Kenalan Dulu Sama Kue Rangi, Yuk!
Kamu pernah dengar nama kue rangi https://wisatatpikota.id/ ? Kalau kamu asli Jakarta atau pernah jajan di pasar tradisional, pasti nggak asing sama camilan satu ini. Kue rangi adalah jajanan khas Betawi yang punya rasa legit, gurih, dan sedikit manis dari saus gula merahnya.
Yang bikin unik, kue ini dimasak pakai cetakan khusus dari tanah liat atau logam, mirip kayak cetakan pukis, tapi lebih kecil dan punya aroma khas saat dipanaskan. Cetakan ini bikin tekstur kue rangi jadi renyah di luar, lembut di dalam!
Asal-Usul dan Cerita di Balik Kue Rangi
Kue ini sudah ada sejak dulu banget, bahkan dari zaman nenek moyang orang Betawi. Nama “rangi” sendiri konon katanya berasal dari kata “meranggi” atau “merang” (batang padi yang dibakar), karena dulu cetakan kue ini dipanaskan dengan bara dari merang.
Dulu kue ini sering dijual oleh pedagang keliling yang bawa gerobak dorong dan mangkal di sudut kampung. Kini, meski jarang, masih bisa ditemukan di beberapa pasar atau festival kuliner Betawi. Yang jelas, kue ini punya nilai nostalgia tinggi buat banyak orang.
Bahan Dasar yang Sederhana Tapi Bikin Nagih
Salah satu daya tarik kue ini adalah bahan-bahannya yang sederhana dan murah meriah, tapi hasilnya luar biasa enaknya. Bahannya cuma:
-
Tepung sagu (kadang disebut juga tepung kanji)
-
Kelapa parut kasar (lebih enak kalau agak tua)
-
Sedikit garam
-
Air
Adonan ini dicetak di loyang panas tanpa minyak, lalu setelah matang, disiram pakai saus gula merah kental yang diberi potongan nanas atau nangka. Perpaduan gurih dari kelapa dan tepung sagu dengan manisnya saus, bikin nagih banget!
Cetakan Tradisional, Kunci Keunikan Rasa
Salah satu hal yang bikin rasa kue ini nggak bisa ditiru oleh oven modern atau teflon biasa adalah cetakan tradisionalnya. Biasanya terbuat dari logam berat atau tanah liat, cetakan ini dibakar langsung di atas api sampai panas banget.
Adonan sagu dan kelapa dimasukkan ke dalam cetakan panas tanpa minyak, lalu ditutup. Panas tinggi bikin bagian bawahnya renyah kecoklatan, sedangkan bagian atasnya tetap lembut. Cetakan ini juga ngasih aroma khas yang nggak bisa didapat dari alat modern.
Kue Rangi di Era Modern, Masih Eksis Nggak Sih?
Meski jajanan kekinian makin merajalela, kue rangi masih punya tempat di hati pecinta kuliner tradisional. Sekarang banyak UMKM atau food stall yang mulai menghadirkan lagi kue rangi dengan sedikit sentuhan modern. Ada yang tambahkan topping cokelat, keju, bahkan matcha!
Tapi tetap, versi klasiknya yang pakai saus gula merah dan nangka tetap jadi favorit. Bahkan banyak orang yang rela antre panjang waktu ada festival kuliner Betawi, cuma buat makan kue ini hangat-hangat langsung dari cetakannya.
Cara Bikin Kue Rangi Sendiri di Rumah
Pengen coba bikin sendiri? Tenang, meskipun cetakan tradisional agak susah dicari, kamu bisa pakai cetakan kue pukis atau teflon bentuk kecil sebagai alternatif.
Berikut resep singkatnya:
Bahan adonan:
-
250 gr kelapa parut kasar
-
150 gr tepung sagu
-
1/2 sdt garam
-
150 ml air
Saus:
-
200 gr gula merah
-
100 ml air
-
1 sdt maizena larutkan dengan 2 sdm air
-
Potongan kecil nanas atau nangka
Langkah:
-
Campur kelapa, tepung sagu, garam, dan air. Aduk rata.
-
Panaskan cetakan, isi adonan, tutup, dan masak hingga bagian bawah kecokelatan.
-
Rebus gula merah dan air hingga larut, tambahkan larutan maizena, masak hingga mengental.
-
Sajikan kue dengan siraman saus gula merah dan potongan buah.
Kenapa Harus Coba Kue Rangi Sekarang Juga?
Kue rangi bukan cuma enak, tapi juga simbol budaya Betawi yang sederhana tapi kaya makna. Di tengah serbuan camilan kekinian, kue ini tetap jadi bukti bahwa tradisi bisa bertahan kalau terus dilestarikan.
Jadi, kalau kamu nemu penjual kue rangi, jangan ragu buat beli. Atau coba bikin sendiri di rumah. Siapa tahu, dari dapur kamu, kue ini bisa dikenal lebih luas lagi!