Laklak, Si Kue Tradisional yang Bikin Nagih
Kalau kamu pernah ke Bali dan jalan-jalan di pasar tradisional, pasti nggak asing dengan yang namanya laklak. Kue tradisional khas Bali ini memang selalu berhasil bikin kita pengen terus nambah. Bentuknya kecil, bulat, dengan tekstur lembut dan sedikit kenyal. Rasanya manis dan wangi karena ada parutan kelapa serta gula merah yang lumer di atasnya.
Laklak sering jadi cemilan favorit orang Bali, apalagi kalau disantap hangat-hangat. Dari rasa sampai tampilannya, semua bikin selera makan langsung naik!
Asal-Usul Laklak yang Mengakar di Budaya Bali
Laklak bukan cuma makanan biasa, tapi juga bagian dari tradisi Bali yang sudah turun-temurun. Biasanya laklak disajikan saat upacara adat, sesajen, atau perayaan keluarga. Karena bentuk dan rasanya yang sederhana tapi lezat, laklak jadi simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat Bali.
Kue ini juga sering kita temukan di pasar pagi dan festival kuliner di Pulau Dewata. Jadi, laklak bukan cuma makanan, tapi juga cerita budaya yang hidup sampai sekarang.
Bahan Dasar Laklak yang Sederhana tapi Istimewa
Laklak dibuat dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di Bali dan sekitarnya. Biasanya bahan utamanya adalah tepung beras, santan, gula merah, dan kelapa parut. Resepnya sederhana, tapi cara memasaknya butuh ketelatenan supaya hasilnya pas.
Warna hijau alami yang sering terlihat pada laklak berasal dari daun suji atau pandan, yang juga bikin aromanya makin harum dan segar.
Cara Membuat Laklak yang Gampang dan Praktis
Kalau kamu suka masak dan mau coba bikin sendiri, bikin laklak ternyata nggak ribet, kok. Ini langkah mudahnya:
-
Campur tepung beras, santan, dan daun suji yang sudah dihaluskan
-
Aduk sampai adonan licin dan nggak bergerindil
-
Panaskan cetakan khusus laklak di atas api sedang
-
Tuang adonan ke cetakan, masak sampai permukaannya berlubang dan setengah matang
-
Taburi gula merah cair dan parutan kelapa di atasnya
-
Angkat dan sajikan hangat
Dengan sedikit latihan, kamu bisa bikin laklak enak ala Bali sendiri di rumah!
Mengapa Laklak Jadi Favorit Banyak Orang?
Ada beberapa alasan kenapa laklak jadi favorit banyak orang, baik warga lokal maupun turis:
-
Rasa manis alami dari gula merah yang legit
-
Tekstur lembut dan kenyal yang pas di lidah
-
Aroma daun suji atau pandan yang segar
-
Cemilan yang nggak bikin eneg karena porsinya kecil
-
Mudah ditemukan di mana-mana di Bali
Laklak juga cocok buat kamu yang suka cemilan tradisional tapi pengen sesuatu yang berbeda dari jajanan biasa.
Laklak dan Variasi Kekinian
Walau laklak adalah kue tradisional, kini banyak inovasi yang bikin laklak makin menarik. Ada laklak dengan tambahan topping seperti keju, cokelat, atau bahkan es krim yang bikin rasanya makin modern dan cocok buat anak muda.
Beberapa kafe dan warung di Bali bahkan mengkombinasikan laklak dengan bahan internasional tapi tetap mempertahankan rasa tradisionalnya. Jadi, laklak nggak cuma klasik tapi juga kekinian!
Cara Menikmati Laklak yang Paling Pas
Supaya laklak makin nikmat, ada beberapa tips supaya kamu bisa menikmati cemilan ini dengan maksimal:
-
Santap saat laklak masih hangat, supaya teksturnya lembut dan gula merahnya lumer di mulut
-
Padukan dengan teh hangat atau kopi Bali untuk sensasi lengkap
-
Jangan lupa cicipi dengan parutan kelapa asli, karena itu yang bikin rasa laklak jadi unik
Kalau kamu suka manis tapi nggak mau terlalu berat, laklak adalah pilihan cemilan yang pas banget.
Di Mana Bisa Menemukan Laklak Asli Bali?
Kalau kamu lagi di Bali, kamu bisa dengan mudah menemukan laklak di pasar tradisional seperti Pasar Ubud, Pasar Kumbasari, atau Pasar Badung Denpasar. Selain itu, warung-warung kecil dan pedagang kaki lima juga sering jual laklak.
Kalau nggak sempat ke Bali, sekarang banyak juga yang jual laklak kemasan frozen dan bisa dikirim ke luar Bali, jadi kamu tetap bisa menikmati kue tradisional ini di rumah.
Tinggalkan Balasan