Semua tulisan dari admin

Biji Ketapang: Renyahnya Kudapan Khas di Hari Raya

Resep Biji Ketapang

Biji Ketapang, Kudapan Khas yang Selalu Ada di Meja Lebaran

Kalau udah ngomongin soal Hari Raya, pasti nggak jauh-jauh dari yang namanya makanan khas, kan? Salah satu cemilan yang paling sering nongol di meja tamu adalah biji ketapang https://wisatatpikota.id/ . Cemilan satu ini emang punya rasa gurih dan tekstur renyah yang bikin nagih. Bentuknya kecil-kecil, tapi pas digigit… wah, langsung berasa sensasinya!

Biji ketapang bukan cuma cemilan biasa. Di balik bentuknya yang sederhana, ternyata makanan ini punya sejarah dan nilai nostalgia yang cukup dalam, terutama buat kamu yang tumbuh besar di Indonesia.


Asal Usul Nama “Biji Ketapang”

Mungkin kamu pernah mikir, kenapa namanya biji ketapang? Apakah ada hubungannya sama pohon ketapang? Jawabannya: iya, bentuknya memang mirip sama biji dari pohon ketapang, meskipun sebenarnya bahan pembuatnya nggak ada kaitan sama sekali sama biji asli dari pohon itu.

Cemilan ini sebenarnya terbuat dari campuran tepung terigu, kelapa parut, telur, gula, dan margarin. Setelah adonan jadi, biasanya dibentuk lonjong atau pipih, lalu digoreng sampai kuning keemasan. Nah, karena bentuknya yang mirip ketapang, akhirnya disebut begitu deh!


Cemilan Wajib Saat Lebaran

Setiap keluarga punya kebiasaan masing-masing saat Hari Raya. Tapi satu hal yang hampir pasti sama: nyediain toples-toples kue buat tamu. Di antara nastar, kastengel, dan kue kering lainnya, biji ketapang selalu punya tempat spesial.

Rasanya yang gurih, teksturnya yang kriuk, dan cara makannya yang gampang (tinggal colek dan hap!) bikin cemilan ini disukai semua umur. Apalagi buat kamu yang doyan ngemil sambil ngobrol bareng keluarga, ketapang tuh cocok banget!


Resep Simpel Biji Ketapang ala Rumahan

Bikin biji ketapang di rumah sebenarnya nggak susah, kok. Bahan-bahannya gampang dicari dan cara buatnya juga simpel. Nih, ada resep praktis yang bisa kamu coba:

Bahan-bahan:

  • 500 gr tepung terigu

  • 100 gr gula pasir

  • 2 butir telur

  • 100 gr margarin (lelehkan)

  • 1/2 butir kelapa parut (pilih yang agak tua)

  • Sejumput garam

  • Minyak goreng secukupnya

Cara membuat:

  1. Campur semua bahan (kecuali minyak) sampai jadi adonan yang bisa dibentuk.

  2. Uleni hingga kalis, lalu bentuk memanjang seperti batang.

  3. Potong kecil-kecil menyerong (biar bentuknya mirip biji).

  4. Panaskan minyak, goreng sampai kuning kecokelatan.

  5. Tiriskan dan dinginkan. Simpan dalam toples kedap udara.

Gampang banget, kan? Rasanya juga bisa kamu sesuaikan, misalnya mau ditambah vanili biar wangi, atau sedikit santan buat rasa lebih gurih.


Variasi Rasa yang Makin Modern

Walaupun biji ketapang dikenal sebagai cemilan tradisional, sekarang udah banyak banget variasi rasanya. Ada yang dibuat dengan tambahan keju, cokelat bubuk, bahkan rasa pandan atau kopi.

Inovasi ini bikin ketapang tetap eksis dan disukai semua generasi. Tapi tetap, versi originalnya yang gurih dan renyah itu masih jadi favorit utama, apalagi buat para orang tua yang kangen suasana lebaran zaman dulu.


Tips Menyimpan Agar Tetap Renyah

Salah satu masalah umum dari cemilan goreng kayak gini adalah gampang melempem. Nah, supaya ketapang kamu tetap renyah, coba ikuti tips ini:

  • Simpan dalam toples kaca atau plastik yang benar-benar rapat.

  • Jangan campur dengan cemilan lain yang punya aroma kuat.

  • Taruh di tempat sejuk dan kering, jauh dari sinar matahari langsung.

  • Pastikan ketapang benar-benar dingin sebelum ditutup agar nggak lembab.

Dengan cara ini, ketapang buatanmu bisa tahan sampai berminggu-minggu, lho!


Penutup: Biji Ketapang, Simpel Tapi Bikin Rindu

Di tengah banyaknya pilihan kue modern, biji ketapang tetap jadi simbol sederhana dari kehangatan Hari Raya. Nggak perlu mewah, yang penting bisa bikin suasana kumpul jadi lebih hangat dan akrab.

Jadi, kalau kamu lagi nyiapin cemilan buat lebaran atau sekadar pengin nostalgia rasa masa kecil, coba deh bikin atau beli ketapang. Renyahnya itu, nggak bakal pernah bohongin lidah.

Sayur Babanci: Kuliner Langka yang Penuh Cerita Budaya

Ingat Rasanya Sayur Babanci? Makanan Khas Betawi yang Hampir Punah

Apa Itu Sayur Babanci? Yuk Cari Tahu!

Pernah dengar tentang Sayur Babanci https://wisatatpikota.id/? Kalau belum, kamu nggak sendirian. Sayur ini termasuk kuliner langka khas Betawi yang jarang banget ditemukan di tempat umum. Sayur Babanci adalah hidangan sayur yang biasanya dibuat dari campuran berbagai sayuran segar dengan kuah santan yang gurih dan sedikit asam.

Selain rasanya yang unik, sayur ini punya makna dan cerita tersendiri dalam budaya Betawi. Jadi, bukan cuma soal makan enak, tapi juga soal menjaga tradisi yang mulai terlupakan.


Asal-Usul Sayur Babanci dari Kampung Betawi

Sayur Babanci sudah ada sejak lama di kampung-kampung Betawi. Kata “Babanci” sendiri dalam bahasa Betawi artinya campur-campur. Sesuai banget, karena sayur ini memang dibuat dari berbagai macam sayuran dan bumbu yang dicampur jadi satu.

Biasanya, sayur ini disajikan di acara-acara keluarga atau saat kumpul besar. Ada juga yang bilang, dulu sayur Babanci jadi simbol kekayaan alam dan kerukunan, karena semua bahan disatukan dalam satu hidangan.


Bahan-Bahan Sayur Babanci yang Bikin Nagih

Salah satu keunikan sayur Babanci adalah bahan-bahannya yang beragam dan alami. Beberapa sayuran yang biasa dipakai:

  • Labu siam

  • Terong ungu

  • Kacang panjang

  • Daun melinjo

  • Jagung muda

  • Kelapa parut untuk kuah santan

Kuahnya dibuat dari campuran santan dan bumbu tradisional seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, dan daun salam. Kadang-kadang ditambahkan juga sedikit asam jawa untuk rasa segar dan ringan.


Cara Memasak Sayur Babanci yang Gampang dan Autentik

Meskipun kelihatan rumit, cara memasak sayur Babanci sebenarnya sederhana. Berikut langkahnya:

  1. Tumis bumbu halus: bawang merah, bawang putih, kemiri, dan daun salam sampai harum.

  2. Masukkan santan dan bahan sayur: mulai dari yang keras seperti jagung muda dan labu siam.

  3. Masak sampai setengah matang, baru masukkan sayuran yang cepat matang seperti terong dan kacang panjang.

  4. Tambahkan asam jawa dan garam sesuai selera.

  5. Masak sampai semua sayur empuk dan kuah sedikit mengental.

Hidangan siap disantap hangat dengan nasi putih. Rasanya gurih, segar, dan sedikit asam yang bikin nagih.


Kenapa Sayur Babanci Jadi Kuliner Langka?

Sayur Babanci mulai langka karena beberapa alasan. Pertama, bahan-bahannya yang bervariasi kadang sulit ditemukan sekaligus di pasar modern. Kedua, proses memasaknya yang memakan waktu dan ribet membuat generasi muda kurang tertarik untuk memasak.

Selain itu, perubahan gaya hidup dan makanan cepat saji membuat sayur tradisional seperti Babanci tersingkir sedikit demi sedikit. Padahal, nilai budaya dan rasa khasnya sangat berharga.


Sayur Babanci dan Makna Budayanya bagi Orang Betawi

Sayur Babanci bukan cuma soal makanan, tapi juga soal persatuan dan kerukunan. Dalam satu mangkok, ada banyak bahan yang berbeda, tapi bisa hidup bersama jadi satu rasa nikmat. Ini simbol betapa pentingnya kebersamaan di masyarakat Betawi.

Di beberapa acara adat Betawi, sayur Babanci masih jadi menu wajib sebagai tanda rasa syukur dan kebersamaan keluarga besar.


Tips Biar Kamu Bisa Menikmati Sayur Babanci Asli di Rumah

Kalau mau coba bikin sendiri, penting banget untuk mencari bahan-bahan yang segar dan asli. Kalau gak semua sayur tersedia, kamu bisa sesuaikan dengan sayur lokal yang punya tekstur dan rasa mirip.

Jangan lupa pakai santan segar untuk kuahnya supaya rasanya makin mantap. Masak dengan api kecil supaya santan gak pecah dan kuah tetap kental.


Sayur Babanci di Era Digital: Peluang untuk Dilestarikan

Kini, dengan bantuan teknologi dan media sosial, sayur Babanci mulai dikenalkan lagi ke generasi muda. Banyak food blogger dan pecinta kuliner yang mengangkat resep ini supaya tidak hilang ditelan zaman.

Kalau kamu tertarik, coba share resep atau cerita tentang sayur Babanci di akun sosial media kamu. Dengan cara ini, kita bisa bantu melestarikan salah satu warisan kuliner Betawi yang penuh cerita.


Kesimpulan: Sayur Babanci, Lebih dari Sekadar Masakan

Sayur Babanci itu kaya rasa, kaya cerita, dan kaya makna. Hidangan ini nggak hanya memanjakan lidah, tapi juga mengingatkan kita pada pentingnya menjaga tradisi dan kebersamaan.

Jadi, kalau kamu suka kuliner khas dan ingin mengenal budaya Betawi lebih dekat, jangan lupa coba sayur Babanci. Selain enak, kamu juga ikut melestarikan warisan budaya yang mulai langka ini.

Sayur Babanci, kuliner langka Betawi yang kaya cerita budaya, rasa segar dan unik, warisan turun-temurun yang patut dilestarikan.

Sambal Godok: Pedas Nikmat Penggugah Selera Betawi

Sambal Godok - Pete teman ketupat Lebaran

Sambal Godok Itu Apa Sih? Yuk Kenalan Dulu

Kalau kamu penggemar sambal dan belum pernah coba sambal godok https://wisatatpikota.id/ , berarti kamu harus baca sampai habis. Sambal ini  adalah sambal khas dari Betawi yang dimasak dengan cara direbus atau dimasak di atas api, beda dari kebanyakan sambal yang cuma diulek mentah.

Karena dimasak, sambal ini punya rasa lebih dalam, gurih, dan pedasnya nendang. Cocok banget buat teman makan nasi, tahu goreng, ikan asin, atau apa aja yang ada di rumah. Satu sendok sambal ini bisa bikin nafsu makan naik dua kali lipat!


Asal-Usul Sambal Godok dari Dapur Orang Betawi

Sambal godok udah jadi bagian dari hidangan sehari-hari orang Betawi sejak dulu. Kata “godok” sendiri dalam bahasa Betawi artinya “rebus” atau “masak”. Jadi sambal ini memang beda karena bukan sambal mentah, tapi sambal matang.

Biasanya sambal ini hadir di meja makan saat keluarga besar ngumpul. Baunya aja udah bikin lapar, apalagi kalau disajikan sama nasi putih hangat dan lauk pauk sederhana.


Bahan-Bahan Sambal Godok yang Sederhana Tapi Nendang

Yang bikin sambal ini menarik, selain rasanya, adalah bahannya yang gampang dicari dan murah meriah. Kamu bisa nemu semua bahan ini di dapur rumah:

  • Cabe merah keriting

  • Cabe rawit (buat kamu yang doyan super pedas)

  • Bawang merah

  • Bawang putih

  • Tomat merah

  • Terasi bakar

  • Garam dan gula merah

  • Sedikit minyak dan air

Nggak pakai bahan ribet atau mahal. Tapi pas udah jadi, rasanya luar biasa enak dan nagih!


Cara Bikin Sambal Godok Anti Gagal

Pengen coba bikin sendiri? Nih langkah-langkahnya:

  1. Rebus semua bahan: cabe, tomat, bawang merah, bawang putih. Cukup rebus sebentar sampai layu.

  2. Ulek kasar atau blender sebentar: jangan sampai terlalu halus biar teksturnya masih berasa.

  3. Tumis dengan sedikit minyak: tambahkan terasi, garam, dan gula merah. Aduk sampai matang dan harum.

  4. Tambahkan air sedikit: biar teksturnya agak encer dan mudah disantap.

  5. Masak sampai menyatu: jangan lupa tes rasa, sesuaikan tingkat pedasnya sesuai selera.

Voila! Sambal godok siap disajikan.


Kenapa Sambal Godok Bisa Jadi Favorit Banyak Orang?

Sambal godok itu punya cita rasa khas: pedas, gurih, dan sedikit manis dari gula merah. Karena dimasak, aromanya keluar banget, dan sambalnya juga lebih awet disimpan di kulkas.

Buat kamu yang nggak terlalu suka sambal mentah, sambal ini bisa jadi pilihan karena lebih ringan di perut dan tetap kaya rasa. Selain itu, sambal ini fleksibel banget. Mau makan sama ayam goreng, tempe, tahu, ikan asin, bahkan mie instan — semuanya cocok!


Tips Tambahan Biar Sambal Godok Kamu Makin Mantap

  • Terasi wajib dibakar dulu biar aromanya keluar.

  • Kalau suka rasa asam, bisa tambahin sedikit perasan jeruk limau di akhir masak.

  • Jangan terlalu banyak air, cukup untuk bikin sambalnya menyatu aja.

  • Simpan di wadah kaca biar tahan lama di kulkas, bisa 3–4 hari masih enak.


Sambal Godok di Era Modern: Masih Dicari, Lho!

Walaupun sekarang banyak sambal kekinian yang viral, sambal ini tetap punya tempat di hati pecinta sambal. Bahkan, di beberapa restoran Betawi atau warteg, sambal ini masih jadi menu andalan.

Beberapa UMKM juga mulai mengemas sambal ini dalam bentuk botolan. Jadi buat kamu yang sibuk dan nggak sempat bikin, bisa beli versi siap saji dan tinggal cocol!


Ayo Lestarikan Sambal Khas Nusantara!

Sambal ini bukan sekadar pelengkap makan. Ia adalah bagian dari kekayaan kuliner Betawi yang harus dijaga dan dilestarikan. Lewat sambal ini, kita bisa belajar bahwa resep sederhana bisa punya rasa yang luar biasa dan cerita yang panjang.

Coba deh sekali-kali ajak keluarga bikin sambal godok bareng. Selain bisa makan enak, kamu juga ikut melestarikan warisan kuliner Indonesia yang berharga.

Kue Rangi: Legit dan Gurih dari Cetakan Tradisional

Kue Rangi Khas Betawi Yang Garing, Lembut & Wangi

Kenalan Dulu Sama Kue Rangi, Yuk!

Kamu pernah dengar nama kue rangi https://wisatatpikota.id/ ? Kalau kamu asli Jakarta atau pernah jajan di pasar tradisional, pasti nggak asing sama camilan satu ini. Kue rangi adalah jajanan khas Betawi yang punya rasa legit, gurih, dan sedikit manis dari saus gula merahnya.

Yang bikin unik, kue ini dimasak pakai cetakan khusus dari tanah liat atau logam, mirip kayak cetakan pukis, tapi lebih kecil dan punya aroma khas saat dipanaskan. Cetakan ini bikin tekstur kue rangi jadi renyah di luar, lembut di dalam!


Asal-Usul dan Cerita di Balik Kue Rangi

Kue ini sudah ada sejak dulu banget, bahkan dari zaman nenek moyang orang Betawi. Nama “rangi” sendiri konon katanya berasal dari kata “meranggi” atau “merang” (batang padi yang dibakar), karena dulu cetakan kue ini dipanaskan dengan bara dari merang.

Dulu kue ini sering dijual oleh pedagang keliling yang bawa gerobak dorong dan mangkal di sudut kampung. Kini, meski jarang, masih bisa ditemukan di beberapa pasar atau festival kuliner Betawi. Yang jelas, kue ini punya nilai nostalgia tinggi buat banyak orang.


Bahan Dasar yang Sederhana Tapi Bikin Nagih

Salah satu daya tarik kue ini adalah bahan-bahannya yang sederhana dan murah meriah, tapi hasilnya luar biasa enaknya. Bahannya cuma:

  • Tepung sagu (kadang disebut juga tepung kanji)

  • Kelapa parut kasar (lebih enak kalau agak tua)

  • Sedikit garam

  • Air

Adonan ini dicetak di loyang panas tanpa minyak, lalu setelah matang, disiram pakai saus gula merah kental yang diberi potongan nanas atau nangka. Perpaduan gurih dari kelapa dan tepung sagu dengan manisnya saus, bikin nagih banget!


Cetakan Tradisional, Kunci Keunikan Rasa

Salah satu hal yang bikin rasa kue ini nggak bisa ditiru oleh oven modern atau teflon biasa adalah cetakan tradisionalnya. Biasanya terbuat dari logam berat atau tanah liat, cetakan ini dibakar langsung di atas api sampai panas banget.

Adonan sagu dan kelapa dimasukkan ke dalam cetakan panas tanpa minyak, lalu ditutup. Panas tinggi bikin bagian bawahnya renyah kecoklatan, sedangkan bagian atasnya tetap lembut. Cetakan ini juga ngasih aroma khas yang nggak bisa didapat dari alat modern.


Kue Rangi di Era Modern, Masih Eksis Nggak Sih?

Meski jajanan kekinian makin merajalela, kue rangi masih punya tempat di hati pecinta kuliner tradisional. Sekarang banyak UMKM atau food stall yang mulai menghadirkan lagi kue rangi dengan sedikit sentuhan modern. Ada yang tambahkan topping cokelat, keju, bahkan matcha!

Tapi tetap, versi klasiknya yang pakai saus gula merah dan nangka tetap jadi favorit. Bahkan banyak orang yang rela antre panjang waktu ada festival kuliner Betawi, cuma buat makan kue ini hangat-hangat langsung dari cetakannya.


Cara Bikin Kue Rangi Sendiri di Rumah

Pengen coba bikin sendiri? Tenang, meskipun cetakan tradisional agak susah dicari, kamu bisa pakai cetakan kue pukis atau teflon bentuk kecil sebagai alternatif.

Berikut resep singkatnya:

Bahan adonan:

  • 250 gr kelapa parut kasar

  • 150 gr tepung sagu

  • 1/2 sdt garam

  • 150 ml air

Saus:

  • 200 gr gula merah

  • 100 ml air

  • 1 sdt maizena larutkan dengan 2 sdm air

  • Potongan kecil nanas atau nangka

Langkah:

  1. Campur kelapa, tepung sagu, garam, dan air. Aduk rata.

  2. Panaskan cetakan, isi adonan, tutup, dan masak hingga bagian bawah kecokelatan.

  3. Rebus gula merah dan air hingga larut, tambahkan larutan maizena, masak hingga mengental.

  4. Sajikan kue dengan siraman saus gula merah dan potongan buah.


Kenapa Harus Coba Kue Rangi Sekarang Juga?

Kue rangi bukan cuma enak, tapi juga simbol budaya Betawi yang sederhana tapi kaya makna. Di tengah serbuan camilan kekinian, kue ini tetap jadi bukti bahwa tradisi bisa bertahan kalau terus dilestarikan.

Jadi, kalau kamu nemu penjual kue rangi, jangan ragu buat beli. Atau coba bikin sendiri di rumah. Siapa tahu, dari dapur kamu, kue ini bisa dikenal lebih luas lagi!

Ayam Sampyok: Perpaduan Bumbu Merah dan Putih yang Unik

Muasal Ayam Sampyok, Cita rasa Kuliner Betawi Tionghoa

Apa Itu Ayam Sampyok?

Kalau kamu baru pertama kali dengar nama ayam sampyok https://wisatatpikota.id/ , wajar kok. Ini adalah salah satu masakan tradisional Betawi yang belum sepopuler rendang atau soto, tapi rasanya nggak kalah juara.

Ayam sampyok itu masakan ayam berbumbu kental, yang dibuat dari campuran bumbu merah dan putih, makanya disebut “sampyok”, yang dalam bahasa Betawi berarti “bercampur”. Rasanya gurih, sedikit pedas, dan punya aroma rempah yang kuat. Cocok banget dimakan bareng nasi panas.


Asal Usul Nama “Sampyok”

Nama “sampyok” sendiri berasal dari bahasa Betawi yang artinya campuran atau berbaur. Dalam konteks masakan ini, yang dimaksud adalah campuran dua jenis bumbu utama, yaitu bumbu merah (biasanya pakai cabai merah dan tomat) dan bumbu putih (berisi bawang putih, kemiri, dan jahe).

Campuran bumbu ini menciptakan warna kecokelatan dan rasa yang kaya, beda dari masakan ayam biasanya. Dari tampilannya aja udah bikin ngiler, apalagi pas nyium aromanya waktu dimasak!


Bahan-Bahan Utama Ayam Sampyok

Nggak perlu bahan mahal atau susah dicari, kok. Berikut ini bahan-bahan dasar yang kamu butuhkan:

  • 1 ekor ayam, potong jadi 8-10 bagian

  • Bumbu merah: cabai merah besar, tomat, bawang merah

  • Bumbu putih: bawang putih, kemiri, jahe, lengkuas

  • Daun salam dan serai

  • Gula merah dan garam

  • Kecap manis

  • Minyak untuk menumis

  • Air secukupnya

Yang bikin spesial dari ayam sampyok itu bukan cuma bahannya, tapi cara ngolah bumbunya yang penuh teknik dan rasa.


Cara Masak Ayam Sampyok yang Bikin Ketagihan

Kalau kamu suka masak dan pengen coba resep tradisional yang beda, cobain deh ayam sampyok ini. Begini langkah-langkah sederhananya:

  1. Haluskan bumbu merah dan putih secara terpisah.

  2. Tumis bumbu putih dulu sampai harum, baru masukin bumbu merah.

  3. Tambahkan daun salam, serai, dan lengkuas. Tumis lagi sampai matang dan bumbunya keluar minyak.

  4. Masukkan ayam, aduk rata sampai ayam berubah warna.

  5. Tambahkan air secukupnya, lalu masukkan kecap, gula merah, dan garam.

  6. Masak dengan api kecil sampai ayam empuk dan bumbu meresap.

  7. Koreksi rasa. Kalau udah pas, angkat dan sajikan!


Rasanya Gimana, Sih?

Buat kamu yang belum pernah coba, rasanya tuh gurih, sedikit manis, dan ada pedas-pedasnya dikit. Bumbunya meresap banget ke dalam daging ayam karena proses masaknya yang pelan.

Tekstur kuahnya juga agak kental, mirip semur tapi lebih kaya rempah dan warna lebih pekat. Biasanya dimakan bareng nasi putih, sambal, dan lalapan. Dijamin, satu piring nggak bakal cukup!


Ayam Sampyok dan Budaya Betawi

Ayam sampyok bukan cuma makanan rumahan, tapi juga bagian dari budaya kuliner Betawi yang mulai langka. Dulu, masakan ini sering disajikan di acara keluarga, kenduri, atau hari raya.

Sayangnya, sekarang makin jarang ditemui di warung makan. Padahal, ini salah satu masakan yang bisa jadi ikon kuliner Betawi karena unik dan lezat. Makanya penting banget buat kita lestarikan dan perkenalkan lagi ke generasi muda.


Tips Masak Ayam Sampyok Anti Gagal

Supaya hasil masakan kamu makin mantap, ini beberapa tips yang bisa kamu coba:

  • Pilih ayam kampung kalau mau hasil lebih gurih dan tidak terlalu berair

  • Tumis bumbu sampai benar-benar matang dan harum sebelum masukin ayam

  • Masak dengan api kecil biar bumbu lebih meresap

  • Tambahkan santan kalau mau versi yang lebih creamy dan gurih

Versi resep juga bisa dimodifikasi sesuai selera, misalnya ditambah telur rebus atau kentang.


Cocok Buat Makan Bareng Keluarga

Salah satu momen terbaik menikmati ayam sampyok adalah saat makan bareng keluarga. Karena ini termasuk masakan berat dan berkuah, pas banget jadi menu utama buat makan siang atau malam.

Bisa juga dijadikan menu spesial buat acara kumpul, buka puasa, atau makan bareng teman kantor. Bumbunya yang kaya rasa bikin semua orang ketagihan dan pengen nambah lagi.


Penutup

Ayam sampyok memang belum sepopuler ayam goreng atau rendang, tapi soal rasa? Bisa diadu! Perpaduan bumbu merah dan putih yang unik bikin masakan ini beda dari yang lain.

Yuk, cobain resep ayam ini di rumah dan bantu lestarikan kuliner tradisional Betawi yang satu ini. Siapa tahu, bisa jadi menu andalan di meja makanmu!

Bir Pletok: Minuman Hangat Tanpa Alkohol Khas Betawi

Meski Pakai Kata 'Bir', Bir Pletok Bisa Disertifikasi Halal, Ini Beberapa Produknya | Republika Online

Apa Itu Bir Pletok?

Kalau dengar kata “bir”, pasti pikiran langsung ke minuman beralkohol. Tapi beda sama bir pletok! Ini minuman khas Betawi https://wisatatpikota.id/ yang nggak mengandung alkohol sama sekali. Justru, minuman ini terbuat dari campuran rempah-rempah alami yang bikin badan jadi hangat, apalagi kalau diminumnya pas malam hari atau saat hujan.

Bir pletok biasanya berwarna merah keunguan, wangi, dan punya rasa hangat yang khas. Nama “bir” cuma karena dulunya orang Betawi pengen bikin minuman lokal yang mirip minuman bule, tapi tentu versi halal dan sehat.


Asal Usul Bir Pletok

Bir pletok berasal dari kebudayaan masyarakat Betawi tempo dulu. Waktu zaman penjajahan, banyak orang Belanda yang minum bir. Orang Betawi pun pengen punya minuman khas sendiri yang bisa dinikmati malam-malam buat menghangatkan badan, tapi tentunya tanpa efek mabuk.

Dari situ, muncullah ide bikin minuman dari campuran jahe, serai, daun pandan, kayu secang, dan berbagai rempah lainnya. Nah, nama “pletok” sendiri katanya dari suara botol yang dikocok bareng es batu saat penyajiannya, bunyinya kayak “pletok-pletok”.


Bahan-Bahan dan Cara Membuatnya

Salah satu keunikan bir pletok itu dari bahan alami yang digunakan. Ini dia bahan-bahannya:

  • Jahe (yang udah digeprek)

  • Kayu secang (buat warna merah alami)

  • Serai

  • Daun pandan

  • Cengkeh

  • Kapulaga

  • Kayu manis

  • Gula batu atau gula aren

Cara buatnya gampang:
Semua bahan direbus bareng air sampai mendidih dan keluar aromanya. Setelah itu disaring dan bisa langsung diminum dalam keadaan hangat, atau dikocok bareng es batu kalau mau versi dingin.


Manfaat Bir Pletok buat Kesehatan

Nggak cuma enak dan bikin hangat, minuman ini juga punya banyak manfaat kesehatan karena pakai rempah-rempah tradisional:

  • Menghangatkan tubuh, cocok banget diminum pas malam atau musim hujan

  • Meningkatkan daya tahan tubuh, karena jahe dan rempah punya sifat antioksidan

  • Melancarkan peredaran darah

  • Meredakan masuk angin atau mual

  • Baik untuk pencernaan dan sistem imun

Jadi bisa dibilang, ini bukan cuma minuman tradisional biasa, tapi juga kaya khasiat.


Bir Pletok di Zaman Sekarang

Meskipun udah masuk era modern, minuman ini tetap eksis. Bahkan sekarang udah banyak dijual dalam bentuk kemasan instan, bubuk, atau botolan. Bisa dibeli di toko oleh-oleh khas Betawi atau lewat online.

Beberapa cafe atau restoran juga mulai menyajikan minuman ini sebagai minuman khas lokal yang otentik. Nggak cuma orang tua, anak muda juga mulai suka karena tampilannya cantik dan rasanya unik. Bahkan sering jadi minuman favorit pas acara adat atau festival budaya Betawi.


Cara Menikmati Bir Pletok yang Asik

Mau menikmati minuman ini biar makin seru? Coba beberapa cara ini:

  • Minum hangat sambil nonton hujan, dijamin bikin rileks

  • Sajikan dingin pakai es batu buat sensasi segar dan beda

  • Tambahin madu biar lebih manis dan sehat

  • Sajikan di gelas cantik pas kumpul keluarga atau tamu

Nggak heran kalau minuman ini makin populer dan cocok jadi alternatif minuman sehat sehari-hari.


Kenapa Kamu Harus Coba Bir Pletok?

Kalau kamu belum pernah coba, sekarang saatnya. Bir pletok bukan cuma minuman biasa, tapi juga bagian dari warisan budaya Betawi yang perlu dilestarikan. Selain rasanya enak dan menyehatkan, minuman ini juga jadi simbol kreativitas orang Indonesia dalam menciptakan sesuatu yang sehat dan unik dari bahan alami.

Dengan mencoba minuman ini, kamu ikut mendukung produk lokal, menjaga budaya, dan tentunya kasih manfaat buat tubuh. Apalagi sekarang makin gampang dapetnya, jadi nggak ada alasan buat nggak coba!


Penutup

Bir pletok adalah bukti kalau minuman tradisional bisa tetap eksis dan relevan di zaman sekarang. Tanpa alkohol, kaya manfaat, dan punya cita rasa khas yang susah dilupakan. Jadi, yuk, cobain minuman ini hari ini juga!

Talam Ubi Betawi: Manis Lembut Warisan Rasa dari Tanah Betawi

Kue Talam Ubi Lembut | Cara Membuat Kue Talam Ubi Lembut

1. Kue Basah Tradisional yang Bikin Rindu Kampung

Kalau ngomongin kue tradisional Betawi https://wisatatpikota.id/ , rasanya nggak lengkap tanpa nyebutin Talam Ubi. Kue basah satu ini punya tekstur lembut dan rasa manis yang pas, bikin siapa aja langsung kangen suasana kampung dan keluarga.

Talam Ubi ini gampang banget ditemuin di pasar tradisional atau acara keluarga. Saking enaknya, kadang susah berhenti makan!


2. Apa Itu Talam Ubi Betawi?

Talam Ubi adalah kue basah yang terbuat dari bahan utama ubi ungu atau ubi putih, santan, dan tepung beras. Kue ini memiliki dua lapisan, lapisan bawah biasanya dari ubi yang sudah dihaluskan, sedangkan lapisan atasnya dari campuran santan dan tepung beras yang dikukus sampai matang.

Warna ungu dari ubi bikin tampilannya menarik, dan rasa manis alami dari ubi berpadu dengan gurihnya santan bikin kue ini jadi favorit banyak orang.


3. Bahan-Bahan Sederhana, Rasa Nikmat Luar Biasa

Yang bikin talam ubi ini spesial sebenarnya sederhana aja bahan-bahannya, tapi kalau diolah dengan cara yang tepat, rasanya luar biasa. Berikut bahan utama yang biasa dipakai:

  • Ubi ungu atau ubi putih (yang sudah dikukus dan dihaluskan)

  • Tepung beras

  • Santan kental

  • Gula pasir

  • Garam sedikit untuk menyeimbangkan rasa

Selain bahan utama itu, ada juga beberapa resep yang menambahkan daun pandan agar aromanya makin harum dan menggoda.


4. Proses Pembuatan yang Gak Ribet, Tapi Butuh Kesabaran

Kalau kamu pengen coba bikin sendiri di rumah, prosesnya nggak sulit. Pertama-tama, ubi dikukus lalu dihaluskan, kemudian dicampur dengan gula dan tepung beras untuk lapisan bawah.

Lapisan atas dibuat dari campuran santan, tepung beras, gula, dan sedikit garam. Setelah itu, lapisan bawah dikukus dulu, baru lapisan atas dituang dan dikukus kembali sampai matang sempurna.

Meski kelihatannya simpel, tahap pengukusan ini harus benar-benar diperhatikan supaya tekstur talam tetap lembut dan gak keras.


5. Kue Tradisional yang Punya Cerita Budaya Betawi

Talam Ubi bukan cuma soal rasa, tapi juga soal budaya. Di masyarakat Betawi, kue ini sering disajikan saat acara adat, kumpul keluarga, dan hajatan. Jadi, selain nikmat, talam ubi juga membawa nilai kebersamaan dan tradisi.

Kue ini bisa dibilang jembatan rasa antara masa lalu dan sekarang, yang bikin tradisi Betawi tetap hidup dan dikenang.


6. Masih Populer di Tengah Era Modern

Meskipun sekarang banyak sekali kue modern dengan bentuk dan rasa unik, talam ubi tetap punya tempat spesial di hati banyak orang, khususnya yang suka kuliner tradisional.

Banyak toko kue dan penjual jajanan pasar yang masih menjual talam ubi ini dengan resep turun-temurun, sehingga rasa otentiknya tetap terjaga.

Kalau kamu jalan-jalan ke pasar tradisional di Jakarta, jangan lupa buat coba kue ini ya!


7. Tips Menikmati Talam Ubi yang Pas

Talam ubi paling enak disantap dalam keadaan dingin atau suhu ruang. Kalau kamu simpan di kulkas, rasanya makin segar dan teksturnya tetap lembut.

Camilan ini cocok banget buat teman ngobrol santai sambil minum teh atau kopi hangat. Rasanya yang manis dan gurih bikin suasana makin hangat dan nyaman.


8. Yuk, Jaga dan Lestarikan Kue Tradisional Kita!

Kalau kamu suka kue tradisional dan pengen warisan kuliner Indonesia tetap hidup, mulai dari hal kecil seperti mengenal, mencoba, dan membagikan resep talam ubi ini ke teman-teman bisa jadi langkah bagus.

Biar kue basah khas Betawi ini nggak cuma jadi cerita masa lalu, tapi juga bisa dinikmati generasi sekarang dan yang akan datang.


Penutup: Talam Ubi, Rasa dan Budaya yang Tak Lekang Waktu

Talam Ubi Betawi bukan sekadar kue, tapi simbol rasa dan budaya yang melekat di hati masyarakat Betawi. Rasanya manis lembut, bikin suasana hangat dan kenangan indah muncul kembali.

Kalau kamu belum pernah coba, segera cari dan rasakan sendiri kenikmatan talam ubi yang bikin nagih ini!

Kue Sagon: Manisnya Camilan Klasik dari Kelapa Parut

Cara Membuat Kue Sagon Kelapa, Jajanan Tradisional yang Mulai Langka -  Haluan Lifestyle

1. Camilan Jadul yang Bikin Kangen Masa Kecil

Siapa yang masih inget kue sagon https://wisatatpikota.id/ ? Buat sebagian orang, ini adalah camilan legendaris yang ngingetin sama masa kecil. Bentuknya sederhana, rasanya manis dan gurih, dan yang paling khas: wanginya kelapa bakarnya itu lho, bikin laper duluan!

Kalau dulu suka dibungkus kertas coklat atau dijual di warung, sekarang udah agak susah nemunya. Tapi bukan berarti dilupain, justru harus makin dikenal sama generasi sekarang.


2. Apa Itu Kue Sagon?

Kue sagon adalah kue kering tradisional yang terbuat dari kelapa parut, tepung ketan, dan gula. Biasanya dipanggang sampai permukaannya agak kecoklatan, dengan aroma harum kelapa sangrai yang khas banget.

Walaupun bentuknya kecil, rasa dan teksturnya itu lho — renyah di luar, agak lembut di dalam, dan pas banget manisnya. Cocok jadi teman ngopi atau ngeteh sore hari.


3. Bahan Sederhana, Tapi Rasanya Gak Main-Main

Yang bikin sagon spesial itu karena bahannya sangat sederhana, tapi tetap bisa menghasilkan rasa yang kaya. Bahan utamanya biasanya:

  • Kelapa parut yang agak tua (biar lebih gurih)

  • Tepung ketan

  • Gula pasir

  • Sedikit garam

  • Kadang-kadang ditambah vanili buat wangi

Prosesnya juga nggak ribet. Semua bahan dicampur rata, dibentuk, lalu dipanggang. Tapi meskipun gampang, butuh ketelatenan juga biar hasilnya nggak pecah dan tetap lembut dalamnya.


4. Kue Rumahan yang Punya Banyak Cerita

Kue sagon sering banget jadi kue lebaran atau camilan harian di rumah-rumah zaman dulu. Biasanya ibu atau nenek yang bikin, terus disusun di toples kaca. Pas tamu datang, tinggal disuguhin.

Buat yang tumbuh besar di era 80–90an, pasti akrab banget sama kue ini. Rasanya tuh bukan cuma enak di mulut, tapi juga hangat di hati karena banyak kenangan bareng keluarga.


5. Masih Bisa Ditemuin di Mana Aja Sekarang?

Walau udah nggak setenar dulu, sagon masih bisa ditemuin kok. Biasanya dijual di pasar tradisional, toko oleh-oleh, atau di penjual jajanan lawas. Bahkan sekarang udah ada versi modernnya, dijual dalam kemasan kekinian, cocok buat oleh-oleh.

Kalau mau yang lebih fresh, bisa juga bikin sendiri di rumah. Resepnya gampang banget, dan bisa dimodif sesuai selera — mau tambah keju, coklat, atau bahkan kopi juga bisa!


6. Resep Singkat Bikin Kue Sagon Sendiri di Rumah

Penasaran mau coba bikin sendiri? Ini resep simpel yang bisa kamu coba:

Bahan:

  • 200 gr kelapa parut (agak tua)

  • 100 gr tepung ketan

  • 100 gr gula pasir

  • 1/4 sdt garam

  • Vanili secukupnya

Cara buat:

  1. Sangrai kelapa parut sampai harum dan agak kering.

  2. Campur semua bahan dalam wadah, aduk rata.

  3. Bentuk adonan sesuai selera (bulat pipih atau kotak).

  4. Panggang di oven suhu 150°C selama 20–25 menit.

  5. Dinginkan, simpan di toples kedap udara.

Gampang banget, kan?


7. Nggak Kalah Sama Camilan Kekinian

Sekarang camilan makin beragam dan modern. Tapi kue sagon punya nilai plus yang nggak dimiliki snack kekinian: sederhana, penuh kenangan, dan pastinya sehat tanpa bahan pengawet. Apalagi kalau bikin sendiri, bisa atur takaran gulanya.

Jadi kalau kamu lagi cari camilan yang beda dari biasanya, coba deh sagon. Rasanya otentik dan nggak pernah bosenin.


8. Ayo Lestarikan Kue-Kue Tradisional Kita

Kue sagon adalah salah satu warisan kuliner Indonesia yang patut dilestarikan. Jangan sampai generasi muda nggak kenal sama camilan yang satu ini.

Mulai dari beli, bikin, atau sekadar cerita ke anak dan keponakan tentang kue ini — semuanya bisa jadi cara kecil buat jaga kuliner kita tetap hidup.


Penutup: Sagon, Kecil Tapi Penuh Makna

Kue sagon itu sederhana, tapi rasanya dalam. Camilan kecil ini bukan cuma soal rasa, tapi juga soal kenangan, budaya, dan kehangatan keluarga.

Kalau kamu belum pernah coba, sekarang waktu yang pas buat kenalan sama si mungil legendaris ini. Dan kalau udah kangen? Yuk bikin sendiri di rumah!

Selendang Mayang: Es Legendaris Penyejuk Hari Panas Jakarta

Es selendang mayang

1. Hari Panas Jakarta Emang Paling Cocok Minum yang Dingin-Dingin

Cuaca Jakarta sering banget panas menyengat, apalagi siang bolong. Keringetan, sumpek, dan bawaannya pengen cari minuman yang seger banget. Nah, daripada terus-terusan beli minuman kekinian yang mahal dan penuh gula buatan, kenapa nggak cobain minuman tradisional yang udah ada dari dulu? Salah satunya: Selendang Mayang https://wisatatpikota.id/ !


2. Apa Sih Es Selendang Mayang Itu?

Selendang Mayang adalah minuman khas Betawi yang udah ada dari zaman dulu banget. Minuman ini terdiri dari puding kenyal berwarna merah, putih, dan hijau (makanya disebut “selendang”), disiram santan dan sirup gula merah. Rasanya? Manis, gurih, seger, dan pastinya nostalgia banget!

Buat yang baru denger, mungkin aneh ya ada “es” tapi ada santan segala. Tapi justru itu yang bikin Selendang Mayang beda dari es-es lainnya. Gurih santannya nyatu banget sama manisnya gula merah, dan kenyalnya adonan selendangnya tuh bikin ngunyahnya nagih.


3. Asal Usul Nama dan Warna-Warninya

Namanya sendiri diambil dari bentuk dan warna si puding yang ada di dalamnya. Ada warna merah, putih, dan hijau yang katanya ngambarin warna selendang yang dipake penari Betawi zaman dulu. Estetik banget ya ternyata!

Warna-warna ini juga bukan cuma buat cantik-cantikan doang, tapi jadi ciri khas yang bikin Selendang Mayang gampang dikenalin. Sekali lihat, langsung tahu deh ini minuman khas Betawi!


4. Tempat Nyari Selendang Mayang Sekarang Masih Ada Gak?

Meskipun udah mulai jarang, tenang aja, masih ada beberapa penjual yang jualan es Selendang Mayang, terutama di acara-acara budaya Betawi atau di area kota tua. Bahkan ada juga yang mulai jualan online lho, jadi bisa dipesan via aplikasi ojol. Praktis banget!

Kalau kamu lagi jalan-jalan ke Setu Babakan atau TMII, biasanya juga ada yang jualan minuman ini. Harganya juga masih ramah di kantong, cocok buat semua kalangan.


5. Gimana Cara Bikin Es Selendang Mayang Sendiri?

Kalau penasaran pengen bikin sendiri di rumah, bisa banget! Bahannya gampang dicari kok:

  • Tepung hunkwe

  • Santan

  • Gula merah

  • Daun pandan

  • Pewarna makanan alami (buat warna merah & hijau)

  • Garam sedikit

Proses bikinnya cukup direbus, diaduk terus sampai kental, lalu dibagi jadi tiga bagian buat dikasih warna. Setelah itu didinginkan, dipotong-potong, dan disajikan bareng es batu, santan, dan sirup gula merah. Gampang kan?


6. Bukan Cuma Enak, Tapi Juga Punya Nilai Budaya

Minuman ini nggak cuma soal rasa enak dan nyegerin. Selendang Mayang adalah bagian dari budaya Betawi yang harus dijaga. Lewat makanan dan minuman tradisional kayak gini, kita bisa belajar menghargai sejarah dan warisan nenek moyang.

Sayangnya, makin ke sini makin sedikit yang kenal atau nyoba. Makanya, penting banget buat ngenalin jajanan ini ke generasi sekarang. Bisa lewat konten, jualan, atau sekadar ngajak temen buat nyobain bareng.


7. Es Kekinian Banyak, Tapi Es Legendaris Tetap di Hati

Memang sih sekarang minuman kekinian banyak banget pilihannya. Tapi es tradisional kayak Selendang Mayang punya tempat tersendiri di hati para pencinta kuliner. Nggak cuma unik, tapi juga punya cerita. Rasanya tuh “Jakarta banget.”

Buat kamu yang bosen sama minuman modern, cobain deh sesekali minuman yang kaya sejarah dan rasa kayak gini. Siapa tahu malah jadi favorit baru kamu!


8. Penutup: Yuk, Lestarikan Rasa Tradisi!

Es Selendang Mayang itu bukan sekadar minuman, tapi warisan budaya. Yuk, kita bantu lestarikan dengan cara mengenalkan, membeli, atau bahkan bikin sendiri. Jangan sampai anak cucu kita nanti nggak kenal sama es legendaris satu ini.

Lontong Sayur Betawi: Sarapan yang Selalu Jadi Favorit Warga

Resep Lontong Sayur Betawi, Hidangan Berkuah Santan untuk Sarapan

Lontong Sayur Betawi, Sarapan yang Nggak Pernah Lekang Waktu

Kalau kamu lagi jalan pagi di Jakarta  atau sekitarnya, hampir pasti nemu penjual lontong sayur Betawi. Makanan ini emang sudah jadi menu sarapan favorit banyak orang sejak lama. Rasanya yang gurih dan segar bikin perut kenyang dan siap menjalani aktivitas.

Lontong sayur ini bukan cuma soal nasi yang dibungkus daun pisang dan sayur berkuah santan. Ada juga tambahan lauk seperti telur, sambal, dan kerupuk yang bikin makin komplit.

Apa Sih Lontong Sayur Betawi Itu?

Sederhananya, lontong sayur adalah lontong atau nasi yang dipadatkan dan dibungkus daun pisang, disajikan bersama sayur kuah santan yang gurih dan segar. Sayurnya biasanya berisi labu siam, nangka muda, dan bumbu khas Betawi.

Yang bikin beda lontong sayur Betawi dari daerah lain adalah kuah santannya yang kental dan kaya rempah, serta pelengkapnya yang lengkap seperti telur rebus, sambal, dan kerupuk.

Bahan dan Bumbu yang Bikin Lontong Sayur Betawi Istimewa

Kunci utama enaknya lontong sayur Betawi ada di bumbu dan bahan yang dipakai. Berikut bahan utama yang biasa digunakan:

  • Lontong (beras yang dimasak dan dipadatkan dalam daun pisang)

  • Sayur kuah santan dari campuran nangka muda, labu siam, dan kacang panjang

  • Santan kental yang memberikan rasa gurih

  • Bumbu rempah seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, lengkuas, dan daun salam

  • Pelengkap seperti telur rebus, sambal, dan kerupuk

Proses memasak kuah sayur dengan bumbu rempah dan santan membuat rasa jadi kaya dan nikmat.

Rahasia Gurih Kuah Santan Lontong Sayur Betawi

Kalau kamu pernah coba lontong sayur , pasti sadar kuahnya itu beda dari yang lain. Gurihnya terasa sampai ke dalam, tapi nggak bikin enek.

Rahasianya adalah penggunaan santan segar dan bumbu yang lengkap. Selain itu, memasak kuah santan dengan api kecil sambil sesekali diaduk membuat kuah jadi kental dan bumbu meresap sempurna.

Penambahan daun salam dan lengkuas juga bikin aroma kuah makin harum dan menggoda.

Cara Menikmati Lontong Sayur Betawi yang Bikin Nagih

Untuk menikmati lontong sayur , pastikan kamu menambahkan pelengkap yang pas supaya rasanya makin lengkap:

  • Telur rebus yang sudah dibelah dua, jadi sumber protein tambahan.

  • Sambal pedas biar rasa gurih kuah santan makin hidup dan ada sensasi pedas yang menggigit.

  • Kerupuk udang atau emping yang renyah, bikin tekstur makan makin variatif.

Sarapan lontong sayur ini paling mantap kalau disantap hangat. Dijamin, sekali coba, kamu bakal balik lagi cari lontong sayur.

Lontong Sayur di Tengah Kehidupan Warga

Lontong sayur bukan cuma makanan, tapi bagian dari kebiasaan dan budaya masyarakat Betawi. Biasanya, makanan ini jadi pilihan utama di pagi hari karena praktis dan mengenyangkan.

Di pasar tradisional, pedagang lontong sayur selalu ramai pembeli sejak pagi. Bahkan, banyak keluarga yang menjadikan lontong sayur ini menu wajib saat sarapan bersama.

Keberadaan lontong sayur juga jadi pengikat budaya yang terus diwariskan ke generasi muda agar mereka tetap kenal dengan makanan asli daerahnya.

Bisa Jadi Inspirasi Usaha Kuliner, Nih!

Kalau kamu suka masak dan mau mulai usaha kecil-kecilan, lontong sayur Betawi bisa jadi peluang bagus. Modal bahan yang terjangkau dan rasa yang sudah teruji, bikin makanan ini cocok buat dijual di pasar, warung, atau bahkan secara online.

Kamu juga bisa bikin variasi seperti lontong sayur dengan tambahan daging ayam suwir atau sambal spesial buat beda dari yang lain.

Tips Membuat Lontong Sayur ala Rumah

Buat kamu yang pengen coba bikin sendiri di rumah, ada beberapa tips biar hasilnya maksimal:

  • Gunakan santan segar supaya kuah lebih gurih dan harum.

  • Jangan terlalu sering mengaduk kuah santan agar santan nggak pecah.

  • Pilih sayur nangka muda yang masih muda dan lembut agar cepat matang.

  • Bungkus lontong dengan daun pisang biar ada aroma alami yang khas.

Dengan sedikit latihan, kamu bisa bikin lontong sayur yang rasanya nggak kalah dengan yang dijual di luar.


Kesimpulan: Lontong Sayur, Sarapan Lezat yang Bikin Ketagihan

Lontong sayur memang menu sarapan yang nggak pernah kehilangan penggemar. Rasa gurih kuah santan, lontong yang lembut, dan pelengkap yang komplit bikin makanan ini jadi pilihan banyak warga Jakarta dan sekitarnya.

Selain nikmat, lontong sayur juga kaya akan budaya dan tradisi Betawi yang harus terus dijaga. Jadi, yuk terus lestarikan kuliner tradisional kita dengan mencintai dan menikmati lontong sayur setiap pagi.