satu menu utama mereka, karena selain sehat, juga punya nilai budaya tinggi.


6. Susah Dicari di Luar Bengkulu

Sayangnya, makanan unik ini masih belum banyak dikenal di luar Bengkulu. Kalaupun ada, biasanya hanya di event-event kuliner nusantara atau pameran makanan tradisional. Jadi kalau kamu benar-benar penasaran dengan rasa aslinya, satu-satunya cara ya harus datang langsung ke Bengkulu.

Tapi tenang, resepnya udah banyak yang dibagikan, jadi kamu bisa coba sendiri di rumah dan rasakan sensasi beda makan gulai pisang.


7. Menjaga Warisan Kuliner Nusantara

Gulai pisang bukan cuma soal rasa, tapi juga bagian dari warisan budaya kuliner Nusantara yang harus kita lestarikan. Anak muda zaman sekarang perlu tahu bahwa Indonesia kaya banget akan makanan tradisional yang unik dan lezat.

Kalau bukan kita yang kenalin dan pertahankan, siapa lagi? Mulai dari coba masaknya, share resep ke teman-teman, sampai posting di media sosial, semua bisa bantu promosiin gulai ini ke dunia luar.


Penutup: Yuk, Coba Gulai Pisang!

Penasaran nggak sih, gimana rasanya makan gulai tapi isi utamanya pisang? Yuk, jangan cuma dibayangin! Entah itu pas lagi ke Bengkulu, atau nyobain sendiri di rumah, gulai pisang wajib banget masuk daftar makanan yang harus kamu coba. Buktikan sendiri, kenapa perpaduan manis dan gurih ini bisa bikin kamu jatuh cinta.

Kue Perut Punai: Camilan Manis Unik Warisan Budaya Bengkulu

Resep Kue Perut Punai khas Bengkulu - Food Fimela.com

Apa Itu Kue Perut Punai?

Kalau kamu pernah main ke Bengkulu, pasti pernah denger nama kue ini: Kue Perut Punai https://wisatatpikota.id/ . Camilan manis yang satu ini udah jadi bagian dari tradisi turun-temurun masyarakat sana. Bentuknya unik, rasanya manis pas, dan teksturnya lembut tapi juga sedikit kenyal.

Kue ini bukan cuma sekadar jajanan biasa, tapi punya cerita dan nilai budaya yang bikin dia jadi ikon kuliner Bengkulu. Biasanya kue ini disajikan di acara-acara adat atau saat ada tamu penting, sebagai simbol keramahan dan kebersamaan.


Asal Usul Nama “Perut Punai”

Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa namanya “Perut Punai”? Jadi, punai adalah burung kecil yang sering dijumpai di hutan-hutan Bengkulu. Bentuk kue ini katanya mirip dengan perut burung punai yang membulat dan agak berlipat.

Selain itu, nama ini juga mengingatkan orang pada keunikan bentuk dan rasa kue yang sederhana tapi penuh makna. Jadi, kue ini seperti lambang kecil dari budaya dan kehidupan masyarakat Bengkulu yang erat dengan alam sekitar.


Bahan dan Cara Membuatnya

Kue ini terbuat dari bahan-bahan yang sederhana dan alami. Umumnya pakai tepung beras, gula merah, dan kelapa parut. Kadang ada yang menambahkan daun pandan biar aromanya makin harum.

Cara pembuatannya juga cukup unik: adonan dicetak dalam cetakan khusus lalu dikukus sampai matang. Teksturnya lembut dan agak kenyal karena perpaduan tepung beras dan gula merah yang meleleh.

Buat kamu yang suka masak, kue ini bisa dibuat di rumah sebagai camilan manis yang sehat dan alami. Gak pakai bahan pengawet atau bahan kimia, jadi aman buat keluarga.


Kue Perut Punai di Acara Tradisional

Kue ini bukan hanya camilan harian, tapi juga punya peran penting di acara adat. Misalnya saat pernikahan, khitanan, atau acara keagamaan di Bengkulu. Biasanya kue ini disiapkan bersama aneka jajanan tradisional lain sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.

Keunikan kue ini juga bikin suasana jadi lebih hangat dan penuh keakraban. Orang Bengkulu percaya bahwa berbagi kue ini artinya menjaga tradisi dan menyambung tali persaudaraan.


Rasanya, Gimana Sih?

Kalau soal rasa, kue Perut Punai itu manisnya pas, tidak terlalu over. Aroma gula merah yang khas berpadu dengan wangi kelapa dan pandan bikin kue ini jadi camilan yang nggak bikin cepat bosan.

Teksturnya lembut dan agak kenyal, jadi asik buat digigit sambil ngobrol santai. Cocok banget buat teman minum teh atau kopi sore hari. Kamu yang pertama kali coba pasti bakal ingat terus rasa manis alami dan aroma yang khas ini.


Kenapa Kue Perut Punai Penting untuk Dilestarikan?

Di era modern sekarang, banyak camilan modern yang lebih gampang didapat dan praktis. Sayangnya, hal ini bikin kue tradisional seperti Perut Punai jadi jarang ditemukan, apalagi di luar Bengkulu.

Padahal, kue ini punya nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Melestarikan kue Perut Punai artinya juga menjaga warisan leluhur dan menguatkan identitas lokal Bengkulu. Selain itu, kue ini juga bisa jadi daya tarik wisata kuliner bagi orang luar yang ingin mengenal kekayaan budaya Indonesia.


Cara Menikmati Kue Perut Punai

Kue ini paling nikmat dimakan dalam keadaan hangat atau suhu ruang. Biasanya, masyarakat Bengkulu menikmatinya bersama secangkir teh hangat atau kopi, apalagi di sore hari saat cuaca mulai adem.

Kalau kamu pengen coba, bisa cari di pasar tradisional Bengkulu atau di acara budaya setempat. Kalau kamu suka masak, resepnya juga banyak tersebar, jadi bisa bikin sendiri di rumah.


Kesimpulan: Warisan Manis yang Nggak Boleh Hilang

Kue Perut Punai adalah bukti nyata bahwa kuliner tradisional Indonesia itu kaya dan beragam. Selain rasanya yang enak, kue ini juga punya nilai budaya yang mendalam sebagai bagian dari warisan Bengkulu.

Jadi, kalau kamu sedang ke Bengkulu atau pengen coba camilan yang beda dari biasanya, jangan lupa cari dan coba Kue ini. Selain memanjakan lidah, kamu juga ikut melestarikan budaya Indonesia yang kaya ini.

Bagar Hiu: Kuliner Eksotis Laut Bengkulu yang Bikin Penasaran

Jarang Diketahui, Tapi Kaya Rasa! Kenalan Yuk Sama Bagar Hiu – SPACE JAKARTA

Apa Itu Bagar Hiu?

Kalau kamu jalan-jalan ke Bengkulu, pasti bakal dengar nama makanan yang satu ini: Bagar Hiu https://wisatatpikota.id/ . Dari namanya aja udah bikin banyak orang berhenti sejenak—ya, ini beneran pakai ikan hiu! Tapi tenang, bukan berarti semua hiu diburu sembarangan kok. Biasanya yang dipakai adalah hiu jenis tertentu yang ditangkap oleh nelayan lokal sebagai hasil tangkapan sampingan.

Makanan ini termasuk kuliner tradisional yang cukup langka dan hanya ditemukan di daerah Bengkulu. Rasanya? Gurih, pedas, dan bumbunya kuat banget—pas banget buat kamu yang doyan makanan berempah.


Sejarah di Balik Kuliner Bagar Hiu

Bagar Hiu bukan cuma makanan biasa. Ini makanan yang dulu sering disajikan saat ada acara penting, seperti pesta pernikahan atau kedatangan tamu istimewa. Jadi bisa dibilang, Bagar Hiu punya nilai budaya juga di mata masyarakat Bengkulu.

Menurut cerita orang-orang tua di sana, memasak ikan hiu itu perlu keahlian khusus. Soalnya, dagingnya harus diolah dengan benar biar nggak bau amis dan teksturnya tetap empuk. Nah, itu sebabnya resep Bagar Hiu ini diwariskan secara turun-temurun.


Rasanya Seperti Apa, Sih?

Bayangin gulai ikan, tapi pakai daging hiu yang padat dan bertekstur kenyal. Ditambah rempah khas seperti lengkuas, jahe, kunyit, dan santan kental—jadi deh sajian yang benar-benar menggoda. Biasanya disajikan bareng nasi putih hangat dan sambal terasi.

Rasa utamanya itu gurih pedas, dengan sedikit rasa manis dari santan dan bumbu yang dimasak lama. Nggak heran kalau banyak orang yang pertama kali coba langsung jatuh cinta, apalagi buat yang suka makanan laut.


Sulit Dicari, Tapi Layak Dicoba

Karena bahan utamanya adalah ikan hiu, kuliner ini sekarang nggak bisa ditemukan di sembarang tempat. Pemerintah juga sudah mengatur penangkapan ikan hiu supaya nggak merusak ekosistem laut. Jadi, kalau kamu nemu rumah makan yang jual Bagar Hiu, itu termasuk spesial banget!

Biasanya Bagar Hiu hanya bisa ditemukan di warung makan tradisional Bengkulu atau saat ada acara adat. Bahkan beberapa rumah makan sudah mengganti ikan hiu dengan ikan tongkol atau ikan kakap sebagai alternatif—tapi tentu rasanya sedikit beda.


Gimana Cara Masaknya?

Resep Bagar Hiu memang cukup rumit, tapi bukan berarti nggak bisa dicoba di rumah. Berikut gambaran singkatnya:

Bahan utama:

  • Daging ikan hiu yang sudah direbus dan dipotong kecil

  • Santan kental

  • Bumbu halus (cabai, bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, lengkuas, ketumbar, kemiri)

  • Daun salam dan daun jeruk

  • Garam dan gula secukupnya

Cara masak singkat:

  1. Tumis bumbu halus sampai harum.

  2. Masukkan santan, aduk rata.

  3. Tambahkan ikan hiu, masak sampai bumbu meresap dan kuah mengental.

  4. Koreksi rasa, dan sajikan.


Etika Konsumsi Ikan Hiu

Perlu diingat, nggak semua ikan hiu boleh dikonsumsi. Beberapa jenis hiu sudah dilindungi karena jumlahnya makin menurun. Jadi, penting banget untuk tahu asal usul daging hiu yang dipakai. Pilih tempat makan yang terpercaya dan tetap mendukung praktik penangkapan yang bertanggung jawab.

Kalau kamu penasaran tapi tetap ingin menjaga kelestarian laut, bisa juga coba versi alternatifnya yang pakai ikan lain. Rasa boleh beda, tapi sensasi khasnya tetap ada kok.


Kesimpulan: Kuliner Langka yang Bikin Penasaran

Bagar Hiu adalah contoh nyata betapa kayanya kuliner Indonesia. Makanan ini bukan hanya unik dari segi bahan, tapi juga punya nilai budaya dan sejarah yang kuat. Walau makin sulit ditemukan, Bagar Hiu tetap jadi ikon kuliner yang wajib dicoba kalau kamu ke Bengkulu.

Lema: Fermentasi Unik yang Jadi Cita Rasa Khas Bengkulu

Lema: Makanan Fermentasi Khas Nusantara yang Unik dengan Cita Rasa dan Aroma Khas

Apa Itu Lema? Yuk Kenalan Sama Fermentasi Unik dari Bengkulu

Kalau kamu suka kuliner tradisional Indonesia https://wisatatpikota.id/ , pasti belum lengkap kalau belum coba Lema. Ini adalah makanan fermentasi yang jadi ciri khas masyarakat Bengkulu.

Makanan ini dibuat dari ikan atau bahan laut lainnya yang difermentasi dengan cara tradisional. Hasil fermentasinya itu yang bikin rasa lema beda dari makanan lain — ada gurih, sedikit asam, dan aroma khas yang bikin nagih.


Sejarah Singkat Lema: Dari Tradisi ke Citarasa Modern

Makanan ini sudah ada sejak lama dan jadi bagian penting dalam tradisi masyarakat Bengkulu, khususnya yang tinggal di daerah pesisir. Dulu, fermentasi ini dilakukan supaya ikan bisa tahan lama dan bisa dinikmati kapan saja.

Proses fermentasi ini diwariskan turun-temurun, dan sampai sekarang masih dipertahankan. Walaupun sekarang banyak metode modern, masyarakat tetap jaga cara tradisional supaya rasa dan kualitas lema tetap otentik.


Proses Fermentasi Lema: Rahasia di Balik Cita Rasa Khas

Bikin makanan ini nggak gampang. Proses fermentasinya harus dijaga dengan teliti supaya hasilnya pas dan aman buat dimakan.

Biasanya, ikan segar dicampur dengan garam dan bumbu-bumbu alami, lalu disimpan dalam wadah tertutup selama beberapa hari sampai berminggu-minggu. Selama proses itu, terjadi fermentasi alami yang mengubah rasa ikan jadi lebih kompleks dan gurih.

Fermentasi yang sempurna bikin makanan ini punya aroma yang kuat tapi tetap enak, dengan tekstur yang lembut dan rasa yang bikin ketagihan.


Cara Menikmati Lema: Pelengkap Hidangan Favorit

Makanan ini biasanya nggak dimakan sendiri. Biasanya, lema dipakai sebagai pelengkap atau bahan tambahan di berbagai masakan tradisional Bengkulu.

Contohnya, makanan ini enak banget kalau dicampur dengan nasi panas, sayur daun singkong, atau sambal terasi. Ada juga yang pakai makanan ini buat bikin lauk pauk kaya rasa, seperti tumis atau gulai.

Buat kamu yang suka eksplor rasa, coba deh campur makanan ini ke dalam masakan sehari-hari. Dijamin, makanan kamu jadi lebih ‘wah’ dan khas!


Selain Enak, Juga Baik untuk Kesehatan

Selain rasanya yang unik dan enak, makanan ini juga punya manfaat kesehatan karena proses fermentasinya. Fermentasi meningkatkan kandungan probiotik yang baik buat pencernaan.

Ikan yang difermentasi juga jadi sumber protein yang mudah dicerna dan mengandung enzim alami yang membantu tubuh menyerap nutrisi lebih baik. Jadi, makan lema bukan cuma bikin lidah happy, tapi juga bikin tubuh sehat.


Dimana Bisa Dapat Lema? Ini Tempat Favorit di Bengkulu

Kalau kamu pengen coba lema asli Bengkulu, kamu bisa temukan di pasar tradisional atau warung makan di daerah pesisir.

Beberapa tempat rekomendasi yang terkenal enak dan autentik:

  • Pasar Panorama Bengkulu

  • Warung Makan Pak Udin di Pantai Panjang

  • Penjual oleh-oleh khas Bengkulu yang menjual lema kering atau segar

Kalau kamu nggak tinggal di Bengkulu, sekarang sudah ada beberapa toko online yang jual lema kemasan dengan kualitas terjaga, jadi kamu tetap bisa nikmati meski jauh.


Lema dan Budaya Bengkulu: Lebih Dari Sekadar Makanan

Lema bukan cuma soal makanan, tapi juga bagian dari budaya dan identitas masyarakat Bengkulu. Fermentasi ini jadi simbol cara hidup yang harmonis dengan alam dan tradisi.

Masyarakat Bengkulu sering menggunakan makanan ini dalam berbagai acara adat dan kegiatan sosial. Melestarikan lema artinya juga menjaga nilai-nilai dan kearifan lokal yang harus terus diwariskan.


Tips Membuat Sendiri di Rumah

Kalau kamu pengen coba bikin makanan ini sendiri, berikut tips simpel yang bisa kamu ikuti:

  1. Gunakan ikan segar dan berkualitas.

  2. Campur ikan dengan garam dan bumbu alami seperti daun salam, serai, dan cabai.

  3. Simpan di wadah tertutup dan simpan di tempat yang tidak terlalu panas.

  4. Fermentasi selama 1-2 minggu sambil cek aroma dan rasa secara berkala.

  5. Setelah fermentasi, makanan ini siap dipakai jadi bahan masakan.

Ingat, kebersihan dan ketelitian penting supaya fermentasi berjalan lancar dan makanan tetap aman dikonsumsi.


Penutup: Lema, Rasa Tradisi yang Terus Hidup

Lema memang makanan sederhana, tapi punya cerita dan rasa yang luar biasa. Dari proses fermentasi yang unik sampai jadi pelengkap hidangan sehari-hari, makanan ini membuktikan kalau tradisi kuliner lokal itu kaya dan layak dibanggakan.

Pendap: Si Gurih Pedas dari Bengkulu yang Melegenda

Pendap, Pepes Khas Bengkulu Favorit Presiden Sukarno - Regional Liputan6.com

Apa Itu Pendap? Kenalan Yuk Sama Si Pedas Gurih Ini

Kalau kamu lagi jalan-jalan ke Bengkulu https://wisatatpikota.id/ , jangan lupa cobain Pendap, salah satu kuliner khas Bengkulu. Sekilas, bentuknya mirip pepes. Tapi soal rasa? Beda jauh!

Hidangan ini terbuat dari ikan laut (biasanya ikan kembung atau parang) yang dibumbui dengan rempah pedas, lalu dibungkus daun talas dan dikukus berjam-jam. Rasanya? Gurih, pedas, dan aroma rempahnya itu lho… nendang banget!

Asal-Usul: Warisan Nenek Moyang Bengkulu

Makanan ini bukan sesuatu yang baru viral di TikTok. Ia adalah warisan sejak zaman nenek moyang suku Serawai dan Rejang — dua suku besar di wilayah tersebut.

Dulu, masakan ini hanya disajikan di acara penting seperti kenduri, pernikahan, atau syukuran. Karena proses masaknya yang lama, ia melambangkan ketelatenan dan kasih sayang. Gimana nggak, bisa sampai 4–6 jam masaknya!

Cara Membuat: Butuh Waktu Tapi Worth It Banget

Mau coba bikin sendiri di rumah? Bisa banget! Tapi siap-siap, ini bukan masakan kilat.

Bahan-bahan utama:

  • Ikan segar (kembung, parang, atau tongkol)

  • Kelapa parut muda

  • Bawang putih, bawang merah, cabai rawit, cabai merah besar, kunyit, jahe, lengkuas, kencur

  • Daun talas (bisa diganti daun pisang)

  • Air asam jawa & garam secukupnya

Langkah-langkah:

  1. Haluskan semua bumbu (kecuali kelapa).

  2. Campur dengan kelapa parut.

  3. Lumuri ikan dengan bumbu tersebut.

  4. Bungkus dengan daun talas.

  5. Kukus selama minimal 4 jam agar bumbu benar-benar meresap.

Hasil akhirnya? Ikan yang lembut, penuh rasa, dan pedasnya segar. Paling mantap dimakan dengan nasi hangat dan sambal terasi.

Di Mata Anak Muda: Klasik Tapi Tetap Relevan

Meski tergolong tradisional, anak muda Bengkulu tetap bangga. Kini banyak kafe dan restoran yang menyajikan hidangan ini dengan gaya kekinian.

Misalnya disajikan sebagai rice bowl, atau dipadukan dengan nasi liwet dan sambal matah. Penampilannya modern, tapi rasa otentiknya tetap dijaga.

Manfaatnya: Lezat Sekaligus Menyehatkan

Bukan cuma memanjakan lidah, makanan ini juga punya nilai gizi tinggi. Ikan dan rempah-rempah alami membuatnya jadi sumber protein, serat, dan antioksidan.

Kelapa parut menambah serat, dan rempah seperti kunyit dan jahe punya manfaat anti-inflamasi yang bagus untuk pencernaan.

Di Mana Bisa Menemukannya?

Kalau sedang berada di Bengkulu, kamu bisa mencicipinya di pasar tradisional atau warung lokal. Beberapa rekomendasi tempat favorit:

  • Pasar Panorama Bengkulu – Banyak penjual di pagi hari.

  • Warung Hj. Yati – Rasa mantap, porsinya besar.

  • Restoran Khas Bengkulu – Cocok untuk makan santai bareng keluarga.

Di luar Bengkulu, makanan ini masih cukup langka. Tapi kini beberapa UMKM mulai menjual versi beku yang bisa dikirim ke berbagai kota.

Lestarikan Yuk, Jangan Sampai Dilupakan

Sebagai generasi muda, kita punya peran menjaga kuliner Nusantara. Caranya gampang:

  • Dukung UMKM lokal.

  • Ajak teman & keluarga untuk mencicipinya.

  • Ceritakan pengalamanmu di media sosial.

Semakin dikenal, semakin besar peluangnya untuk terus hidup dan berkembang.

Penutup: Si Kecil dari Bengkulu yang Bikin Rindu

Makanan ini bukan sekadar hidangan, tapi juga cermin budaya. Dari cara masaknya yang telaten sampai ke rasanya yang unik, semuanya bikin kita belajar menghargai warisan nenek moyang.

Srikayo: Manis dan Harum Kue Tradisional Palembang

Baking World - Srikayo Palembang Sajian Khas Adat Palembang

Apa Itu Srikayo? Kue Tradisional Khas Palembang yang Bikin Penasaran

Kalau kamu pernah dengar “serikaya” atau “kaya”, itu mirip-mirip sama srikayo dari Palembang, tapi tetap beda lho! Srikayo khas Palembang itu punya tekstur lembut, rasa manis yang pas, dan aroma santan plus daun pandan yang harum banget. Biasanya disajikan di acara-acara besar atau sebagai pencuci mulut setelah makan.

Srikayo ini termasuk kue basah yang punya banyak penggemar. Bisa dibilang, satu sendok srikayo tuh kaya membawa rasa tradisi, kenangan, dan tentu aja… manis legit yang susah dilupain!


Bahan Sederhana, Rasa Luar Biasa

Yang bikin kue ini istimewa adalah bahannya yang sederhana tapi bisa menghasilkan rasa yang luar biasa. Nggak butuh bahan mahal atau susah dicari.

Biasanya, kue ini dibuat dari:

  • Santan kental

  • Telur ayam (biasanya banyak!)

  • Gula pasir

  • Daun pandan atau daun suji (buat pewarna alami dan aroma)

  • Sedikit garam biar rasanya seimbang

Ada juga yang menambahkan vanili supaya lebih harum, tapi yang tradisional banget sih cukup pakai pandan.


Cara Bikin Srikayo, Gampang Kok!

Buat kamu yang pengen coba bikin sendiri di rumah, ini dia langkah-langkah sederhananya:

  1. Kocok telur dan gula sampai larut. Nggak usah sampai ngembang kayak bikin kue bolu.

  2. Masukkan santan pelan-pelan sambil terus diaduk.

  3. Tambahkan daun pandan yang udah diblender atau diikat simpul, lalu saring kalau perlu.

  4. Kukus adonan dengan api sedang, jangan terlalu besar biar nggak pecah.

  5. Kalau mau lebih wangi, bisa tambahin daun pandan di air kukusannya.

Tips: Gunakan cetakan atau mangkuk kecil biar lebih cepat matang dan tampilannya lebih cantik!


Cocok untuk Hidangan Spesial atau Sekadar Camilan Santai

Kue ini sering banget muncul di acara adat Palembang, kayak pernikahan, syukuran, atau hari besar keagamaan. Tapi sekarang juga banyak dijual di pasar tradisional atau bahkan di toko oleh-oleh khas Palembang.

Meski kelihatannya sederhana, kue ini punya daya tarik sendiri karena rasanya yang “rumahan”, bikin nostalgia. Pas banget dimakan bareng keluarga sambil minum teh hangat.


Srikayo vs Srikaya, Apa Bedanya?

Nah, ini yang sering bikin bingung! Srikayo dari Palembang dan srikaya ala Melayu itu beda, ya.

  • Srikayo Palembang: Disajikan dalam bentuk kukusan, teksturnya seperti puding lembut. Biasanya tanpa roti.

  • Srikaya Melayu: Biasanya disajikan sebagai olesan roti, lebih kental dan kadang dikasih topping.

Dua-duanya enak, tapi punya ciri khas sendiri-sendiri. Yang jelas, srikayo Palembang itu unik dan harus dicoba!


Warisan Kuliner yang Perlu Dijaga

Di zaman sekarang, makanan cepat saji dan camilan modern makin banyak. Tapi, kue-kue tradisional seperti kue ini tetap punya tempat di hati pencinta kuliner nusantara.

Bahkan, banyak anak muda yang mulai belajar bikin kue tradisional ini karena pengen menjaga budaya kuliner lokal. Dan bagusnya lagi, bahan-bahannya mudah didapat, jadi siapa pun bisa coba buat sendiri.


Tips Menyimpan Biar Awet

Kalau kamu udah bikin banyak atau beli dalam jumlah besar, simpan kue ini di kulkas dalam wadah tertutup. Biasanya tahan 2-3 hari. Kalau mau dimakan lagi, bisa dikukus sebentar atau diamkan di suhu ruang biar gak terlalu dingin.

Tapi jujur aja, kue ini tuh jarang bisa bertahan lama… karena pasti cepat habis!


Penutup: Yuk, Coba Srikayo Hari Ini!

Srikayo bukan cuma soal rasa manis yang lezat, tapi juga tentang cerita dan tradisi yang melekat di setiap sendoknya. Kue ini sederhana, tapi penuh makna. Bisa jadi cara kita buat tetap dekat dengan budaya lokal yang mulai jarang ditemukan.

Jadi, buat kamu yang belum pernah coba atau malah belum pernah dengar, yuk buruan cari atau coba bikin sendiri srikayo khas Palembang. Buktikan sendiri gimana manis dan harumnya bisa bikin jatuh cinta dari suapan pertama.

Pindang Tulang: Pedas-Gurih dari Tulang Iga Sapi yang Menggoda

Pindang Tulang Iga

Kenalan Dulu Yuk Sama Pindang Tulang

Kalau kamu penggemar masakan khas Indonesia yang kaya rasa, kamu wajib banget coba Pindang Tulang wisatatpikota.id . Masakan khas Palembang ini punya rasa pedas, asam, dan gurih yang bikin nagih. Yang bikin unik, bukan cuma kuahnya aja yang sedap, tapi juga bahan utamanya: tulang iga sapi yang masih ada sumsum dan dagingnya. Kebayang dong lezatnya?


Apa Itu Pindang Tulang?

Pindang Tulang adalah hidangan berkuah merah yang berbahan dasar tulang iga sapi. Biasanya, bagian tulang yang dipakai masih mengandung sumsum dan sedikit daging, jadi sensasinya beda banget pas dimakan.

Cita rasanya pedas, gurih, dan sedikit asam dari belimbing wuluh atau tomat. Rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, jahe, dan serai jadi kunci kelezatannya. Dan jangan lupakan daun kemangi yang bikin aromanya makin segar!


Ciri Khas yang Bikin Nagih

  1. Kuah Merah Menyala: Warna merah dari cabai dan bumbu halus langsung bikin ngiler. Rasanya mantap, nggak terlalu berat tapi tetap nendang.

  2. Tulang Iga Berlemak: Daging yang nempel di tulang dan sumsum bikin sensasi makannya makin puas.

  3. Aroma Kemangi: Daun kemangi di akhir masak bikin aroma makin segar dan khas.

  4. Panas-Panas Lebih Nikmat: Makin pedas dan gurih kalau dimakan selagi panas, apalagi bareng nasi putih hangat!


Gampang Nggak Sih Masaknya?

Tenang, masak Pindang Tulang nggak serumit yang kamu bayangin. Asal punya bahan lengkap dan sabar ngerebus tulangnya sampai empuk, dijamin bisa. Nih, sekilas cara bikinnya:

Bahan Utama:

  • Tulang iga sapi (1 kg)

  • Cabai merah keriting (10 buah)

  • Cabai rawit merah (sesuai selera)

  • Bawang merah & putih

  • Kunyit, jahe, lengkuas, serai

  • Tomat, belimbing wuluh, daun kemangi

  • Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya

Langkah Singkat:

  1. Rebus tulang sampai empuk.

  2. Haluskan bumbu dan tumis sampai harum.

  3. Masukkan bumbu ke dalam rebusan tulang.

  4. Tambahkan belimbing wuluh, tomat, dan daun kemangi.

  5. Koreksi rasa, masak hingga bumbu meresap.

Gampang, kan?


Cocok Buat Acara Keluarga atau Santapan Spesial

Pindang Tulang sering banget disajikan saat acara keluarga, syukuran, atau pas kumpul bareng temen. Rasanya yang kaya bikin semua orang suka. Disajikan panas-panas bareng nasi, sambal, dan lalapan, dijamin nambah terus!

Bahkan sekarang, banyak rumah makan Palembang yang punya menu Pindang Tulang ini karena udah jadi salah satu makanan khas kebanggaan daerah Sumatera Selatan.


Tips Biar Makin Mantap

  • Pakai tulang iga yang masih ada sumsumnya buat sensasi hisap-hisap yang nikmat.

  • Rebus tulang dua kali: rebusan pertama dibuang buat ngilangin bau amis.

  • Jangan pelit cabai kalau kamu suka pedas!

  • Tambahkan nanas potong kalau suka rasa manis-asam yang seimbang.


Penutup: Sekali Coba, Pasti Ketagihan

Pindang Tulang bukan sekadar makanan, tapi pengalaman rasa yang bikin kangen. Pedas, gurih, dan aromanya kuat banget — cocok buat lidah orang Indonesia yang doyan rempah-rempah. Sekali coba, susah buat berhenti.

Kalau belum pernah nyicip, coba deh sekali aja. Tapi awas, nanti malah jadi langganan masak sendiri tiap minggu!

Brengkes Patin: Aroma Daun dan Rempah Tradisi Palembang

Resep Pepes Ikan Patin | IDN Times

1. Kenalan Dulu Sama Brengkes Patin

Kalau kamu pernah main ke Palembang wisatatpikota.id , pasti nggak asing lagi sama yang namanya brengkes patin. Ini bukan sembarang masakan, tapi sajian yang penuh cita rasa dan kaya tradisi. Brengkes patin itu sejenis pepes, cuma versi khas Palembang. Yang bikin beda? Bumbunya yang kuat dan cara masaknya yang unik pakai daun pisang, bikin aromanya keluar banget pas dibuka.

Ikan patin jadi bahan utamanya, karena dagingnya lembut dan gampang nyerap bumbu. Nggak heran kalau makanan ini jadi favorit di banyak keluarga, apalagi kalau lagi kumpul bareng.


2. Dari Dapur Tradisional ke Meja Makan Modern

Walau dulu masakan ini cuma dibuat di rumah-rumah atau acara keluarga, sekarang makanan ini udah banyak ditemuin di restoran atau tempat makan khas Palembang. Tapi tetap aja, yang paling enak itu buatan rumah—yang bumbunya diracik sendiri, dibungkus rapi pakai daun pisang, lalu dikukus atau dibakar sampai harum semerbak.

Makanan ini bukti kalau resep warisan itu nggak lekang oleh waktu. Justru makin kesini, makin banyak yang penasaran dan pengen nyobain. Anak muda juga mulai banyak yang suka, apalagi buat lauk harian yang praktis tapi tetap tradisional.


3. Bumbu Rahasia yang Nggak Pernah Gagal

Yang bikin makanan ini istimewa adalah racikan bumbunya. Biasanya terdiri dari bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, jahe, lengkuas, cabai, dan terasi. Semua bahan ini dihaluskan, lalu ditumis sebentar biar wangi, baru deh dibalur ke ikan patin yang sudah dibersihin.

Nggak lupa juga ditambah daun kemangi, serai, dan potongan tomat biar makin sedap. Lalu, semuanya dibungkus rapat pakai daun pisang. Bau harum dari daun yang dikukus inilah yang jadi ciri khasnya—nggak bisa digantiin sama aluminium foil atau bahan lain.


4. Masak Brengkes Patin Itu Gampang, Asal Telaten

Buat kamu yang pengen nyobain bikin sendiri di rumah, tenang aja, nggak sesulit kelihatannya kok. Kuncinya cuma satu: sabar dan telaten. Karena semua proses dari bersihin ikan, halusin bumbu, sampai bungkus-membungkus butuh waktu.

Tapi hasilnya dijamin sepadan! Kamu bisa pilih mau dikukus atau dibakar. Kalau dikukus, tekstur ikannya lembut banget. Tapi kalau dibakar, aromanya lebih keluar dan ada sensasi gosong-gosong gurih yang enak banget.


5. Cocok Buat Segala Suasana

Mau makan siang di rumah? makanan ini cocok. Lagi ada arisan keluarga? Sajikan ini, dijamin ludes. Bahkan buat bekal kerja pun bisa banget, tinggal panasin ulang aja. Karena rasanya yang kuat dan khas, makanan ini juga cocok disandingin sama nasi hangat dan sambal terasi.

Selain enak, makanan ini juga sehat. Karena dimasak tanpa digoreng, kandungan lemaknya rendah. Plus, bumbunya penuh rempah alami yang baik buat tubuh.


6. Melestarikan Rasa Lewat Dapur

Makanan ini bukan cuma soal makan enak, tapi juga bagian dari upaya melestarikan kuliner tradisional Indonesia. Di tengah maraknya makanan cepat saji dan tren kuliner luar negeri, makanan seperti ini jadi pengingat bahwa kita punya warisan rasa yang luar biasa.

Makin sering kita masak dan nikmatin brengkes patin, makin besar peluang resep ini bisa bertahan sampai generasi selanjutnya. Yuk, jangan biarkan resep nenek kita hilang begitu aja.


Penutup: Saatnya Kamu Coba!

Kalau kamu belum pernah cobain brengkes patin, sekarang saatnya! Bisa bikin sendiri di rumah atau cari di tempat makan khas Palembang. Yang jelas, sekali coba pasti pengen lagi. Aromanya menggoda, rasanya nendang, dan pastinya penuh kenangan.

Gulo Puan: Manis Legit dari Susu Kerbau, Camilan Palembang

Indonesia.go.id - Gulo Puan Kudapan Para Bangsawan Palembang

1. Pernah Dengar Gulo Puan? Camilan Jadul yang Mulai Langka

Kalau kamu besar di Palembang atau daerah sekitarnya, mungkin pernah dengar nama gulo puan. Tapi buat generasi sekarang, nama ini terdengar asing, ya?

Makanan ini adalah camilan tradisional khas Palembang yang terbuat dari dua bahan utama: susu kerbau dan gula batok. Rasanya manis banget, legit, dan teksturnya lumer kayak karamel, tapi lebih creamy. Uniknya lagi, makanan ini sudah ada sejak zaman Kesultanan Palembang. Jadi bukan cuma enak, tapi juga punya nilai sejarah tinggi.

2. Apa Itu Sebenarnya Gulo Puan?

Dalam bahasa Palembang, “gulo” berarti gula dan “puan” berarti susu. Jadi, sesuai namanya, camilan ini dibuat dari campuran susu kerbau murni dan gula batok (atau gula merah).

Cara bikinnya pun unik: susu direbus lama banget bareng gula sampai mengental dan berubah warna jadi cokelat keemasan. Rasanya? Manis, gurih, dan ada rasa khas dari susu kerbau yang beda dari susu sapi biasa.

3. Kenapa Gulo Puan Mulai Sulit Ditemukan?

Salah satu alasan kenapa camilan ini mulai langka adalah karena susu kerbau sekarang susah dicari. Dulu, di daerah Palembang seperti Ogan Ilir atau Banyuasin, banyak peternak kerbau. Tapi sekarang makin jarang, karena kerbau udah nggak banyak dibudidayakan.

Belum lagi, proses pembuatannya butuh waktu dan kesabaran. Harus dimasak pelan-pelan, diaduk terus sampai mengental. Makanya, gak banyak orang yang mau jual camilan ini secara komersial. Padahal rasanya luar biasa!

4. Proses Bikin Gulo Puan yang Bikin Penasaran

Meskipun kelihatannya simpel, proses bikin gulo puan itu bisa makan waktu berjam-jam. Ini dia langkah umumnya:

Bahan-bahan:

  • 1 liter susu kerbau murni

  • 300 gram gula batok atau gula merah halus

Cara membuat:

  1. Campur susu kerbau dan gula dalam kuali.

  2. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk.

  3. Rebus hingga cairan mengental dan berwarna cokelat.

  4. Setelah kental, diamkan hingga dingin dan mengeras.

Setelah jadi, camilan ini biasanya disimpan dalam stoples dan bisa tahan beberapa minggu tanpa bahan pengawet, lho.

5. Disantap dengan Apa Sih Gulo Puan?

Biasanya, camilan ini disantap bareng roti, ketan, atau bahkan langsung dimakan pakai sendok. Di masa lalu, makanan ini sering jadi suguhan di acara penting, termasuk untuk tamu kerajaan.

Rasa manis legitnya bikin cocok buat sarapan ringan atau camilan sore. Teksturnya yang creamy dan aroma khas dari gula dan susu bikin nagih!

6. Nilai Budaya dan Sejarah di Balik Gulo Puan

Gulo puan bukan cuma soal rasa. Ini adalah bagian dari sejarah kuliner Palembang. Dulu, makanan ini disajikan khusus untuk keluarga bangsawan atau tamu kehormatan. Jadi, bisa dibilang camilan ini punya “status istimewa”.

Sayangnya, karena makin jarang dibuat, banyak orang muda sekarang gak tahu lagi soal makanan ini. Padahal, kalau dilestarikan, camilan ini bisa banget jadi oleh-oleh khas Palembang yang unik dan bernilai.

7. Saatnya Bangkitkan Lagi Camilan Klasik Ini

Melihat semakin langkanya camilan ini, penting banget nih buat generasi muda mengenal dan mencoba melestarikannya. Kamu bisa mulai dari mencoba resepnya di rumah, atau cari produsen lokal yang masih buat makanan ini secara tradisional.

Bahkan kalau kamu punya ide bisnis kuliner, camilan ini bisa banget jadi produk unggulan. Bayangkan aja, camilan klasik yang unik, enak, dan penuh sejarah – siapa yang gak tertarik?


Penutup: Gulo Puan, Manis yang Membawa Kenangan

Gulo puan adalah bukti bahwa makanan tradisional Indonesia itu kaya, unik, dan punya cerita. Camilan sederhana dari susu kerbau dan gula ini memang mulai langka, tapi bukan berarti harus dilupakan.

Yuk, kenali lagi makanan khas dari daerah kita. Karena dari makanan juga, kita bisa belajar banyak soal budaya, sejarah, dan rasa cinta tanah air.

Celimpungan: Kuah Kuning Kental Cita Rasa Klasik Palembang

CELIMPUNGAN KHAS PALEMBANG. RESEP DARI ORANG PALEMBANG ASLI. - YouTube

1. Apa Itu Celimpungan? Yuk Kenalan Dulu

Kalau kamu pernah mencicipi pempek atau tekwan, pasti familiar dengan rasa khas dari masakan Palembang wisatatpikota.id . Tapi, pernah dengar “celimpungan”? Nah, makanan ini salah satu kuliner tradisional dari Sumatera Selatan yang gak boleh dilewatkan.

Makanan ini terbuat dari adonan ikan giling dan sagu, mirip kayak pempek, tapi disajikan dengan kuah kuning kental yang kaya rempah. Rasanya gurih, creamy, dan pastinya bikin nagih!

2. Beda Celimpungan dengan Pempek, Tekwan, dan Kawan-kawannya

Banyak orang salah kaprah ngira celimpungan itu sama aja kayak pempek kuah. Padahal beda banget, lho!

Kalau pempek itu digoreng dan disajikan dengan cuko yang asam-manis, makanan ini justru direbus dan disajikan dalam kuah santan kuning yang legit dan gurih. Teksturnya lebih lembut, dan rempah di kuahnya berani banget. Nah, inilah yang bikin celimpungan punya tempat spesial di hati pecinta kuliner.

3. Bahan Dasar: Sederhana Tapi Penuh Rasa

Yang bikin makanan ini unik adalah bahan dasarnya. Cuma butuh ikan giling (biasanya ikan tenggiri), sagu, dan rempah-rempah seperti kunyit, bawang putih, kemiri, jahe, dan serai. Jangan lupa santan, karena kuahnya harus kental dan gurih.

Biasanya, makanan ini disajikan dengan irisan bawang goreng dan daun bawang biar makin wangi dan nikmat.

4. Cara Bikin Celimpungan di Rumah, Gampang Kok!

Pengen coba bikin celimpungan sendiri? Tenang, gak susah kok! Ini langkah sederhananya:

Bahan adonan:

  • 250 gr ikan tenggiri giling

  • 100 gr sagu/tapioka

  • Garam secukupnya

Kuah kuning:

  • 400 ml santan kental

  • 3 siung bawang putih

  • 2 butir kemiri

  • 1 ruas kunyit

  • 1 ruas jahe

  • 1 batang serai, geprek

  • Garam dan gula secukupnya

  • Daun salam dan daun jeruk

Cara membuat:

  1. Campur ikan giling dan sagu, bentuk bulat pipih.

  2. Rebus dalam air mendidih sampai mengapung.

  3. Tumis bumbu halus, masukkan santan dan bumbu daun.

  4. Masukkan bola celimpungan ke dalam kuah, masak hingga meresap.

Mudah, kan? Cita rasa rumahan yang bisa kamu hadirkan di dapur sendiri.

5. Cocok Disantap Saat Santai atau Jamuan Keluarga

Celimpungan bukan cuma enak disantap sendirian, tapi juga cocok banget jadi sajian spesial saat kumpul keluarga. Biasanya, celimpungan sering muncul di hari-hari besar seperti Lebaran atau acara adat Palembang.

Kuahnya yang hangat dan kaya rempah bikin siapa pun merasa ‘homey’. Apalagi kalau dimakan bareng sambal dan kerupuk, wah makin mantap!

6. Nilai Budaya dan Warisan Kuliner yang Harus Dilestarikan

Kuliner bukan cuma soal rasa, tapi juga soal cerita. Celimpungan adalah bagian dari identitas kuliner Sumatera Selatan. Dengan mengenalkan dan melestarikannya, kita ikut menjaga kekayaan budaya Indonesia.

Makanya, jangan ragu untuk belajar masak, menulis resepnya, atau bahkan mengenalkannya ke teman-teman di luar daerah.


Penutup: Celimpungan, Gurih yang Tak Terlupakan

Dari tampilan sampai rasa, celimpungan memang layak jadi primadona kuliner khas Palembang. Kuah kuningnya yang kental dan bumbu rempahnya yang medok, bikin makanan ini punya keunikan yang gak bisa ditiru kuliner lain.

Kalau kamu belum pernah coba, wajib banget masukin celimpungan ke daftar kuliner yang harus kamu cicipi. Dan kalau kamu udah pernah, coba deh bikin sendiri di rumah. Gak ada salahnya lho berbagi warisan rasa Nusantara dari dapur sendiri!