Arsip Bulanan: Agustus 2025

Sate Pusut: Lezatnya Daging Giling Berbumbu Khas Sasak

Fakta Menarik Sate Pusut khas Lombok

Sate Pusut, Lezatnya Daging Giling Berbumbu Khas Sasak

Kalau kamu pecinta sate https://wisatatpikota.id/ , wajib banget coba yang satu ini — sate pusut! Beda dari sate pada umumnya, sate ini bukan potongan daging, tapi daging giling yang dibumbui khas Sasak dan dililitkan ke tusuk bambu. Rasanya gurih, pedas, dan penuh aroma rempah. Yuk, kenalan lebih dekat sama sate khas Lombok ini!


Asal Usul Sate Pusut dari Tanah Sasak

Sate pusut berasal dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan jadi salah satu kuliner kebanggaan masyarakat Sasak. Kata “pusut” sendiri dalam bahasa Sasak berarti “lilit”. Jadi, sate ini memang khas karena dagingnya dililit ke tusuk bambu, bukan ditusuk seperti sate biasa.

Biasanya, sate ini disajikan saat acara adat, pernikahan, atau hari besar keagamaan. Tapi sekarang, makin gampang ditemuin di warung makan atau restoran khas Lombok.


Bahan Utama: Daging Giling dan Rempah Melimpah

Yang bikin sate pusut beda adalah bahan dasarnya. Biasanya pakai daging sapi atau ayam yang digiling halus. Lalu dicampur kelapa parut, bawang merah, bawang putih, kunyit, ketumbar, serai, dan cabai. Kadang ditambah daun jeruk biar makin harum.

Campuran ini bikin aroma dan rasa sate ini jadi nendang banget. Gurih dari kelapa, pedas dari cabai, dan wangi rempah-rempahnya benar-benar khas.


Proses Membuat Sate Pusut yang Butuh Kesabaran

Bikin sate pusut memang butuh waktu dan kesabaran. Setelah semua bahan dicampur rata, adonan daging dililitkan ke tusuk bambu pipih atau batang serai. Nah, proses melilit ini harus rapi biar nggak copot saat dibakar.

Setelah dililit, sate dipanggang di atas bara api sambil dibolak-balik. Proses ini bikin aroma bakaran kelapa dan rempah makin keluar. Warnanya pun berubah jadi kecoklatan dan menggoda banget!


Sensasi Rasa yang Nggak Bisa Dilupain

Begitu digigit, tekstur sate ini lembut karena dagingnya digiling, tapi tetap padat. Rasanya kaya banget — gurih, pedas, sedikit manis dari kelapa, dan harum rempah yang nempel di lidah.

Biasanya sate ini disajikan bareng nasi putih, plecing kangkung, atau urap. Bisa juga dimakan pakai lontong. Paduannya bikin makan makin lahap!


Sate Pusut, Makanan Tradisional yang Cocok Buat Semua Usia

Meski pedasnya khas Lombok, tingkat kepedasan sate ini bisa disesuaikan kok. Jadi anak-anak pun bisa menikmati. Buat kamu yang suka kuliner tradisional tapi nggak suka daging alot, sate ini bisa jadi pilihan pas karena dagingnya lembut banget.

Sate ini juga jadi alternatif buat kamu yang bosan dengan sate ayam atau kambing biasa. Sensasi rasanya beda dan lebih kaya bumbu.


Dimana Bisa Menemukan Sate Pusut?

Kalau kamu jalan-jalan ke Lombok, sate ini gampang ditemukan di warung makan, pasar tradisional, atau restoran khas Sasak. Beberapa tempat bahkan menyajikan sate pusut versi ikan laut seperti tuna atau cakalang. Rasanya? Tetap enak!

Tapi kalau belum sempat ke Lombok, kamu juga bisa coba bikin sendiri di rumah. Banyak resep sate ini yang bisa kamu temuin di internet, tinggal sesuaikan sama selera.


Tips Memasak Sate Pusut di Rumah

Kalau mau coba bikin sate ini sendiri, berikut beberapa tipsnya:

  1. Pilih daging segar – Daging yang segar bikin hasil sate lebih enak dan nggak bau.

  2. Haluskan bumbu benar-benar lembut – Biar bumbunya meresap rata ke daging.

  3. Gunakan kelapa parut yang agak tua – Biar ada tekstur dan rasa gurihnya terasa.

  4. Bakar dengan api sedang – Supaya sate matang merata dan nggak gosong luar dalam.

Dengan bahan yang sederhana, kamu bisa sajikan sate ini sebagai menu spesial di rumah.


Sate Pusut, Warisan Kuliner yang Wajib Dilestarikan

Sebagai bagian dari kekayaan kuliner Nusantara, sate ini nggak cuma sekadar makanan. Ia juga bagian dari budaya masyarakat Sasak yang penuh makna. Lewat sate pusut, kita bisa belajar bahwa rasa otentik datang dari kesederhanaan dan warisan turun-temurun.

Jadi, yuk ikut melestarikan kuliner nusantara dengan mengenal dan mencoba sate ini!


Penutup:

Sate ini bukan sekadar sate biasa. Dengan daging giling, rempah khas Sasak, dan teknik memasak tradisional, sate ini hadir sebagai simbol kekayaan kuliner Lombok yang patut dicoba dan dibanggakan. Sekali coba, pasti bikin nagih!

Tapa Kolo: Nasi Bakar Tradisional dalam Bambu ala Suku Sasak

Cicip Tapa Kolo, Makanan Khas NTT yang Unik dan Mengandung Filosofi Mendalam : Okezone Women

1. Apa Itu Tapa Kolo?

Kalau kamu suka kuliner tradisional, pasti gak asing sama yang namanya nasi bakar. Tapi, di Lombok, ada yang beda dan unik, yaitu https://wisatatpikota.id/ Tapa Kolo. Ini adalah nasi bakar yang dimasak langsung dalam bambu ala Suku Sasak. Jadi, nasi dan lauk dibungkus di dalam bambu lalu dibakar, membuat aromanya jadi wangi dan rasa makin khas. Cara memasaknya yang tradisional ini sudah ada sejak lama dan sampai sekarang masih jadi favorit masyarakat setempat.


2. Asal Usul Tapa Kolo dari Suku Sasak

Tapa Kolo berasal dari Suku Sasak, suku asli Lombok yang masih menjaga tradisi turun-temurun. Dahulu, cara memasak nasi dengan bambu bukan cuma soal rasa, tapi juga cara praktis saat berburu atau bekerja di ladang. Bambu berfungsi sebagai alat masak sekaligus pembungkus alami yang ramah lingkungan. Nah, dari kebiasaan ini lahirlah makanan ini, yang sekarang jadi sajian spesial saat acara adat dan festival kuliner.


3. Proses Memasak Tapa Kolo yang Unik dan Menarik

Proses membuat Tapa Kolo cukup sederhana tapi perlu ketelatenan. Pertama, nasi putih dicampur dengan bumbu dan lauk seperti ayam suwir atau ikan yang sudah dibumbui. Setelah itu, nasi dan lauk dimasukkan ke dalam bambu segar yang sudah dibersihkan. Bambu ini kemudian dibakar di atas bara api sampai matang sempurna. Selama proses pembakaran, aroma bambu dan bumbu menyatu, bikin rasa nasi bakar jadi lebih harum dan lezat.


4. Kenapa Harus Pakai Bambu?

Bambu bukan cuma jadi tempat masak, tapi juga memberikan aroma khas yang gak bisa didapat dari cara memasak biasa. Aroma bambu saat dibakar menyatu dengan bumbu nasi, menghasilkan rasa yang gurih, sedikit manis, dan sangat menggoda lidah. Selain itu, bambu juga menjaga nasi tetap lembap dan matang merata tanpa mudah gosong.


5. Isi Tapa Kolo, Ragam Lauk yang Membuatnya Spesial

Biasanya, isi makanan ini terdiri dari nasi putih dengan tambahan lauk ayam suwir berbumbu, ikan, atau sayur-sayuran khas Lombok seperti plecing kangkung. Beberapa versi juga menambahkan sambal terasi agar rasanya makin nendang. Kombinasi ini bikin makanan ini gak cuma mengenyangkan tapi juga kaya rasa dan gizi.


6. Kapan Biasanya Disajikan?

Tapa Kolo biasanya disajikan saat acara adat, perayaan, atau sebagai bekal dalam perjalanan panjang. Selain itu, kini banyak warung dan festival kuliner yang menjual Tapa Kolo sebagai makanan khas Lombok yang wajib dicoba oleh wisatawan. Jadi, kalau kamu lagi jalan-jalan ke Lombok, jangan lewatkan buat nyobain nasi bakar bambu ini ya!


7. Manfaat dan Nilai Tradisional

Selain lezat, makanan ini juga punya nilai budaya dan tradisi yang tinggi. Cara memasaknya yang masih alami tanpa menggunakan bahan plastik atau aluminium foil, menunjukkan kearifan lokal dalam menjaga lingkungan. Dari segi gizi, nasi dan lauk dalam makanan ini memberikan energi cukup untuk aktivitas berat sehari-hari masyarakat Sasak.


8. Cara Menikmati Tapa Kolo yang Beneran Asli

Kalau kamu sudah dapat makanan ini, nikmatinya saat masih hangat biar aromanya maksimal. Buka bambu secara perlahan dan siap-siap disambut aroma wangi khas bambu bakar. Biasanya dimakan langsung dengan tangan, agar sensasi makan tradisionalnya kerasa banget. Jangan lupa tambahkan sambal khas Lombok supaya rasa pedasnya pas.


9. Kesimpulan: Tapa Kolo, Kuliner Tradisional yang Harus Dicoba

Tapa Kolo bukan cuma nasi bakar biasa. Dengan cara memasak unik dalam bambu dan rasa yang kaya, makanan ini jadi simbol tradisi Suku Sasak yang penuh makna. Bagi kamu yang pengen coba kuliner otentik Lombok, makanan ini wajib masuk daftar makanan yang harus dicicipi. Gak cuma lezat, tapi juga membawa kamu dekat dengan budaya lokal.

Kelaq Lebui: Sayur Kacang Hitam Penuh Gizi dan Rasa

Kelaq Lebui Sayur Khas NTB yang Terlupakan - suguhanku

1. Apa Itu Kelaq Lebui?

Kelaq Lebui adalah sayur tradisional https://wisatatpikota.id/ yang menggunakan kacang hitam sebagai bahan utama. Makanan ini berasal dari daerah yang masih menjaga resep turun-temurun, khususnya di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya. Bagi yang belum pernah dengar, kacang hitam diolah dengan rempah sederhana tapi menghasilkan rasa yang gurih, sedikit manis, dan segar. Sayur ini cocok banget buat kamu yang pengen makanan sehat tapi tetap nikmat.


2. Keunikan Kacang Hitam dalam Kelaq Lebui

Kacang hitam yang dipakai di Kelaq Lebui bukan kacang biasa. Selain punya tekstur yang lembut setelah dimasak, kacang hitam kaya akan serat, protein, dan antioksidan. Jadi, selain enak, sayur ini juga membantu menjaga kesehatan pencernaan dan memperkuat daya tahan tubuh. Gak heran kalau makanan ini sering dijadikan menu keluarga yang ingin hidup sehat tanpa harus repot.


3. Bumbu dan Cara Memasak yang Simpel tapi Nendang

Bumbu utama makanan ini biasanya simpel: bawang merah, bawang putih, cabai, dan daun salam. Kadang ditambah sedikit santan supaya rasa makin gurih dan lembut. Cara masaknya juga mudah, kacang hitam direbus sampai empuk, lalu tumis bumbu dan dicampur dengan kacang tersebut. Prosesnya cepat dan praktis, cocok buat kamu yang sibuk tapi tetap ingin makan sayur bergizi.


4. Manfaat Kesehatan dari Kelaq Lebui

Selain enak, makanan ini punya segudang manfaat untuk tubuh. Kandungan seratnya bikin kamu kenyang lebih lama dan membantu melancarkan pencernaan. Kacang hitam juga mengandung zat besi yang bagus untuk mengatasi anemia dan menjaga stamina. Dengan makan Kelaq Lebui secara rutin, kamu sekaligus memberikan asupan sehat untuk keluarga.


5. Kelaq Lebui, Menu Tradisional yang Mudah Dikreasikan

Kalau kamu bosan dengan sayur kacang hitam biasa, makanan ini bisa jadi alternatif seru. Kamu bisa menambahkan tahu, tempe, atau bahkan potongan daging ayam agar rasa semakin kaya. Bumbu juga bisa dimodifikasi, misalnya menambahkan sedikit jeruk nipis untuk sensasi segar. Jadi, makanan ini bukan cuma makanan tradisional tapi juga fleksibel untuk kreasi harian.


6. Cocok untuk Semua Usia

Salah satu kelebihan makanan ini adalah cocok untuk semua umur, dari anak-anak sampai orang dewasa. Rasanya yang ringan dan gurih mudah diterima lidah, bahkan oleh mereka yang biasanya kurang suka sayur. Jadi, kamu gak perlu khawatir saat menyajikannya untuk keluarga kecil di rumah.


7. Cara Menikmati Kelaq Lebui yang Paling Nikmat

Untuk menikmati makanan ini, biasanya disantap bersama nasi hangat dan lauk pendamping seperti ikan goreng atau ayam bakar. Kamu juga bisa tambahkan sambal favorit supaya rasanya makin lengkap. Selain itu, minum air putih atau teh hangat bisa jadi pelengkap yang pas supaya makan makin terasa nikmat dan seimbang.


8. Tips Memasak Kacang Hitam agar Cepat Empuk

Memasak kacang hitam seringkali bikin repot karena butuh waktu lama agar empuk. Tapi kamu bisa mempersingkat waktu dengan merendam kacang semalaman sebelum dimasak. Selain itu, menggunakan panci presto juga solusi praktis supaya kacang hitam cepat lunak dan siap dimasak jadi Kelaq Lebui.


9. Kesimpulan: Kelaq Lebui, Sayur Tradisional yang Layak Dicoba

Kelaq Lebui adalah pilihan sayur tradisional yang nggak cuma lezat tapi juga penuh manfaat kesehatan. Dengan bahan sederhana dan cara masak yang mudah, kamu bisa menghadirkan sajian khas Nusantara yang menggugah selera di rumah. Buat kamu yang ingin makanan sehat tanpa ribet, makanan ini wajib jadi menu andalan.

Poteng Jaje Tujak: Fermentasi Manis dalam Sajian Tradisional

Poteng Ketan dan Jaje Tujak | Jatarasia

Apa Itu Poteng Jaje Tujak?

Kalau kamu lagi cari camilan tradisional khas Bali yang unik dan jarang ditemui di luar daerah, kamu harus banget kenalan sama Poteng Jaje Tujak https://wisatatpikota.id/ . Nama ini memang cukup panjang, tapi isinya sederhana dan punya cita rasa manis yang khas.

Poteng adalah sebutan orang Bali untuk tape ketan—beras ketan yang difermentasi hingga manis, lembut, dan sedikit asam. Sementara itu, Jaje Tujak adalah ketan yang ditumbuk sampai halus, biasanya dibentuk bulat pipih.

Kalau dua makanan ini disajikan bareng, hasilnya jadi camilan yang manis, kenyal, dan aromatik. Rasanya? Bikin kangen dan cocok banget buat hidangan adat atau sekadar teman ngopi sore.


Bahan-Bahan Tradisional yang Sederhana

Satu hal yang menarik dari Poteng Jaje Tujak ini adalah bahan-bahannya yang sangat sederhana dan alami. Gak perlu bahan mahal atau sulit dicari, cukup:

  • Beras ketan putih

  • Ragi tape

  • Kelapa parut

  • Sedikit garam

  • Daun pisang untuk alas atau pembungkus

Walaupun bahan-bahannya simpel, tapi proses pembuatannya butuh ketelatenan. Terutama saat fermentasi tape-nya. Karena di sinilah letak kunci rasa manis dan aroma khas dari Poteng.


Proses Pembuatan yang Penuh Makna

Untuk bikin poteng, ketan putih dikukus, lalu didinginkan dan diberi ragi tape. Setelah itu disimpan selama 2–3 hari di tempat tertutup hingga teksturnya jadi lembut dan berair, rasanya manis sedikit asam, khas tape ketan.

Sementara itu, jaje tujak dibuat dengan menumbuk ketan yang sudah dikukus bersama parutan kelapa dan sedikit garam. Proses penumbukan ini biasanya dilakukan manual menggunakan alat tradisional, makanya disebut “tujak” (ditumbuk).

Setelah ditumbuk, adonan dibentuk dan disajikan bersama poteng di atas daun pisang. Kadang, ada juga yang menambahkan taburan kelapa sangrai biar makin sedap!


Kapan Biasanya Poteng Jaje Tujak Disajikan?

Makanan ini bukan camilan biasa. Poteng Jaje Tujak biasanya disajikan saat upacara keagamaan atau perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali. Makanan ini punya makna spiritual, sebagai simbol rasa syukur dan penyambutan roh leluhur.

Selain itu, masyarakat Bali juga percaya bahwa makanan fermentasi seperti poteng bisa melambangkan proses kehidupan dan keberkahan. Jadi, gak heran kalau makanan ini dianggap istimewa dan penuh makna.


Rasa yang Melekat dan Sulit Dilupakan

Gabungan rasa manis fermentasi dari poteng dan gurihnya jaje tujak bikin camilan ini gak cuma enak, tapi juga bikin nostalgia. Teksturnya lembut dan kenyal, aromanya khas tape ketan, dan sentuhan daun pisang bikin rasanya semakin autentik.

Kalau kamu belum pernah coba, kamu bakal ngerasa ini beda banget dari camilan modern. Ini bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang tradisi, budaya, dan kehangatan keluarga.


Bisa Dibikin Sendiri di Rumah?

Tentu bisa! Kalau kamu mau coba bikin di rumah, pastikan kamu pakai ragi tape yang bagus dan bersih, karena proses fermentasi sangat menentukan hasil akhir.

Berikut tips singkat:

Untuk Poteng (tape ketan):

  1. Kukus ketan sampai matang.

  2. Dinginkan, lalu taburi ragi secara merata.

  3. Simpan di wadah tertutup 2-3 hari.

Untuk Jaje Tujak:

  1. Kukus ketan dengan kelapa parut dan sedikit garam.

  2. Tumbuk dengan ulekan besar sampai halus.

  3. Bentuk bulat pipih dan sajikan.

Jangan lupa sajikan di atas daun pisang biar makin terasa tradisionalnya!


Di Mana Bisa Menemukan Poteng Jaje Tujak?

Kalau kamu lagi di Bali, kamu bisa menemukan Poteng Jaje Tujak di:

  • Pasar tradisional saat menjelang Galungan atau Kuningan

  • Warung khas Bali di desa-desa

  • Rumah-rumah warga saat perayaan adat

Tapi karena makanan ini termasuk musiman dan khas upacara, gak setiap hari bisa ditemukan. Jadi kalau kamu nemu, wajib banget dicoba sebelum kehabisan!


Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Camilan

Poteng Jaje Tujak bukan hanya soal makanan manis, tapi tentang budaya dan nilai tradisional masyarakat Bali. Rasanya yang unik, cara penyajiannya yang khas, dan makna di baliknya membuat sajian ini layak dijaga dan dilestarikan.

Kalau kamu pencinta kuliner tradisional Indonesia, jangan sampai melewatkan yang satu ini. Satu suapan bisa membawa kamu lebih dekat ke akar budaya Nusantara.

Nasi Balap Puyung: Perpaduan Pedas dan Gurih dalam Satu Piring

Nasi Balap Puyung & Nasi Bakar Mini, Marpoyan - GoFood

1. Apa Itu Nasi Balap Puyung?

Kalau kamu pecinta makanan pedas, kamu wajib banget coba yang satu ini: Nasi Balap Puyung https://wisatatpikota.id/ . Makanan khas dari daerah Lombok Tengah, tepatnya dari Desa Puyung, ini punya cita rasa yang unik banget. Sesuai namanya, “balap” bukan karena dimakan sambil balapan, tapi karena dulu dijual ke para buruh dan pekerja dengan cepat. Satu piring berisi nasi putih, ayam suwir pedas, sambal khas Lombok, kering kentang, dan kadang dilengkapi dengan tahu atau tempe.

Pokoknya, sekali coba dijamin pengen nambah terus.


2. Asal-Usul Nasi Balap Puyung

Nasi Balap ini mulai dikenal sejak tahun 1970-an. Dulu, makanan ini dijual oleh ibu-ibu di pinggir jalan atau dekat kawasan pasar untuk memenuhi kebutuhan sarapan para buruh bangunan dan petani. Karena penyajiannya cepat dan bikin kenyang, lama-lama makin dikenal luas.

Kini, Nasi Balap Puyung udah jadi ikon kuliner khas Lombok yang bisa kamu temui di mana-mana, bahkan di luar NTB.


3. Kenapa Disebut “Pedas dan Gurih”?

Yang bikin Nasi Balap ini beda dari nasi lainnya adalah perpaduan pedas dan gurihnya. Ayam suwir dimasak dengan bumbu cabe rawit merah, bawang putih, bawang merah, dan sedikit terasi, bikin aromanya menggoda.

Lalu ada juga kering kentang yang kriuk, dan sambal terpisah buat kamu yang doyan ekstra pedas. Semua bumbu meresap sempurna, jadi gak cuma pedas di luar doang. Pokoknya nagih!


4. Isi Sepiring Nasi Balap Puyung

Biasanya, sepiring Nasi Balap ini terdiri dari:

  • Nasi putih hangat

  • Ayam suwir pedas khas Lombok

  • Kering kentang (kentang goreng tipis berbumbu)

  • Sambal plecing atau sambal terasi

  • Tahu/tempe goreng

  • Kadang dilengkapi dengan telur dadar tipis

Semua komponen disusun rapi, tapi jangan salah, begitu dicampur, rasanya makin mantap.


5. Tempat Terkenal Jual Nasi Balap Puyung

Kalau kamu lagi ke Lombok, wajib mampir ke beberapa tempat yang terkenal enak, seperti:

  • Depot Nasi Balap Inaq Esun (pelopor nasi balap)

  • Warung Nasi Balap Hj. Ninik

  • Nasi Balap Puyung di Mataram dan Senggigi

Tapi sekarang, di kota-kota besar kayak Jakarta, Surabaya, atau Bali juga udah banyak yang jual versi Nasi Balap Puyung.


6. Cocok Buat Pecinta Pedas

Kalau kamu ngerasa pecinta makanan pedas sejati, ini makanan yang gak boleh kamu lewatin. Level pedasnya bisa kamu sesuaikan, tapi versi aslinya sih emang “nendang banget”. Tapi tenang, rasa pedasnya bukan yang asal nyengat, tapi tetap terasa nikmat dan berpadu dengan rasa gurih dari ayam dan bumbu lainnya.


7. Bisa Dibuat Sendiri di Rumah

Pengen coba bikin sendiri? Gampang kok. Berikut bahan-bahan utama:

  • Ayam suwir

  • Cabe rawit merah

  • Bawang merah & putih

  • Terasi

  • Kentang (iris tipis, goreng)

  • Nasi putih

  • Garam, gula, dan kaldu bubuk

Tumis bumbu halus, masukkan ayam suwir, aduk sampai bumbu meresap. Sajikan bersama nasi dan lauk pendamping. Cocok buat bekal juga!


8. Tips Makan Lebih Nikmat

Supaya makin mantap, kamu bisa makan Nasi Balap ini pakai:

  • Kerupuk kulit

  • Lalapan segar kayak timun dan daun kemangi

  • Es teh manis biar netralin pedasnya

Makan pakai tangan juga bikin sensasi lebih nikmat, lho!


9. Kesimpulan: Pedas, Gurih, dan Bikin Kangen

Nasi Balap ini bukan cuma makanan, tapi pengalaman rasa. Dari pedas yang bikin semangat, sampai gurihnya ayam suwir yang bikin susah move on. Mau dimakan pagi, siang, atau malam, selalu pas dan bikin kenyang.

Kalau kamu belum pernah coba, saatnya masukin Nasi Balap ini ke daftar kuliner wajib!

Sate Bulayak: Sajian Unik dengan Lontong Daun Aren

Resep Sate Bulayak khas Lombok

Apa Itu Sate Bulayak?

Kalau ngomongin sate, mungkin yang langsung kepikiran adalah sate ayam atau sate kambing yang biasa kita temui di banyak tempat. Tapi di Lombok ada lho, Sate Bulayak https://wisatatpikota.id/ yang beda dan unik banget! Sate ini biasanya disajikan bersama lontong daun aren yang bikin rasanya makin spesial.

Sate Bulayak sendiri adalah sate daging sapi yang dibakar dengan bumbu khas, lalu dimakan bersama lontong yang dibungkus daun aren. Kombinasi ini menciptakan cita rasa yang autentik dan jarang ditemukan di tempat lain. Buat yang suka kuliner tradisional, wajib coba!


Keunikan Lontong Daun Aren

Lontong biasanya dibuat dengan cara membungkus beras dalam daun pisang atau plastik, tapi lontong daun aren ini unik karena menggunakan daun aren sebagai pembungkusnya. Daun aren memberikan aroma khas dan rasa yang lebih natural.

Saat dimasak, aroma daun aren meresap ke dalam lontong, bikin rasanya beda dan lebih nikmat. Lontong ini biasanya berbentuk silinder kecil dan padat, cocok untuk disantap bersama sate yang berempah.


Rahasia Bumbu Sate Bulayak

Bumbu sate ini beda dari sate kebanyakan. Biasanya menggunakan rempah-rempah lokal Lombok yang diracik sedemikian rupa sehingga dagingnya berasa gurih dan sedikit pedas.

Bahan utamanya adalah cabai, bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, dan terasi yang dihaluskan dan dijadikan saus cocolan atau olesan saat sate dibakar. Bumbu ini memberikan rasa yang kaya dan menggugah selera.


Cara Penyajian yang Bikin Laper

Biasanya Sate ini disajikan dengan lontong daun aren yang sudah dipotong kecil-kecil, kemudian ditambah dengan sambal khas Lombok dan kadang ada tambahan plecing kangkung sebagai pelengkap.

Rasanya komplit, perpaduan antara daging bakar yang berempah, lontong harum daun aren, dan sambal segar. Saat dimakan bersama, kamu bakal merasakan sensasi rasa yang harmonis dan bikin nagih.


Dari Mana Asal Usul Sate Bulayak?

Sate ini berasal dari masyarakat Sasak di Lombok. Kata “Bulayak” sendiri mengacu pada cara penyajian lontong yang dibungkus daun aren. Sajian ini sudah ada sejak lama dan jadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat Lombok.

Biasanya, Sate Bulayak disajikan saat acara adat, kumpul keluarga, atau saat momen-momen spesial. Tapi sekarang, kamu juga bisa nemu sate ini di banyak warung makan atau pasar tradisional di Lombok.


Kenapa Kamu Harus Coba Sate Bulayak?

Kalau kamu suka eksplorasi rasa baru, Sate Bulayak wajib masuk list kuliner yang harus dicoba. Beberapa alasannya:

  • Rasa unik dan otentik dari bumbu dan lontong daun aren

  • Tekstur lontong yang berbeda dengan aroma khas daun aren

  • Kombinasi sate dan lontong yang bikin kenyang dan puas

  • Kuliner tradisional yang punya cerita dan sejarah di baliknya

Sate ini cocok banget buat kamu yang pengen menikmati cita rasa asli Lombok dan beda dari sate biasa.


Tips Mencicipi Sate Bulayak yang Asli

Kalau kamu berkunjung ke Lombok, jangan cuma beli di tempat biasa. Cari warung atau tempat makan yang benar-benar pakai lontong daun aren asli dan bumbu tradisional. Biasanya, warung yang otentik selalu ramai pengunjung lokal.

Kalau bisa, coba juga sambal khas Lombok yang biasanya disajikan bareng sate Bulayak. Pedasnya pas dan melengkapi rasa daging bakar dan lontong.


Bikin Sendiri di Rumah? Bisa Banget!

Kalau kamu pengin coba bikin sendiri, bisa mulai dengan membuat lontong daun aren dulu. Tapi pastikan daun aren yang dipakai segar dan bersih.

Untuk satenya, potong daging sapi tipis, rendam dengan bumbu rempah lalu bakar di atas arang. Jangan lupa buat sambal pelengkapnya dengan cabai, tomat, bawang, dan terasi. Kalau semua sudah siap, nikmati dengan lontong daun aren yang harum.


Kesimpulan

Sate Bulayak adalah sajian yang bukan cuma soal rasa, tapi juga budaya dan tradisi Lombok yang melekat kuat. Dengan kombinasi lontong daun aren yang unik dan bumbu sate yang kaya rempah, kamu bakal dapet pengalaman kuliner yang berbeda dan berkesan.

Jadi, jangan sampai kelewatan untuk cobain Sate Bulayak kalau kamu main ke Lombok atau pengin cari sensasi sate yang berbeda dari biasanya!

Sambal Selebew: Pedasnya Nendang Khas Sasak Lombok

Kuliner Khas Lombok yang Segar Menggugah Selera, Resep Sambal Beberok Simple Rasanya Enak Nampol - Kilat Kuliner

Kenalan Yuk Sama Sambal Selebew!

Kalau kamu pencinta sambal, pasti harus banget kenalan sama Sambal Selebew. Ini sambal khas dari suku Sasak di Lombok https://wisatatpikota.id/ , yang terkenal dengan rasa pedasnya yang menggigit dan nendang banget. Namanya aja udah lucu dan unik, kan?

Kata “Selebew” itu sendiri menggambarkan rasa sambal yang langsung nyelekit dan nyelebeu di lidah sejak suapan pertama. Gak heran, banyak yang bilang sambal ini bikin mata merem, keringat netes, tapi tetep nambah terus!


Bahan-Bahan Sederhana, Rasa Luar Biasa

Yang bikin Sambal Selebew ini istimewa itu karena bahan-bahannya simpel, tapi pengolahannya yang bikin beda. Biasanya sambal ini pakai:

  • Cabai rawit merah (banyak!)

  • Bawang merah dan putih

  • Terasi bakar

  • Garam & sedikit gula

  • Jeruk limau atau perasan jeruk sambal

Kadang ada juga yang nambahin minyak kelapa panas biar aromanya makin wangi dan sambalnya tahan lama. Semua bahan diulek kasar aja, gak perlu halus banget. Justru teksturnya yang kasar itu bikin sensasi makannya beda!


Cocok Dimakan Sama Apa Aja?

Sambal ini fleksibel banget. Mau dimakan bareng nasi putih hangat, ayam bakar, ikan laut goreng, atau bahkan cuma pakai lalapan dan tahu tempe, rasanya tetep juara.

Biasanya orang Lombok makan sambal ini bareng plecing kangkung, nasi balap, atau ayam taliwang. Tapi jujur aja, buat pecinta pedas, sambal ini bisa jadi lauk utama. Serius!


Asal-Usulnya Dari Mana, Sih?

Sambal ini berkembang di kalangan masyarakat Sasak, suku asli Lombok. Mereka emang dikenal doyan banget sama makanan pedas. Bahkan di rumah-rumah orang Lombok, sambal ini kayak udah jadi “warga tetap” di meja makan.

Dari generasi ke generasi, resepnya turun-temurun. Setiap keluarga bisa punya sedikit versi yang beda, tapi ciri khasnya tetap sama: pedas, harum, dan bikin nagih.


Kenapa Harus Coba Sambal Selebew?

  1. Rasa Pedasnya Unik
    Bukan cuma sekadar pedas, tapi juga punya aroma khas dari terasi bakar dan jeruk limau yang nyegerin.

  2. Gampang Dibuat
    Bahan-bahannya mudah dicari dan gak butuh alat khusus. Ulek aja pakai cobek tradisional.

  3. Bisa Disimpan
    Kalau ditumis dan disimpan di wadah kedap udara, sambal ini bisa tahan beberapa hari. Praktis buat kamu yang sibuk.

  4. Pas Buat Semua Jenis Lauk
    Mau lauk darat atau laut, sambal ini cocok. Bahkan sama kerupuk pun mantap!


Cara Bikin Sambal Selebew di Rumah

Penasaran pengin coba bikin sendiri? Nih, resep simpel ala rumahan:

Bahan:

  • 15 cabai rawit merah

  • 5 bawang merah

  • 2 bawang putih

  • 1 sendok teh terasi bakar

  • Garam, gula, dan perasan jeruk limau secukupnya

  • Minyak panas 2 sendok makan

Cara membuat:

  1. Ulek semua bahan (kecuali jeruk dan minyak) sampai agak halus atau sesuai selera.

  2. Tambahkan perasan jeruk limau.

  3. Siram dengan minyak panas.

  4. Aduk rata dan siap disajikan!

Mudah banget, kan? Dan yang paling penting, rasa pedasnya tetap nendang!


Di Mana Bisa Beli Sambal Selebew?

Kalau kamu gak sempat bikin sendiri, sekarang udah banyak yang jual Sambal ini dalam bentuk botolan. Bisa dicari di:

  • Pasar oleh-oleh Lombok

  • Marketplace online

  • Toko oleh-oleh khas NTB

Tapi inget, cita rasa terbaik tetap dari sambal buatan sendiri atau dari warung lokal di Lombok. Rasanya lebih otentik dan berani!


Penutup

Sambal Selebew bukan cuma sambal biasa. Ini adalah cita rasa khas Lombok yang kuat dan berkarakter. Pedasnya bukan asal-asalan, tapi punya kedalaman rasa yang khas banget.

Buat kamu yang doyan sambal dan pengin cobain sesuatu yang beda dari sambal biasa, Sambal Selebew wajib dicoba. Sekali makan, kamu bakal tahu kenapa sambal ini bisa bikin orang jatuh cinta dan gak bisa move on.

Sate Rembiga: Cita Rasa Daging Pedas yang Tak Terlupakan

RRI.co.id - Sate Kambing Ala Sate Rembiga Lombok

Apa Itu Sate Rembiga?

Kalau kamu pecinta makanan pedas dan doyan daging, Sate Rembiga https://wisatatpikota.id/ wajib banget masuk daftar kuliner yang harus dicoba. Sate ini berasal dari Desa Rembiga, daerah kecil di Kota Mataram, Lombok, NTB. Bukan sekadar sate biasa, rasa pedasnya nendang dan bumbunya meresap sampai ke dalam. Pokoknya, sekali coba, susah lupa.

Sate ini biasanya dibuat dari daging sapi pilihan yang dipotong kecil-kecil, lalu dibumbui dengan racikan khas Lombok. Pedasnya bukan cuma cabai rawit, tapi juga ada aroma manis, gurih, dan sedikit rempah. Komplit, deh!


Ciri Khas yang Bikin Beda

Nah, yang bikin Sate ini beda dari sate pada umumnya adalah bumbunya yang sudah dimarinasi dari awal, bukan ditambah saus di atasnya pas disajikan. Jadi rasa pedas, manis, dan gurihnya meresap banget ke dalam daging.

Dagingnya juga empuk banget karena diproses dengan teknik tradisional. Biasanya pakai daging sapi bagian has dalam, jadi pas dibakar, tetap juicy dan lembut. Pedasnya tuh bukan yang asal pedas, tapi pedas yang ada karakter dan kedalaman rasa. Gak heran sih, orang-orang yang udah coba pasti pengin nambah.


Sejarah dan Asal-Usulnya

Sate ini udah ada sejak dulu, lho. Konon katanya, dulu ini makanan favorit keluarga kerajaan di Lombok. Karena rasanya yang khas dan cara pengolahannya yang istimewa, sate ini awalnya cuma disajikan di acara-acara penting atau buat tamu kehormatan.

Lama-lama, masyarakat sekitar mulai bikin juga dan sekarang kamu bisa nemuin Sate ini dengan mudah di warung-warung makan di Lombok. Tapi tentu, yang paling otentik tetap di daerah asalnya: Rembiga.


Dimakan Sama Apa, Sih?

Sate Rembiga biasanya disajikan tanpa kuah, tapi jangan salah, tetap lezat banget. Biasanya disantap bareng nasi putih hangat, plecing kangkung, atau nasi balap, tergantung selera.

Ada juga yang makan sate ini pakai lontong, atau cukup ditemani es kelapa muda buat menetralisir pedasnya. Kalau kamu suka eksplor rasa, cobain juga dengan sambal tambahan khas Lombok. Nampol!


Tempat Terbaik Buat Coba Sate Rembiga

Kalau kamu kebetulan lagi liburan ke Lombok, wajib mampir ke beberapa warung terkenal seperti:

  • Warung Sate Rembiga Ibu Sinnaseh – Salah satu pelopor sate Rembiga otentik.

  • RM Sate Rembiga Utama – Enak, bersih, dan selalu ramai pengunjung.

  • Pasar Seni Sayang-Sayang – Banyak penjual sate lokal dengan harga bersahabat.

Harga seporsinya berkisar antara Rp25.000 – Rp40.000 tergantung tempat dan jumlah tusukannya. Murah untuk rasa yang luar biasa!


Bikin Sendiri di Rumah? Bisa Kok!

Kalau belum sempat ke Lombok tapi udah penasaran sama rasanya, kamu bisa coba bikin sendiri di rumah. Bahan yang kamu butuhin:

  • Daging sapi (pilih yang empuk)

  • Cabai rawit dan cabai merah keriting

  • Bawang merah dan putih

  • Gula merah

  • Terasi bakar

  • Garam dan penyedap secukupnya

Haluskan semua bumbu, lalu rendam daging selama minimal 2 jam, lebih lama lebih meresap. Setelah itu, tusuk dan bakar di atas arang sampai matang. Jangan lupa sesekali dioles sisa bumbu biar makin mantap!


Kenapa Kamu Harus Coba Sate Rembiga?

Karena ini bukan cuma soal makan sate, tapi soal menikmati warisan kuliner Indonesia yang kaya rasa dan budaya. Sate Rembiga itu pedasnya nggak asal pedas, tapi ada seni dan cerita di balik setiap tusuknya.

Makanan ini juga jadi bukti kalau kuliner Indonesia punya karakter kuat, dan bisa bersaing dengan masakan dari negara mana pun. Plus, buat kamu yang suka petualangan rasa, sate ini adalah tantangan yang menyenangkan.


Penutup

Sate Rembiga adalah salah satu contoh kuliner lokal yang harus dilestarikan. Rasanya khas, penyajiannya unik, dan ceritanya menarik. Bagi pecinta makanan pedas dan daging, ini adalah kombinasi sempurna yang susah dilupakan.

Kelaq Batih: Hangatnya Sayur Kacang dengan Rempah Lombok

Kelaq Batih, Resep Masakan Khas Lombok yang Lezat | IDN Times NTB

Apa Itu Kelaq Batih?

Kalau kamu baru denger istilah Kelaq Batih https://wisatatpikota.id/ , ini adalah sayur tradisional khas Lombok yang terbuat dari kacang panjang atau kacang tanah yang dimasak dengan bumbu rempah khas daerah tersebut. Makanan ini terkenal karena rasanya yang hangat, gurih, dan sedikit pedas.

Makanan ini biasanya disajikan sebagai pelengkap nasi dalam hidangan sehari-hari masyarakat Lombok. Meski sederhana, rasa dan aroma rempahnya bisa bikin kamu ketagihan!


Bahan Utama dan Rempah Khasnya

Yang bikin makanan ini unik adalah kombinasi rempah-rempah Lombok yang digunakan. Ada bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai rawit, dan tentunya daun salam serta lengkuas yang bikin kuahnya wangi dan nikmat.

Selain itu, kacang yang dipakai biasanya kacang panjang yang segar dan renyah, atau kadang juga kacang tanah yang sudah digoreng. Rempah ini dimasak dengan santan encer supaya rasa sayur makin kaya tapi tetap ringan di perut.


Cara Masak Kelaq Batih yang Gampang dan Praktis

Kalau kamu mau coba bikin Makanan ini di rumah, sebenarnya nggak susah kok. Intinya kamu cuma perlu rebus kacang sampai empuk, lalu tumis bumbu rempah sampai harum, baru deh campur dengan santan dan kacang tadi.

Masak dengan api kecil sambil diaduk supaya santan nggak pecah. Setelah itu tambahkan garam dan sedikit gula supaya rasanya pas. Dalam waktu kurang dari 30 menit, sayur khas ini siap dinikmati.


Kelezatan dan Khasiat Kelaq Batih

Selain rasanya yang enak dan hangat, Makanan ini juga bergizi tinggi. Kacang panjang kaya serat dan vitamin, sedangkan rempah-rempahnya punya banyak manfaat kesehatan seperti antioksidan dan penambah nafsu makan.

Makan Kelaq Batih juga bikin perut terasa nyaman karena kuahnya ringan dan tidak berminyak. Cocok banget buat kamu yang pengen makan sehat tapi tetap puas dengan rasa.


Kelaq Batih Sebagai Menu Harian di Lombok

Di Lombok, Makanan ini biasanya jadi menu wajib di rumah-rumah dan warung makan sederhana. Disajikan bareng nasi hangat dan lauk lain seperti ikan bakar atau ayam taliwang, makin lengkap deh.

Makanan ini juga sering muncul di acara adat dan perayaan kecil karena dianggap makanan yang mudah dibuat tapi tetap kaya rasa dan gizi.


Variasi Kelaq Batih yang Bisa Kamu Coba

Kalau bosan dengan kacang panjang, kamu bisa coba variasi lain seperti memakai kacang merah atau kacang hijau yang sudah direbus. Rasanya tetap enak kok, asal bumbu rempah dan santannya pas.

Beberapa versi Makanan ini juga menambahkan irisan terong atau labu untuk variasi tekstur dan rasa yang lebih kaya.


Tips Membuat Kelaq Batih Tetap Enak dan Gurih

Supaya Makanan ini kamu makin lezat, jangan lupa gunakan rempah segar dan santan yang tidak terlalu kental. Masak santan dengan api kecil supaya kuahnya tidak pecah dan rasanya tetap lembut.

Gunakan juga kacang yang masih segar supaya tekstur tetap renyah saat disantap. Terakhir, jangan lupa koreksi rasa sebelum disajikan supaya gurih dan pedasnya pas.


Dimana Bisa Menikmati Kelaq Batih Asli Lombok?

Kalau kamu sedang liburan ke Lombok, wajib coba Makanan ini di warung-warung tradisional atau rumah makan khas Sasak. Beberapa tempat yang terkenal antara lain:

  • Warung Sasak Mataram

  • RM Lombok Asli

  • Warung Tradisional Desa Sade

Setiap tempat punya resep turun-temurun yang bikin rasa Kelaq Batih sedikit berbeda tapi tetap enak dan otentik.


Kesimpulan: Kelaq Batih, Sayur Tradisional yang Hangat dan Menggoda

Kelaq Batih bukan cuma sekadar sayur kacang biasa. Dengan rempah khas Lombok yang kuat dan kuah santan yang hangat, sayur ini jadi teman makan yang sempurna untuk kamu yang ingin menikmati masakan tradisional yang sehat dan lezat.

Bebalung: Sup Tulang Sapi yang Kaya Rempah Khas NTB

Resep Bebalung Sapi Khas Lombok yang Gurih dan Menggugah Selera

Apa Itu Bebalung?

Bebalung adalah sup tulang sapi khas daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Lombok dan Sumbawa. Makanan https://wisatatpikota.id/ ini sudah jadi favorit banyak orang karena rasanya yang gurih dan rempahnya yang khas banget!

Sup ini beda dari sup biasa karena memakai tulang sapi lengkap dengan daging dan sumsum yang dimasak perlahan sampai empuk dan bumbu meresap sampai ke dalam.


Rahasia Rempah Bebalung yang Bikin Nagih

Salah satu yang bikin makanan ini istimewa adalah campuran rempahnya yang kaya dan kuat. Ada jahe, lengkuas, serai, daun jeruk, bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, dan cabai rawit yang membuat kuahnya terasa hangat dan pedas.

Rempah ini dipadu dengan cara masak yang lambat, jadi semua rasa nyatu dan bikin sup tulang ini makin lezat. Kalau kamu suka makanan dengan cita rasa asli Indonesia yang “nendang”, Bebalung wajib dicoba.


Tulang Sapi, Bukan Tulang Biasa!

Tulang sapi yang dipakai buat makanan ini biasanya adalah bagian iga dan tulang yang masih ada dagingnya. Nah, bagian ini punya rasa gurih alami yang bikin kuah sup makin sedap.

Selain itu, ada juga sumsum yang bikin sup ini makin kaya rasa dan tekstur. Waktu makan, kamu bisa seru-seruan ngerokok sumsum dari tulangnya—ini bagian favorit banyak orang!


Cara Masak Bebalung: Sabar Biar Dapat Rasa Maksimal

Masak Bebalung itu nggak bisa buru-buru, karena tulang dan daging harus dimasak lama supaya empuk dan bumbu benar-benar meresap. Biasanya butuh waktu sekitar 2-3 jam dengan api kecil.

Proses perebusan juga dilengkapi dengan menumis bumbu sampai harum dulu sebelum dimasukkan ke dalam panci. Hasilnya kuah yang bening tapi kaya rasa dan rempah terasa sampai ke sumsum.


Bebalung: Makanan Tradisional yang Sarat Cerita

Bebalung bukan cuma soal rasa, tapi juga tentang budaya dan tradisi masyarakat NTB. Dulu, sup ini biasa disajikan di acara-acara adat atau kumpul keluarga besar.

Kalau kamu berkunjung ke Lombok atau Sumbawa, sering ditemukan di rumah makan tradisional dan pasar lokal. Menikmati makanan ini sambil ngobrol santai jadi pengalaman kuliner yang hangat dan penuh makna.


Bebalung dan Menu Pendampingnya

Sup tulang ini biasanya disantap dengan nasi putih hangat dan sambal pedas sebagai pelengkap. Kadang juga ada lalapan segar, seperti kemangi atau daun singkong rebus, yang bikin rasa makin seimbang.

Kalau kamu suka yang praktis, makanan ini juga enak dimakan dengan lontong atau ketupat. Pokoknya, jangan lupa siapkan nasi hangat biar kuah rempahnya bisa terserap sempurna!


Bisa Bikin Bebalung Sendiri di Rumah?

Tentu bisa! Kalau kamu punya waktu dan bahan yang lengkap, bikin makanan ini sendiri itu menantang tapi sangat memuaskan. Pastikan kamu punya tulang sapi yang bagus dan rempah segar supaya rasanya otentik.

Resep makanan ini bisa kamu sesuaikan tingkat pedasnya, jadi cocok buat keluarga. Yang penting sabar saat masak biar daging dan tulangnya empuk dan bumbu benar-benar meresap.


Rekomendasi Tempat Makan Bebalung di NTB

Kalau lagi di NTB, jangan lewatkan tempat-tempat ini buat coba Bebalung asli yang lezat:

  • Rumah Makan Bebalung Haji Saman di Mataram

  • Bebalung Sumbawa Makmur di Sumbawa Besar

  • Warung Bebalung Lombok Timur

Setiap tempat punya ciri khas bumbu dan cara masak sendiri, jadi seru buat dicoba satu per satu!


Kesimpulan: Bebalung, Sup Tulang Penuh Cinta dari NTB

Makanan ini bukan cuma sup tulang sapi biasa. Dia adalah perpaduan rempah kuat, daging empuk, dan tradisi kuliner yang dijaga turun-temurun di NTB. Cocok banget buat kamu yang pengen makan sesuatu beda, kaya rasa, dan punya cerita.

Kalau kamu belum pernah coba makanan ini, jangan ragu buat cari dan cobain. Selain menghangatkan badan, makanan inis juga bikin kamu makin cinta sama kekayaan kuliner Indonesia.