Arsip Bulanan: Agustus 2025

Plecing Kangkung: Kesegaran Pedas dari Pulau Seribu Masjid

Plecing Kangkung Khas Lombok: Sejarah hingga Manfaat Bagi Tubuh

Segar, Pedas, dan Bikin Nagih!

Kalau kamu lagi cari makanan yang segar tapi tetap pedas, coba deh kenalan sama Plecing Kangkung. Makanan https://wisatatpikota.id/ khas Lombok ini kelihatannya sederhana, cuma kangkung rebus, tapi rasanya bisa bikin kamu susah lupa!

Plecing Kangkung cocok banget buat nemenin lauk apa aja—baik itu ayam Taliwang, ikan bakar, atau sate rembiga. Rasanya yang pedas, segar, dan sedikit asam bikin makan jadi lebih lahap.


Dari Lombok untuk Pecinta Sambal

Plecing Kangkung ini emang lekat banget dengan budaya kuliner Lombok. Di pulau yang dijuluki Pulau Seribu Masjid ini, sambal adalah bagian penting dalam setiap hidangan. Dan plecing? Bisa dibilang, sambal versi segarnya!

Biasanya disajikan sebagai pelengkap makanan utama, tapi jangan salah, kadang orang Lombok cukup makan nasi dan plecing aja—udah kenyang dan puas!


Bahan Sederhana, Rasa Luar Biasa

Yang bikin Plecing Kangkung spesial bukan cuma kangkungnya, tapi sambalnya yang mantap. Komposisinya sederhana: cabai rawit, cabai merah, tomat, terasi bakar, garam, gula, dan perasan jeruk limau. Kadang juga ditambah sedikit kencur biar makin wangi.

Sambal ini diulek kasar, biar ada teksturnya. Pas disiram ke atas kangkung rebus yang udah ditiriskan, aroma dan warnanya langsung bikin ngiler!


Kangkungnya Beda Lho!

Kangkung yang dipakai bukan sembarang kangkung. Kangkung Lombok terkenal punya batang yang lebih besar dan tekstur yang lebih renyah. Bahkan disebut-sebut sebagai salah satu jenis kangkung terbaik di Indonesia.

Biasanya, kangkung direbus sebentar aja biar tetap hijau dan crunchy. Setelah itu langsung disiram air es supaya warnanya tetap segar dan nggak layu.


Cara Bikin Plecing Kangkung di Rumah

Mau coba bikin di rumah? Gampang banget kok! Ini langkah-langkah sederhananya:

  1. Rebus kangkung sebentar, tiriskan, lalu siram air es.

  2. Ulek sambal dari cabai rawit, cabai merah, tomat, terasi, garam, dan gula.

  3. Tambahkan perasan jeruk limau biar ada sensasi segarnya.

  4. Siram sambal di atas kangkung rebus, aduk rata.

  5. Sajikan bareng lauk kesukaan kamu.

Nggak sampai 15 menit, kamu udah bisa bikin makanan ini sendiri!


Versi Lainnya: Nggak Cuma Kangkung Aja

Walau namanya “Plecing Kangkung”, sebenarnya banyak juga versi plecing lain. Misalnya plecing toge, plecing kacang panjang, bahkan plecing terong.

Intinya sih, yang penting adalah sambalnya. Mau sayurnya diganti apa aja, asal sambalnya pas, tetap bisa disebut plecing.

Di beberapa daerah di Lombok, plecing juga kadang dikasih taburan kelapa parut sangrai yang disebut “serundeng plecing”. Rasanya jadi makin kaya!


Cocok Buat yang Lagi Diet!

Plecing Kangkung juga bisa jadi solusi buat kamu yang lagi ngurangin gorengan atau makanan berat. Karena ini sayur rebus tanpa minyak, kalorinya rendah tapi tetap bikin kenyang.

Ditambah sambal segar yang kaya rasa, kamu tetap bisa puas makan tanpa rasa bersalah. Jadi, selain enak, Plecing Kangkung juga cukup sehat lho!


Tempat Makan Plecing Kangkung yang Wajib Dicoba

Kalau kamu berkunjung ke Lombok, coba mampir ke tempat-tempat makan yang terkenal dengan Plecing Kangkungnya, seperti:

  • RM Ayam Taliwang Irama

  • Warung Sasak

  • Plecing Mandalika Mataram

Biasanya, plecing disajikan sepaket dengan ayam taliwang dan nasi hangat. Rasanya? Fix bikin pengen nambah!


Kesimpulan: Sederhana Tapi Juara

Plecing Kangkung emang sederhana, tapi dari segi rasa dan kesegaran, dia juaranya. Kombinasi pedas, asam, dan segar bikin siapa pun ketagihan.

Jadi, kalau kamu lagi pengen makan sehat tapi nggak mau kehilangan rasa, Plecing Kangkung bisa jadi pilihan tepat. Bisa dimakan bareng lauk apa aja, atau bahkan sendiri pun tetap nikmat!

Ayam Taliwang: Sajian Pedas Lombok yang Menggoda Selera

Ayam Taliwang

Kenalan Dulu Yuk Sama Ayam Taliwang!

Kalau kamu lagi main ke Lombok https://wisatatpikota.id/ , selain ke pantainya yang cantik, jangan sampai kelewatan buat nyobain Ayam Taliwang. Makanan satu ini udah jadi ikon kuliner dari Pulau Seribu Masjid, dan rasanya? Wah, bikin lidah joget!

Ayam ini terkenal banget karena rasanya yang pedas, gurih, dan beraroma khas. Cocok banget buat kamu yang doyan makanan dengan sensasi pedas menggigit tapi tetap nagih. Biasanya disajikan dengan plecing kangkung dan nasi hangat. Simpel, tapi mantap!


Asal Usul Ayam Taliwang, Dari Mana Sih?

Nama “Taliwang” diambil dari sebuah daerah di Sumbawa Barat. Tapi uniknya, ayam ini justru berkembang dan populer di Pulau Lombok, terutama di kalangan masyarakat Suku Sasak.

Katanya sih, dulu ayam ini sering disajikan buat menjamu tamu penting atau tokoh-tokoh kerajaan. Sekarang, siapa aja bisa nikmatin rasa ayam yang kaya bumbu ini. Bahkan, banyak warung makan di Lombok yang menjadikan Ayam ini sebagai menu andalan.


Bumbunya Banyak, Tapi Gampang Dicari

Salah satu rahasia kelezatan ayam ini ada di bumbu oles dan sambalnya. Nggak cuma cabai, tapi juga pakai kemiri, terasi, bawang merah, bawang putih, tomat, dan kencur. Ada juga yang menambahkan gula merah biar rasanya makin nendang.

Bumbunya ini dihaluskan dan ditumis, lalu ayam yang sudah dibakar setengah matang diolesi bumbu itu berkali-kali sambil terus dibakar. Hasilnya? Daging ayamnya empuk, beraroma asap, dan rasanya meresap sampai ke dalam.


Jenis Ayamnya Juga Nggak Sembarangan

Biasanya, ayam yang dipakai adalah ayam kampung muda. Kenapa? Karena dagingnya lebih padat, nggak terlalu berlemak, dan cocok buat dibakar. Teksturnya juga pas banget buat menyerap bumbu.

Tapi kalau di rumah kamu cuma ada ayam potong biasa, tetap bisa kok bikin versi Ayam ini sendiri. Rasa tetap enak, asal bumbunya mantap!


Disantap Bareng Apa Ya Biar Makin Nikmat?

Ayam ini paling cocok disantap bareng nasi hangat, plecing kangkung, dan sambal tambahan. Kalau suka, tambahkan juga kerupuk dan es teh manis biar seimbang antara pedas dan segarnya.

Di Lombok, plecing kangkung itu wajib jadi pendamping. Kangkungnya direbus, lalu disiram sambal tomat pedas yang dikasih terasi dan jeruk limau. Hmm, segar banget!


Gampang Nggak Bikin Sendiri di Rumah?

Jawabannya: Gampang banget! Asal punya bahan-bahannya dan sedikit waktu buat ngulek atau blender bumbu, kamu udah bisa bikin sendiri di dapur. Bahkan sekarang banyak bumbu instan Ayam ini yang bisa kamu beli di pasaran, tinggal bakar dan oles.

Tapi kalau mau autentik, coba bikin bumbunya dari awal. Rasanya beda dan lebih berasa banget rempah-rempahnya.


Tempat Makan Ayam Taliwang yang Terkenal di Lombok

Kalau kamu lagi liburan ke Lombok, beberapa tempat makan Ayam Taliwang yang terkenal di antaranya:

  • Ayam Taliwang Irama

  • Ayam Taliwang H. Moerad

  • Ayam Taliwang Raya

Semua tempat ini punya versi masing-masing, dari yang super pedas sampai yang pedasnya bersahabat. Tinggal pilih sesuai selera.


Jadi, Wajib Coba Nggak?

Jawabannya jelas: WAJIB! Ayam Taliwang bukan cuma soal rasa pedas, tapi juga soal tradisi dan kelezatan bumbu khas Lombok. Kalau kamu pecinta kuliner Indonesia, belum lengkap rasanya kalau belum nyicipin Ayam Taliwang asli.

Bubur Injin: Manisnya Tradisi Bali dalam Semangkuk Ketan Hitam

Resep Bubur Injin Khas Bali, Lezat Disantap saat Masih Hangat

Apa Itu Bubur Injin?

Kalau kamu pernah main ke Bali https://wisatatpikota.id/ , pasti nggak asing sama yang namanya bubur injin. Ini salah satu makanan tradisional yang selalu berhasil bikin lidah bergoyang. Bubur Injin Bali terbuat dari ketan hitam yang dimasak sampai lembut dan disajikan dengan gula aren cair serta parutan kelapa. Rasanya manis, legit, dan gurih—kombinasi yang bikin nagih.

Bubur ini nggak cuma enak, tapi juga punya makna budaya yang dalam bagi masyarakat Bali. Jadi, selain jadi cemilan enak, bubur injin juga bagian dari tradisi yang harus dilestarikan.

Asal Usul dan Makna Bubur Injin di Bali

Bubur Injin Bali sudah ada sejak lama di Bali dan biasanya disajikan dalam acara adat maupun upacara keagamaan. Nama “injin” sendiri berasal dari bahasa Bali yang berarti hitam, merujuk pada warna ketan hitam yang jadi bahan utama.

Di Bali, bubur injin sering disajikan sebagai persembahan kepada dewa dan leluhur, sebagai tanda rasa syukur dan harapan akan berkah. Jadi, bubur ini bukan hanya soal rasa, tapi juga penuh makna spiritual.

Bahan Utama Bubur Injin yang Sederhana Tapi Lezat

Walau bahan-bahannya sederhana, bubur injin tetap punya rasa yang kaya dan memikat. Berikut bahan utama yang biasa dipakai:

  • Ketan hitam: bahan dasar bubur yang bertekstur kenyal dan lembut

  • Gula aren: memberikan rasa manis alami yang khas

  • Parutan kelapa: sebagai pelengkap rasa gurih dan segar

  • Sedikit garam: untuk menyeimbangkan rasa manis dan gurih

Bahan-bahan ini mudah ditemukan di Bali dan sekitarnya, membuat bubur injin jadi kuliner tradisional yang mudah diakses dan disukai semua kalangan.

Cara Membuat Bubur Injin yang Mudah dan Praktis

Kalau kamu mau coba bikin sendiri bubur injin di rumah, nggak perlu khawatir karena caranya cukup gampang:

  1. Rendam ketan hitam selama beberapa jam supaya lebih empuk saat dimasak

  2. Masak ketan hitam dengan air hingga teksturnya menjadi bubur yang lembut

  3. Sementara itu, rebus gula aren dengan sedikit air sampai larut dan kental jadi gula cair

  4. Sajikan bubur ketan hitam dalam mangkuk, tuang gula aren cair di atasnya

  5. Tambahkan parutan kelapa dan sedikit garam supaya rasa makin seimbang

Voila! Bubur Injin Bali siap dinikmati hangat atau dingin sesuai selera.

Kenapa Bubur Injin Cocok untuk Segala Suasana?

Bubur injin punya keistimewaan yang bikin dia cocok dimakan kapan saja. Mau sarapan, ngemil sore, atau bahkan buat dessert setelah makan besar, bubur ini selalu pas. Rasanya yang manis tapi nggak berlebihan, plus teksturnya yang lembut, bikin bubur injin gampang diterima semua umur.

Selain itu, bubur ini juga sehat karena menggunakan gula aren alami dan ketan hitam yang kaya serat. Jadi cocok buat kamu yang ingin cemilan manis tapi tetap menyehatkan.

Bubur Injin dalam Kehidupan Sehari-hari dan Tradisi Bali

Di Bali, bubur injin nggak cuma jadi makanan harian tapi juga bagian penting dalam upacara adat. Misalnya, saat hari raya Galungan dan Kuningan, bubur ini sering dijadikan sesajen atau hidangan untuk keluarga dan tamu.

Selain itu, bubur injin juga sering dijual di pasar tradisional dan menjadi favorit wisatawan yang ingin mencicipi kuliner Bali asli. Sensasi makan bubur ini sambil menikmati pemandangan Bali tentu jadi pengalaman yang nggak terlupakan.

Variasi Bubur Injin yang Bisa Kamu Coba

Walaupun bubur injin punya resep tradisional, sekarang banyak juga inovasi yang bikin bubur ini makin menarik. Contohnya:

  • Bubur injin dengan topping buah segar seperti pisang atau mangga

  • Bubur injin dengan tambahan santan kental untuk rasa lebih gurih

  • Versi bubur injin kukus yang dikemas dalam daun pisang, cocok buat bekal atau oleh-oleh

Dengan berbagai variasi ini, bubur injin tetap relevan dan diminati berbagai kalangan, dari anak muda sampai orang tua.

Tips Menikmati Bubur Injin Agar Makin Nikmat

Biar bubur injin yang kamu makan makin terasa mantap, coba beberapa tips berikut:

  • Makan saat bubur masih hangat supaya rasa dan aroma gula aren lebih keluar

  • Padukan dengan kopi Bali atau teh hangat untuk sensasi yang lengkap

  • Jangan lupa aduk bubur dan gula aren sebelum makan supaya rasa manis dan ketannya merata

Dengan cara ini, kamu akan dapat pengalaman makan bubur injin yang maksimal.

Laklak Bali: Kue Tradisional Manis yang Menggoda Selera

Resep Jaje Laklak, Serabi Khas Bali yang Empuk Legit yang Cocok Buat Ngopi

Laklak, Si Kue Tradisional yang Bikin Nagih

Kalau kamu pernah ke Bali dan jalan-jalan di pasar tradisional, pasti nggak asing dengan yang namanya laklak. Kue tradisional khas Bali ini memang selalu berhasil bikin kita pengen terus nambah. Bentuknya kecil, bulat, dengan tekstur lembut dan sedikit kenyal. Rasanya manis dan wangi karena ada parutan kelapa serta gula merah yang lumer di atasnya.

Laklak sering jadi cemilan favorit orang Bali, apalagi kalau disantap hangat-hangat. Dari rasa sampai tampilannya, semua bikin selera makan langsung naik!

Asal-Usul Laklak yang Mengakar di Budaya Bali

Laklak bukan cuma makanan biasa, tapi juga bagian dari tradisi Bali yang sudah turun-temurun. Biasanya laklak disajikan saat upacara adat, sesajen, atau perayaan keluarga. Karena bentuk dan rasanya yang sederhana tapi lezat, laklak jadi simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat Bali.

Kue ini juga sering kita temukan di pasar pagi dan festival kuliner di Pulau Dewata. Jadi, laklak bukan cuma makanan, tapi juga cerita budaya yang hidup sampai sekarang.

Bahan Dasar Laklak yang Sederhana tapi Istimewa

Laklak dibuat dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di Bali dan sekitarnya. Biasanya bahan utamanya adalah tepung beras, santan, gula merah, dan kelapa parut. Resepnya sederhana, tapi cara memasaknya butuh ketelatenan supaya hasilnya pas.

Warna hijau alami yang sering terlihat pada laklak berasal dari daun suji atau pandan, yang juga bikin aromanya makin harum dan segar.

Cara Membuat Laklak yang Gampang dan Praktis

Kalau kamu suka masak dan mau coba bikin sendiri, bikin laklak ternyata nggak ribet, kok. Ini langkah mudahnya:

  1. Campur tepung beras, santan, dan daun suji yang sudah dihaluskan

  2. Aduk sampai adonan licin dan nggak bergerindil

  3. Panaskan cetakan khusus laklak di atas api sedang

  4. Tuang adonan ke cetakan, masak sampai permukaannya berlubang dan setengah matang

  5. Taburi gula merah cair dan parutan kelapa di atasnya

  6. Angkat dan sajikan hangat

Dengan sedikit latihan, kamu bisa bikin laklak enak ala Bali sendiri di rumah!

Mengapa Laklak Jadi Favorit Banyak Orang?

Ada beberapa alasan kenapa laklak jadi favorit banyak orang, baik warga lokal maupun turis:

  • Rasa manis alami dari gula merah yang legit

  • Tekstur lembut dan kenyal yang pas di lidah

  • Aroma daun suji atau pandan yang segar

  • Cemilan yang nggak bikin eneg karena porsinya kecil

  • Mudah ditemukan di mana-mana di Bali

Laklak juga cocok buat kamu yang suka cemilan tradisional tapi pengen sesuatu yang berbeda dari jajanan biasa.

Laklak dan Variasi Kekinian

Walau laklak adalah kue tradisional, kini banyak inovasi yang bikin laklak makin menarik. Ada laklak dengan tambahan topping seperti keju, cokelat, atau bahkan es krim yang bikin rasanya makin modern dan cocok buat anak muda.

Beberapa kafe dan warung di Bali bahkan mengkombinasikan laklak dengan bahan internasional tapi tetap mempertahankan rasa tradisionalnya. Jadi, laklak nggak cuma klasik tapi juga kekinian!

Cara Menikmati Laklak yang Paling Pas

Supaya laklak makin nikmat, ada beberapa tips supaya kamu bisa menikmati cemilan ini dengan maksimal:

  • Santap saat laklak masih hangat, supaya teksturnya lembut dan gula merahnya lumer di mulut

  • Padukan dengan teh hangat atau kopi Bali untuk sensasi lengkap

  • Jangan lupa cicipi dengan parutan kelapa asli, karena itu yang bikin rasa laklak jadi unik

Kalau kamu suka manis tapi nggak mau terlalu berat, laklak adalah pilihan cemilan yang pas banget.

Di Mana Bisa Menemukan Laklak Asli Bali?

Kalau kamu lagi di Bali, kamu bisa dengan mudah menemukan laklak di pasar tradisional seperti Pasar Ubud, Pasar Kumbasari, atau Pasar Badung Denpasar. Selain itu, warung-warung kecil dan pedagang kaki lima juga sering jual laklak.

Kalau nggak sempat ke Bali, sekarang banyak juga yang jual laklak kemasan frozen dan bisa dikirim ke luar Bali, jadi kamu tetap bisa menikmati kue tradisional ini di rumah.

Tum Ayam Bali: Lezatnya Ayam Kukus Berbalut Daun Pisang

Resep Tum Ayam atau PEPES Ayam ala BALI NIKMAT dan MUDAH

Tum Ayam, Makanan Tradisional yang Bikin Ketagihan

Kalau denger kata tum ayam https://wisatatpikota.id/  , mungkin kamu bakal langsung kebayang ayam kukus yang empuk dan harum. Nah, tum ayam ini makanan tradisional yang populer di beberapa daerah di Indonesia, terutama Jawa dan Bali. Ciri khasnya, ayam yang sudah dibumbui dimasak dengan cara dikukus dalam balutan daun pisang. Jadi, rasa dan aroma daun pisang meresap ke daging ayam, bikin rasanya makin lezat.

Tum ayam ini biasanya jadi pilihan sehat buat yang pengen makan enak tapi tanpa minyak banyak. Selain enak, tampilannya juga menarik karena daun pisangnya bikin kesan alami dan tradisional banget.

Kenapa Harus Pakai Daun Pisang?

Banyak yang penasaran, kenapa sih tum ayam ini selalu dibungkus daun pisang? Jawabannya sederhana: daun pisang punya aroma khas yang wangi dan unik, yang nggak bisa diganti sama plastik atau alumunium foil.

Selain itu, daun pisang juga bantu menjaga kelembapan ayam saat dikukus. Jadi, daging ayam tetap juicy dan nggak kering. Ditambah lagi, secara tradisional, daun pisang dipercaya punya efek menyehatkan dan ramah lingkungan karena bisa terurai alami.

Bumbu Khas Tum Ayam yang Bikin Nagih

Rahasia utama tum ayam yang enak itu ada di bumbunya. Biasanya bumbu yang dipakai adalah campuran bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan rempah lain yang dihaluskan. Kadang ditambah sedikit santan supaya rasanya makin gurih.

Setelah ayam dibersihkan dan dibumbui, ayam dibungkus dengan daun pisang dan dikukus selama beberapa menit. Proses ini bikin bumbu meresap sempurna ke dalam daging.

Kalau kamu suka pedas, biasanya ada juga tambahan sambal atau cabai rawit yang bikin tum ayam makin menggigit.

Tum Ayam Cocok Buat Semua Kesempatan

Tum ayam ini fleksibel banget. Bisa jadi lauk utama buat makan siang atau malam, bisa juga jadi menu spesial saat acara keluarga atau hajatan. Karena porsinya biasanya pas, nggak terlalu besar dan nggak terlalu kecil, jadi enak buat makan bersama.

Kalau kamu lagi diet atau pengen makan yang sehat, tum ayam bisa jadi pilihan. Soalnya proses kukus bikin lemak berkurang, tapi rasa tetap maksimal.

Cara Membuat Tum Ayam di Rumah

Buat yang suka masak, bikin tum ayam nggak susah kok. Berikut langkah mudahnya:

  1. Bersihkan ayam, potong sesuai selera

  2. Haluskan bumbu bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan garam

  3. Lumuri ayam dengan bumbu sampai rata

  4. Siapkan daun pisang, bersihkan dan panaskan sebentar supaya lentur

  5. Bungkus ayam dengan daun pisang, semat dengan tusuk gigi atau lidi

  6. Kukus selama 30-40 menit sampai matang dan harum

  7. Sajikan hangat dengan nasi putih dan sambal favoritmu

Mudah kan? Selain sehat, tum ayam homemade ini juga pasti bikin kamu bangga karena bikin sendiri.

Variasi Tum Ayam yang Bikin Makin Seru

Selain tum ayam versi tradisional, sekarang sudah banyak kreasi tum ayam yang kekinian dan inovatif, seperti:

  • Tum ayam dengan tambahan sayuran seperti wortel dan kentang

  • Tum ayam pedas dengan sambal matah khas Bali

  • Tum ayam dengan bumbu rujak yang manis dan segar

  • Tum ayam dengan campuran jamur dan tahu untuk vegetarian

Dengan berbagai varian ini, tum ayam jadi makanan yang nggak cuma enak tapi juga bisa disesuaikan dengan selera semua orang.

Tum Ayam dan Tradisi Lokal

Tum ayam sering muncul di berbagai acara adat dan tradisi masyarakat Indonesia. Misalnya, di Bali atau Jawa, tum ayam jadi menu wajib saat perayaan atau ritual tertentu. Ini menunjukkan bahwa tum ayam bukan cuma soal rasa, tapi juga budaya dan kebersamaan.

Makan tum ayam bersama keluarga atau teman jadi momen spesial yang penuh kehangatan.

Kenapa Tum Ayam Harus Kamu Coba?

Kalau kamu belum pernah coba tum ayam, ini alasan kuat buat kamu langsung nyobain:

  • Rasa alami dan gurih dari daun pisang

  • Tekstur ayam yang empuk dan juicy

  • Makanan sehat tanpa minyak berlebih

  • Mudah ditemukan di pasar tradisional dan restoran lokal

  • Sesuai buat segala suasana, dari santai sampai formal

Jadi, tum ayam bukan cuma makanan biasa. Dia juga representasi kuliner Indonesia yang kaya rasa dan cerita.

Nasi Jinggo: Porsi Mini, Rasa Maksimal dari Pulau Dewata

Resep Nasi Jinggo, Sarapan Murah ala Bali

Apa Sih Nasi Jinggo Itu?

Kalau kamu pernah jalan-jalan ke Bali, pasti udah nggak asing lagi sama yang namanya nasi jinggo. Makanan khas Bali ini terkenal dengan porsinya yang mini tapi rasanya luar biasa! Nasi jinggo Bali biasanya dibungkus daun pisang, disajikan dengan lauk sederhana seperti ayam suwir, sambal pedas, dan mie goreng. Meskipun kecil, soal rasa jangan diremehkan.

Nasi jinggo Bali pertama kali dikenal sejak era krisis ekonomi di tahun 1997. Waktu itu, orang-orang butuh makanan murah, cepat saji, tapi tetap enak dan mengenyangkan. Dari situlah nasi jinggo lahir dan terus berkembang sampai sekarang.

Asal Usul Nama “Jinggo”

Kata “jinggo” sendiri masih jadi misteri buat banyak orang. Ada yang bilang berasal dari kata “jenggo”, julukan cowok keren di film koboi tahun 60-an. Tapi ada juga yang bilang itu plesetan dari kata seribu rupiah (harga awal nasi jinggo dulu). Mana yang bener? Ya, kita nikmati aja makanannya dulu!

Yang pasti, sekarang harga nasi jinggo udah naik, tapi masih tetap murah meriah dan terjangkau semua kalangan.

Ciri Khas Nasi Jinggo

Yang bikin nasi jinggo beda dari nasi bungkus lain adalah porsinya yang mini dan cara penyajiannya. Ini dia beberapa ciri khas yang bikin kamu bisa langsung kenal nasi jinggo:

  • Dibungkus daun pisang: aromanya jadi makin wangi

  • Porsi mini: cukup buat ganjel lapar tapi nggak bikin kekenyangan

  • Lauk sederhana tapi nendang: ayam suwir, sambal matah, mie goreng, tempe, dan kadang kulit ayam

  • Sambal khas Bali: pedasnya bisa nampol banget!

Biasanya dijual di pinggir jalan atau di warung kecil, bahkan sering jadi andalan saat acara adat dan upacara di Bali.

Cocok Buat Segala Suasana

Mau buat sarapan, makan siang, ngemil sore, sampai begadang malam—nasi jinggo selalu jadi pilihan yang pas. Karena porsinya kecil, kamu bisa makan lebih dari satu tanpa rasa bersalah.

Buat kamu yang suka kuliner malam, banyak juga penjual nasi jinggo yang buka mulai sore sampai tengah malam. Jadi pas banget buat isi perut habis nongkrong atau habis kerja malam.

Variasi Lauk yang Makin Kekinian

Walau nasi jinggo punya versi tradisional, sekarang udah banyak banget versi kekinian yang nggak kalah enak. Ada nasi jinggo dengan:

  • Lauk ayam geprek

  • Topping sosis dan telur dadar

  • Tempe orek kekinian

  • Ayam rica-rica dan sambal ijo

Kamu juga bisa nemu nasi jinggo versi vegan di beberapa kafe hits di Bali. Kreatif banget ya kuliner satu ini!

Nasi Jinggo dan Budaya Bali

Nasi jinggo Bali bukan cuma makanan pinggir jalan. Di Bali, nasi ini punya nilai budaya juga. Biasanya disajikan di acara keagamaan, upacara adat, atau bahkan saat ngaben. Karena praktis dan ringan, nasi jinggo jadi simbol persembahan yang sederhana tapi penuh makna.

Kalau kamu ikut acara adat di Bali, kemungkinan besar kamu akan nemu nasi jinggo sebagai bagian dari hidangan.

Kenapa Kamu Harus Coba?

Kalau kamu belum pernah coba nasi jinggo, artinya kamu belum lengkap menjelajahi kuliner Bali. Ini beberapa alasan kenapa kamu wajib coba:

  1. Rasa lokal yang otentik

  2. Murah dan mengenyangkan

  3. Cocok buat semua suasana

  4. Mudah ditemukan di mana-mana

Bahkan sekarang banyak penjual nasi jinggo yang hadir di kota-kota besar di luar Bali. Jadi, kamu nggak harus ke Pulau Dewata dulu buat nikmatin sensasinya.

Tips Menikmati Nasi Jinggo

Biar makin mantap, ini tips dari warga lokal saat makan nasi jinggo:

  • Makan pakai tangan langsung dari daun pisang

  • Pilih level pedas sesuai selera (tapi hati-hati, sambalnya galak!)

  • Nikmati bareng kopi Bali atau teh hangat

Sambal Matah: Pelengkap Pedas yang Mengangkat Selera Makan

Resep Sambal Matah Tanpa Minyak

Sambal Matah, Si Sambal Segar dari Bali

Kalau ngomongin sambal khas Bali, https://wisatatpikota.id/ pasti nggak boleh lupa sama sambal matah. Sambal yang satu ini beda banget sama sambal biasa yang dimasak dulu. Sambal ini justru dibuat dari bahan mentah yang dicincang halus, jadi rasanya segar dan pedas banget.

Kata “matah” sendiri berarti mentah dalam bahasa Bali, makanya sambal ini memang nggak dimasak tapi langsung disajikan. Sambal ini sering banget jadi pelengkap lauk seperti ayam betutu, ikan bakar, atau nasi campur Bali. Rasanya yang unik bisa langsung mengangkat selera makan kamu.


Bahan-Bahan Dasar Sambal Matah

Gak perlu ribet buat bikin sambal matah karena bahan-bahannya sederhana dan mudah didapat:

  • Bawang merah segar, dicincang halus

  • Cabai rawit merah, sesuai selera pedasnya

  • Serai yang diiris tipis-tipis

  • Daun jeruk purut, juga diiris tipis

  • Minyak kelapa panas

  • Garam dan sedikit gula pasir

  • Perasan jeruk limau untuk kesegaran ekstra

Semua bahan ini dicampur mentah dan disiram minyak kelapa panas yang baru saja dituang supaya aromanya keluar dan rasanya makin mantap.


Cara Membuat Sambal Matah di Rumah, Gampang Banget!

Buat kamu yang pengen coba bikin sendiri sambal matah, ini caranya gampang banget:

  1. Cincang bawang merah, cabai rawit, serai, dan daun jeruk purut sampai halus tapi tetap kasar supaya teksturnya terasa.

  2. Campur semua bahan di mangkuk, beri garam dan gula pasir secukupnya.

  3. Panaskan minyak kelapa sampai benar-benar panas, lalu siram ke campuran sambal.

  4. Tambahkan perasan jeruk limau untuk rasa segar yang khas. Aduk rata.

Sambal ini siap disajikan! Sambal ini paling enak dimakan langsung bersama nasi hangat dan lauk favorit kamu.


Kenapa Sambal Matah Jadi Favorit Banyak Orang?

Salah satu alasan Sambal ini disukai adalah karena rasanya yang segar dan pedas tapi nggak bikin eneg. Karena nggak dimasak, rasa bahan-bahan segar benar-benar keluar.

Selain itu, minyak kelapa panas yang disiram ke sambal memberikan aroma harum dan rasa gurih alami. Sambal ini juga sehat karena nggak pakai bahan pengawet dan prosesnya simpel.


Sambal Matah: Cocok Buat Semua Jenis Lauk

Sambal ini fleksibel banget. Kamu bisa nikmatin bareng ayam goreng, ikan bakar, bebek, bahkan tempe goreng atau sayur bening. Rasa pedas segar dari sambal ini bisa bikin lauk apapun jadi tambah mantap.

Kalau kamu suka makanan Bali, Sambal ini wajib ada di meja makan. Tapi kalau kamu pengen variasi baru sambal buat lauk sehari-hari, coba deh bikin Sambal ini sendiri!


Sambal Matah dalam Budaya Bali

Selain sebagai pelengkap makanan, Sambal ini juga punya nilai budaya yang kuat di Bali. Sambal ini sering disajikan di upacara adat dan acara keluarga sebagai simbol kehangatan dan kebersamaan.

Keunikan Sambal ini juga menunjukkan bagaimana masyarakat Bali menghargai kesegaran dan bahan alami dalam masakan mereka.


Tips Menikmati Sambal Matah yang Mantap

Kalau kamu beli Sambal ini di warung, pastikan sambalnya benar-benar segar dan tidak terlalu lama disimpan. Sambal ini yang sudah lama akan kehilangan aroma dan rasa segarnya.

Kalau kamu mau pedas ekstra, tambahkan cabai rawit sesuai selera saat membuat. Untuk yang nggak kuat pedas, bisa dikurangi cabainya tapi tetap enak kok.


Penutup: Sambal Matah, Si Pedas Segar yang Bikin Ketagihan

Sambal ini membuktikan kalau sambal gak harus ribet dan dimasak dulu biar enak. Dengan bahan segar dan proses sederhana, Sambal ini jadi pelengkap makan yang ngangkat rasa dan bikin nagih.

Cobain deh buat sendiri di rumah, atau kalau lagi ke Bali, jangan lupa minta Sambal ini biar pengalaman makan kamu makin lengkap dan seru!

Rujak Kuah Pindang: Buah dan Kuah Ikan yang Menggoda

10 Rujak Kuah Pindang Paling Sedap di Bali - Nibble

Apa Itu Rujak Kuah Pindang?

Kalau kamu suka makanan yang segar dan asam, rujak kuah pindang wajib banget dicoba. Makanan khas Bali ini beda dari rujak biasa yang sering kita temui. Biasanya rujak identik dengan bumbu kacang atau bumbu petis, tapi Rujak ini justru pakai kuah ikan asam yang segar dan unik.

Kuah pindang sendiri adalah kuah dari ikan yang dimasak asam dan pedas, biasanya pakai ikan laut segar seperti ikan tongkol atau ikan cakalang. Nah, buah segar dipotong kecil dan dicampur sama kuah pindang ini, menghasilkan rasa segar, gurih, dan sedikit pedas yang bikin nagih.


Buah-Buah Segar yang Dipakai

Buah adalah bahan utama Rujak ini, tapi tentu nggak semua buah bisa masuk ke sini. Biasanya pakai buah yang rasanya segar dan agak asam, seperti:

  • Mangga muda

  • Nanas

  • Pepaya muda

  • Jambu air

  • Kedondong

  • Salak

Potong buahnya jangan terlalu kecil supaya saat dicampur kuah pindang tetap terasa segarnya. Buah yang asam dan sedikit manis ini bikin kuah pindang jadi makin klop.


Rahasia Kuah Pindang yang Bikin Rujak Ini Beda

Kuah pindang yang dipakai di rujak ini terbuat dari ikan segar yang direbus dengan bumbu seperti asam jawa, cabai, bawang merah, dan garam. Rasanya asam, pedas, dan gurih sekaligus.

Kalau kamu mau bikin sendiri, penting banget supaya kuah pindangnya tidak terlalu encer tapi juga nggak terlalu kental. Keseimbangan rasa kuah pindang ini yang bikin Rujak ini terasa segar dan mantap.


Cara Membuat Rujak Kuah Pindang di Rumah

Mau coba bikin Rujak ini sendiri? Gampang kok, ini langkah simpel yang bisa kamu ikuti:

  1. Rebus ikan (misalnya ikan tongkol) dengan bumbu asam jawa, cabai, bawang merah, dan garam sampai matang dan terasa asam pedas. Saring kuahnya.

  2. Potong buah segar seperti mangga muda, nanas, dan pepaya muda sesuai selera.

  3. Campurkan potongan buah dengan kuah pindang hangat.

  4. Sajikan langsung supaya rasa segar dan hangatnya tetap terasa.

Nikmati Rujak ini sebagai camilan atau teman makan nasi, dijamin bikin nagih!


Kenapa Jadi Favorit Banyak Orang?

Selain rasanya yang unik dan segar, Rujak ini juga punya nilai gizi tinggi. Buah-buahan segar kaya vitamin dan serat, sementara kuah pindang mengandung protein dari ikan yang sehat.

Rujak ini juga cocok buat yang pengen makanan ringan tapi tetap mengenyangkan. Cocok banget buat yang suka rasa pedas dan asam, dan pengen coba sesuatu yang beda dari rujak biasa.


Rujak Kuah Pindang dalam Tradisi Bali

Rujak ini bukan cuma makanan biasa di Bali, tapi juga sering muncul saat acara adat atau kumpul keluarga. Rasanya yang segar cocok untuk cuaca tropis Bali yang panas.

Makanan ini juga menunjukkan bagaimana masyarakat Bali memanfaatkan bahan lokal dan mengolahnya jadi hidangan yang lezat dan bergizi. Jadi, selain enak, rujak ini punya nilai budaya yang tinggi.


Tips Menikmati Rujak yang Asli

Kalau kamu jalan-jalan ke Bali, jangan lewatkan kesempatan untuk coba rujak kuah pindang asli di warung atau pasar tradisional. Biasanya mereka pakai ikan segar langsung dan buah-buahan lokal yang masih fresh.

Kalau suka pedas, kamu bisa tambah sambal ekstra. Atau kalau kamu kurang suka pedas, minta kuahnya dikurangi cabainya. Rasanya tetap enak dan segar.


Penutup: Segar dan Bikin Ketagihan

Rujak ini membuktikan kalau perpaduan buah dan kuah ikan bisa jadi hidangan yang unik dan lezat. Cocok buat kamu yang suka eksplorasi rasa baru dan pengen makanan yang segar sekaligus bergizi.

Jangan ragu buat coba bikin sendiri di rumah atau cari yang asli di Bali. Rasanya dijamin bikin kamu balik lagi!

Serombotan: Sayuran Segar dengan Sambal Kacang Khas Bali

Liburan Ke Bali Wajib Coba Serombotan, Sayur Urap dari Klungkung!

Serombotan, Makanan Sehat yang Gampang Dicari

Kalau ngomongin makanan khas Bali, pasti nggak asing sama serombotan https://wisatatpikota.id/ . Ini salah satu makanan tradisional yang simpel banget tapi penuh gizi. Hidangan ini berupa sayuran segar yang disiram sambal kacang khas Bali. Rasanya? Seger, gurih, dan bikin nagih!

Biasanya menu ini jadi teman makan nasi atau lauk lain. Tapi banyak juga yang menikmatinya sebagai lauk utama karena porsinya lumayan mengenyangkan. Apalagi buat kamu yang pengen makan sehat tanpa ribet.

Bahan-Bahan Sayuran yang Bikin Segar

Yang bikin hidangan ini istimewa tentu sayurannya. Biasanya sayur yang dipakai adalah sayuran lokal yang gampang ditemuin di pasar tradisional Bali, seperti:

  • Tauge

  • Kacang panjang

  • Bayam atau daun singkong

  • Daun kemangi

  • Terong ungu

  • Buncis

Semua sayuran ini direbus sebentar supaya tetap segar dan nggak kehilangan tekstur renyahnya. Jadi waktu dimakan, kamu masih bisa ngerasain kesegarannya.

Sambal Kacang: Rahasia Rasa Juara

Kunci utama dari serombotan ada di sambal kacangnya. Sambal ini terbuat dari kacang tanah yang digoreng sampai wangi, lalu diulek bareng bawang putih, cabai merah, garam, dan gula merah. Kadang ditambah sedikit air jeruk limau supaya makin segar.

Sambal kacang ini punya rasa gurih, manis, dan pedas yang pas banget menyatu dengan sayuran segar. Sambalnya nggak cuma buat pelengkap, tapi jadi bintang utama yang bikin rasanya beda dari sayur biasa.

Cara Membuat Serombotan di Rumah? Gampang Banget!

Kalau kamu penasaran, makanan ini bisa banget dibuat sendiri di rumah tanpa ribet. Ini cara singkatnya:

  1. Rebus sayuran sampai setengah matang, tiriskan biar nggak lembek.

  2. Goreng kacang tanah sampai kecokelatan, lalu ulek kasar.

  3. Campurkan kacang tanah yang sudah diulek dengan bawang putih, cabai, garam, dan gula merah. Tambahkan air sedikit-sedikit sampai teksturnya pas.

  4. Siram sambal kacang ini ke sayuran rebus.

  5. Tambahkan perasan jeruk limau dan taburan bawang goreng biar makin sedap.

Selesai! Mudah, kan?

Kenapa Serombotan Cocok Buat Semua Orang?

Serombotan bukan cuma enak, tapi juga sehat. Semua bahan dasarnya alami dan segar tanpa tambahan bahan pengawet atau bahan kimia. Sayurannya kaya serat dan vitamin, sedangkan kacang tanahnya memberikan protein nabati yang baik buat tubuh.

Buat yang lagi diet atau pengen makan makanan bersih, menu ini jadi pilihan tepat. Rasanya juga ringan, nggak bikin eneg atau berat di perut. Jadi, cocok banget buat kamu yang pengen makan enak tapi tetap sehat.

Di Bali: Lebih dari Sekadar Makanan

Di Bali, serombotan nggak cuma jadi makanan sehari-hari tapi juga bagian dari tradisi dan budaya. Kadang disajikan saat upacara adat atau acara keluarga. Makan bersama jadi momen hangat yang penuh keakraban.

Selain itu, makanan ini juga menggambarkan kehidupan sederhana orang Bali yang sangat dekat dengan alam dan memanfaatkan bahan-bahan lokal.

Tips Menikmati Serombotan yang Asli Bali

Kalau kamu jalan-jalan ke Bali, jangan lupa coba serombotan di warung-warung lokal atau pasar tradisional. Rasanya pasti beda dan autentik banget. Kadang mereka pakai sayur-sayuran liar yang cuma tumbuh di Bali, bikin rasa makin unik.

Jangan lupa tambah sambal ekstra kalau suka pedas, dan nikmati dengan nasi putih hangat atau lauk pendamping seperti ayam betutu atau sate lilit.

Penutup: Simpel tapi Penuh Rasa

Serombotan membuktikan kalau makanan sehat dan sederhana bisa punya rasa juara. Dengan sayuran segar dan sambal kacang yang nikmat, makanan ini cocok buat siapa saja yang mau makan enak tanpa ribet dan tetap sehat.

Yuk, mulai kenalan dan coba buat sendiri di rumah. Jangan lupa share pengalamanmu kalau sudah coba resep ini, supaya orang lain juga makin kenal dengan kuliner khas Bali yang satu ini.

Tipat Cantok: Hidangan Sederhana dengan Rasa Juara

Wisata Kuliner, Sajian Nikmat Khas Bali Bernama Tipat Cantok, Berikut Resep  dan Cara Membuatnya - Halaman 2 - Posbelitung.co

Apa Itu Tipat Cantok?

Pernah denger nama Tipat Cantok https://wisatatpikota.id/ ? Kalau kamu belum pernah coba, kamu wajib banget baca artikel ini sampai habis. Tipat cantok adalah salah satu makanan khas Bali yang murah meriah, tapi rasanya bikin siapa aja jatuh cinta. Makanan ini biasanya disajikan sebagai camilan sore atau makanan ringan, tapi jangan salah — rasanya bisa ngalahin makanan mahal!

Tipat itu artinya ketupat, sedangkan cantok itu proses mengulek bahan-bahan, khususnya bumbu kacang yang jadi andalan dari makanan ini. Jadi, bayangin aja ketupat yang dipotong kecil-kecil, terus dicampur sama sayuran rebus dan disiram bumbu kacang yang kental dan gurih. Kebayang enaknya, kan?


Bahan-Bahan yang Sederhana Tapi Bikin Ketagihan

Salah satu alasan kenapa tipat cantok digemari banyak orang adalah karena bahan-bahannya gampang didapat dan harganya murah. Biasanya cuma butuh:

  • Ketupat (tipat)

  • Tauge

  • Kacang panjang

  • Kangkung (opsional)

  • Bumbu kacang (kacang tanah goreng, bawang putih, cabai, garam, dan gula merah)

  • Sedikit air perasan jeruk limau biar segar

Semua bahan direbus dan disajikan segar dengan bumbu kacang yang diulek manual. Nah, rasa juara dari makanan ini datang dari bumbu kacangnya yang kaya rasa dan legit banget!


Cara Membuat Tipat Cantok di Rumah

Mau coba bikin sendiri di rumah? Gampang banget, kok. Ini dia langkah-langkah sederhananya:

  1. Rebus sayuran kayak tauge, kacang panjang, dan kangkung. Tiriskan.

  2. Siapkan bumbu kacang: goreng kacang tanah dan ulek bersama bawang putih, cabai, garam, dan gula merah. Tambahkan air hangat sedikit demi sedikit sampai teksturnya pas.

  3. Potong ketupat jadi ukuran sedang.

  4. Campur semua bahan dalam satu wadah, lalu siram dengan bumbu kacang.

  5. Terakhir, tambahkan perasan jeruk limau dan sedikit taburan bawang goreng biar makin mantap!

Gampang banget, kan? Cocok buat kamu yang pengen makan enak tanpa ribet.


Rasanya Gimana, Sih?

Satu kata: nagih! makanan ini punya kombinasi rasa yang komplet banget. Ada gurih dari bumbu kacang, segar dari jeruk limau, dan tekstur renyah dari sayuran yang masih kriuk. Ketupatnya juga bikin kenyang, jadi cocok buat yang lagi pengen ngemil tapi nggak mau makan berat.

Yang paling bikin beda adalah bumbu kacangnya. Kalau di Bali, banyak warung yang punya racikan bumbu khas sendiri. Ada yang manis gurih, ada juga yang pedas nendang. Kamu tinggal pilih sesuai selera.


Dimakan Kapan Aja Tetap Enak

Tipat cantok ini fleksibel banget. Mau dijadikan sarapan? Bisa. Makan siang ringan? Cocok. Makanan sore sambil ngopi? Pas banget! Nggak heran kalau tipat cantok jadi makanan yang laris di pasar-pasar tradisional Bali. Harganya murah, rasanya luar biasa.

Kalau kamu liburan ke Bali, coba cari jajanan ini di pasar atau warung lokal. Biasanya disajikan di atas daun pisang yang bikin aromanya makin khas.


Kenapa Harus Coba Tipat Cantok?

Selain karena rasanya yang enak, tipat cantok juga menyimpan nilai budaya lokal yang kuat. Makanan ini mencerminkan cara hidup orang Bali yang sederhana, natural, dan suka berkumpul sambil menikmati makanan bersama.

Cocok juga buat kamu yang lagi cari alternatif makanan sehat tapi tetap mengenyangkan. Tanpa pengawet, tanpa MSG, dan penuh gizi dari sayuran segar.


Penutup: Sederhana Tapi Juara

Jadi, jangan remehkan makanan yang tampaknya sederhana kayak tipat cantok. Di balik kesederhanaannya, ada cita rasa khas dan filosofi lokal yang bikin makanan ini layak disebut juara. Cobain sekali, dijamin kamu bakal nyari lagi!